Kondisi Saya Keluhan THT Cek Gejala Praktik Spesialis Tentang Artikel Booking Sekarang
Link disalin!
dr. Yanuar
Ditulis & Ditinjau oleh
dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.A.I.(K), M.Si.Med
Spesialis THT & Subspesialis Alergi-Imunologi · RS Columbia Asia Semarang · Diperbarui: 20 May 2026

Epitel Olfaktorius

Penciuman dimulai di epitel olfaktorius — area ~2-4 cm² di atap rongga hidung. Terdapat 6-10 juta neuron olfaktorius — satu-satunya neuron yang terpapar langsung ke lingkungan dan dapat beregenerasi. Manusia bisa membedakan lebih dari 1 triliun bau.

Dari Hidung ke Bulbus Olfaktorius

Akson neuron olfaktorius menembus lamina kribriformis menuju bulbus olfaktorius. Fraktur lamina kribriformis pada trauma kepala bisa menyebabkan anosmia traumatik.

Dari Bulbus ke Korteks

Sinyal dikirim ke korteks piriformis, amigdala, dan korteks entorhinal. Jalur penciuman adalah satu-satunya yang tidak melewati talamus — inilah mengapa bau bisa memicu memori dan emosi secara instan.

Gangguan Penciuman

Meliputi: anosmia (hilang total), hiposmia (berkurang), parosmia (terdistorsi), fantosmia (mencium bau tidak ada). Penyebab umum: pilek/sinusitis, polip hidung, COVID-19, trauma kepala, penuaan.

Konsultasi dengan Spesialis THT

Jika Anda atau keluarga mengalami keluhan terkait, jangan tunda konsultasi. Evaluasi dini oleh spesialis THT dapat mencegah komplikasi dan mempercepat pemulihan.

Hubungi dr. Yanuar Iman Santosa via WhatsApp untuk jadwal konsultasi di Semarang.