
Ditulis & Ditinjau oleh
dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.A.I.(K), M.Si.Med
Spesialis THT & Subspesialis Alergi-Imunologi · RS Columbia Asia Semarang · Diperbarui: 20 May 2026
Bukan Selalu Alergi atau Pilek
~25% rinitis kronik bukan alergi maupun infeksi.
Rinitis Vasomotor
Hidung bereaksi berlebihan terhadap pemicu non-spesifik: perubahan suhu, asap, makanan pedas. Tes alergi negatif.
Rinitis Medikamentosa
Disebabkan pemakaian dekongestan spray >5-7 hari. Efek rebound — lingkaran setan. Terapi: hentikan dekongestan, ganti kortikosteroid intranasal.
Rinitis Hormonal
Saat kehamilan (20-30% ibu hamil), hipotiroidisme. Membaik setelah melahirkan.
Terapi
Identifikasi pemicu, kortikosteroid intranasal, ipratropium untuk rinore dominan.
Konsultasi dengan Spesialis THT
Jika Anda atau keluarga mengalami keluhan terkait, jangan tunda konsultasi. Evaluasi dini oleh spesialis THT dapat mencegah komplikasi dan mempercepat pemulihan.
Hubungi dr. Yanuar Iman Santosa via WhatsApp untuk jadwal konsultasi di Semarang.
Baca Juga
- → Labirin Vestibular: Utrikulus, Sakulus & Keseimbangan
- → Kanker Laring: Gejala Awal, Stadium & Pengobatan
- → Nistagmus: Gerakan Mata Abnormal & Hubungannya dengan Vertigo
- → Fisiologi Keseimbangan: Cara Tubuh Menjaga Keseimbangan
- → Konsultasi Dokter Alergi Semarang
- → Konsultasi Dokter THT Semarang
- → Jadwal Praktik dr. Yanuar