Dokter THT Anak Semarang
Ringkasan — 5 Poin Penting
- Anak lebih rentan infeksi THT karena tuba Eustachius lebih horizontal & pendek
- Otitis media akut adalah infeksi telinga tengah tersering pada anak <5 tahun
- Adenoid besar dapat menyebabkan sumbatan hidung, ngorok, dan infeksi berulang
- Skrining pendengaran (OAE) wajib sejak lahir untuk deteksi gangguan kongenital
- Amandel anak dioperasi bila infeksi ≥7x/tahun atau mengganggu napas tidur
Mengapa Anak Lebih Rentan Masalah THT?
Sistem imun anak yang masih berkembang, anatomi saluran napas yang lebih kecil, dan tuba Eustachius yang lebih pendek & horizontal membuat anak lebih mudah mengalami infeksi telinga, hidung, dan tenggorokan. Masalah THT pada anak perlu ditangani segera untuk mencegah gangguan pendengaran, keterlambatan bicara, dan infeksi berulang.
Kondisi THT Anak Berdasarkan Usia
- Skrining OAE (pendengaran)
- Otitis media akut
- Laringomalasia
- Serumen prop
- Otitis media efusi (glue ear)
- Adenoid hipertrofi
- Tonsilitis berulang
- Rinitis alergi
- Tonsilitis/adenotonsilitis
- Sinusitis anak
- Epistaksis (mimisan)
- Gangguan pendengaran
Otitis Media Akut (OMA) — Infeksi Telinga Tengah
OMA adalah peradangan akut telinga tengah, paling sering terjadi pada anak usia 6 bulan–5 tahun. Penyebab utama: bakteri (S. pneumoniae, H. influenzae, M. catarrhalis) atau virus setelah infeksi saluran napas atas.
Gejala OMA pada Anak
- Nyeri telinga (otalgia) — anak kecil ditandai rewel, sering menarik telinga
- Demam
- Gangguan pendengaran sementara
- Telinga berair (bila membran timpani perforasi)
Terapi
Amoksisilin atau amoksisilin-klavulanat 7-10 hari. Bila rekuren (>3x dalam 6 bulan), pertimbangkan pemasangan pipa timpanositomi (grommet) untuk mencegah efusi berulang.
Adenoid Hipertrofi — Amandel Hidung Membesar
Adenoid adalah jaringan limfoid di belakang hidung. Bila terlalu besar, adenoid menyumbat saluran napas atas dan muara tuba Eustachius.
Gejala
- Hidung tersumbat persisten (terutama malam)
- Mendengkur & tidur dengan mulut terbuka
- Otitis media berulang
- Berbicara dengan suara sengau (nasal)
- Pertumbuhan wajah “adenoid face” bila kronik
Penanganan: Adenoidektomi (pengangkatan adenoid) bila gejala bermakna atau infeksi berulang.
Skrining Pendengaran (OAE) pada Bayi Baru Lahir
Gangguan pendengaran kongenital terjadi pada 1-3 per 1000 kelahiran. Deteksi dini sebelum usia 3 bulan kritis untuk perkembangan bicara-bahasa yang optimal.
- OAE (Otoacoustic Emission): tes non-invasif <10 menit, bisa saat bayi tidur
- AABR (Automated ABR): bila OAE gagal, dilakukan pemeriksaan lanjutan
- Target: semua bayi dites sebelum pulang dari RS, konfirmasi diagnosis <3 bulan, rehabilitasi (hearing aid/implan) <6 bulan
FAQ THT Anak
Usia berapa anak bisa dioperasi amandel?
Tonsilektomi sudah aman dilakukan mulai usia 2 tahun bila ada indikasi kuat (infeksi berulang atau gangguan napas tidur). Risiko anestesi pada anak kecil dapat dikelola dengan tim yang berpengalaman.
Anak sering mimisan, apakah berbahaya?
Mimisan (epistaksis anterior) pada anak umumnya tidak berbahaya, biasanya dari pembuluh pleksus Kiesselbach di septum anterior. Sering dipicu udara kering, alergi, atau kebiasaan mengorek hidung. Perlu evaluasi bila sering (>1x/minggu) atau sulit berhenti.
Kapan harus ke dokter THT untuk anak?
Segera konsultasi bila: nyeri telinga disertai demam, pendengaran menurun mendadak, hidung tersumbat >2 minggu, mendengkur keras, atau tonsilitis >3x dalam setahun.