
Ditulis & Ditinjau oleh
dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.A.I.(K), M.Si.Med
Spesialis THT & Subspesialis Alergi-Imunologi · RS Columbia Asia Semarang · Diperbarui: 20 May 2026
Rinitis Alergi Jarang Berdiri Sendiri
Rinitis & Asma
80% asma memiliki rinitis, 20-40% rinitis memiliki asma. Unified airway — terapi rinitis memperbaiki asma.
Sinusitis Kronik
Rinitis alergi adalah faktor risiko terkuat untuk CRS, terutama dengan polip.
Otitis Media
Alergi → edema tuba Eustachius → OME (glue ear). Evaluasi alergi pada anak dengan OME persisten.
Lainnya
- Konjungtivitis alergi (60-70%)
- OSA — napas mulut kronik
- Gangguan kognitif, depresi/ansietas
Konsultasi dengan Spesialis THT
Jika Anda atau keluarga mengalami keluhan terkait, jangan tunda konsultasi. Evaluasi dini oleh spesialis THT dapat mencegah komplikasi dan mempercepat pemulihan.
Hubungi dr. Yanuar Iman Santosa via WhatsApp untuk jadwal konsultasi di Semarang.
Baca Juga
- → Anatomi Telinga Luar: Daun Telinga & Liang Telinga
- → Laringomalasia: Stridor pada Bayi Baru Lahir
- → Prostaglandin & Leukotrien: Mediator Lipid dalam Alergi
- → Duktus Koklearis: Struktur Pendengaran di Telinga Dalam
- → Konsultasi Dokter Alergi Semarang
- → Konsultasi Dokter THT Semarang
- → Jadwal Praktik dr. Yanuar