Kondisi Saya Keluhan THT Cek Gejala Praktik Spesialis Tentang Artikel Booking Sekarang
Link disalin!
dr. Yanuar
Ditulis & Ditinjau oleh
dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.A.I.(K), M.Si.Med
Spesialis THT & Subspesialis Alergi-Imunologi · RS Columbia Asia Semarang · Diperbarui: 21 September 2026

Anak mengeluh nyeri telinga, demam, dan tampak rewel.

“Dok, ini kenapa ya?”

Apa penyebab yang paling mungkin?

Saat anak tiba-tiba rewel, demam, dan memegang telinganya sambil menangis, banyak orang tua langsung cemas—terlebih jika kemudian muncul cairan dari telinga. Gejala ini sering kali menandakan adanya Otitis Media Akut (OMA) atau infeksi pada telinga tengah.

Menurut dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.A.I.(K), MSi.Med, OMA adalah salah satu penyebab paling umum anak datang ke poliklinik THT. “Otitis Media Akut adalah infeksi pada ruang telinga tengah yang sering terjadi setelah pilek, batuk, atau infeksi saluran napas atas. Umumnya menyerang anak-anak, tapi kadang juga bisa terjadi pada orang dewasa,” jelasnya.


Infeksi Kecil yang Bisa Berdampak Besar

Meskipun terdengar ringan, OMA bisa berakibat serius bila tidak ditangani. Infeksi ini menyebabkan nyeri hebat dan gangguan pendengaran sementara, bahkan bisa berisiko menjadi permanen jika dibiarkan.

“Pada anak-anak, gangguan pendengaran akibat OMA yang berulang dapat mengganggu perkembangan bicara dan bahasa, serta kemampuan belajar,” kata dr. Yanuar. Itulah mengapa perhatian dan penanganan sejak awal sangat penting.


Bagaimana Otitis Media Terjadi?

Telinga tengah adalah ruang kecil di belakang gendang telinga yang harusnya berisi udara. Udara masuk lewat saluran eustachius yang terhubung ke hidung. Saat anak pilek atau flu, saluran ini bisa bengkak dan tersumbat. Akibatnya, cairan dan lendir terjebak di dalam, dan menjadi tempat ideal bagi bakteri dan virus berkembang biak.

Infeksi pun terjadi. Telinga menjadi nyeri, demam muncul, dan jika tekanan dalam telinga terlalu tinggi, gendang telinga bisa pecah dan mengeluarkan cairan bernanah.


Tanda-Tanda yang Harus Diwaspadai

Pada bayi dan balita, OMA bisa dikenali lewat:

  • Menarik atau menggaruk telinga

  • Menangis terus-menerus

  • Demam

  • Gangguan tidur

  • Cairan keluar dari telinga

  • Tidak merespons suara

Sementara pada anak yang lebih besar atau orang dewasa, keluhan bisa berupa:

  • Nyeri dalam telinga

  • Rasa penuh atau tertekan

  • Penurunan pendengaran

  • Mual, pusing, atau muntah

  • Keseimbangan terganggu


Pemeriksaan dan Penanganan

“Kami biasanya akan memeriksa telinga dengan otoskop untuk melihat kondisi gendang telinga. Bila perlu, kami lakukan timpanometri atau tes audiometri untuk menilai fungsi telinga tengah dan pendengaran,” ujar dr. Yanuar.

Jika diagnosis OMA ditegakkan, pengobatan biasanya meliputi:

  • Antibiotik, jika infeksi disebabkan oleh bakteri

  • Obat pereda nyeri dan penurun demam

  • Obat tetes telinga jika ada cairan keluar

  • Dekongestan atau antihistamin jika dipicu alergi atau flu

Yang tak kalah penting: obat harus diminum sesuai dosis dan sampai tuntas, meskipun gejala sudah membaik lebih cepat.


Bila Infeksi Sering Kambuh

Beberapa anak mengalami OMA berulang atau cairan telinga yang tidak kunjung hilang selama berbulan-bulan. Dalam kasus seperti ini, dokter THT bisa merekomendasikan pemasangan selang ventilasi (PE tube)—sebuah prosedur ringan untuk mengalirkan cairan dan mencegah kekambuhan.

“Prosedur ini singkat, dan biasanya sangat membantu memperbaiki pendengaran serta mengurangi infeksi berulang,” tambah dr. Yanuar. Dalam beberapa kasus, bila ditemukan pembesaran amandel atau adenoid yang menyebabkan sumbatan, pengangkatan bisa dipertimbangkan bersamaan.


Jangan Anggap Sepele

Otitis media bukan sekadar infeksi telinga biasa. Ia bisa jadi awal dari masalah pendengaran jangka panjang, jika tidak ditangani dengan benar. Maka, bila anak mulai rewel sambil memegang telinga, atau muncul cairan dari telinga, segera bawa ke dokter.

“Kami lebih senang orang tua datang lebih cepat untuk memastikan, daripada menunggu sampai infeksi menjadi komplikasi,” tegas dr. Yanuar.

"Nyeri telinga mungkin terlihat sepele, tapi bisa menjadi awal dari gangguan dengar seumur hidup jika dibiarkan."

dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp. A.I.(K), MSi.Med

Spesialis THT, Konsultan Alergi Imunologi di RS Columbia Asia Semarang

Buat Janji dengan Dokter THT

Untuk memastikan kesehatan THT anak Anda, penting untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis. Anda dapat dengan mudah membuat janji dengan dr. Yanuar Iman Santosa, Sp. T.H.T.B.K.L., Subsp. A.I.(K), MSi Med, yang berpraktik di RS Columbia Asia Semarang. 

Segera Periksa Anak Anda

Contact us

Call Us

024 7629999

Our Location

Jl. Siliwangi No.143, Kalibanteng Kulon, Kec. Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah 50145

FAQ — Pertanyaan Orang Tua Seputar Otitis Media Akut (OMA)

Otitis media akut itu apa, sebenarnya?
Otitis media akut (OMA) adalah infeksi telinga tengah yang muncul mendadak, paling sering menyusul pilek/flu pada balita — bukan infeksi telinga luar akibat air masuk atau cotton bud. Ditandai nyeri telinga, demam, dan kadang cairan keluar bila gendang telinga sampai pecah menahan tekanan.

Berapa lama biasanya otitis media akut sembuh?
Dengan pengobatan yang tepat, gejala nyeri dan demam biasanya membaik dalam 2-3 hari. Tapi obat (terutama antibiotik bila diresepkan) tetap harus dihabiskan sesuai dosis meski anak sudah tampak lebih baik — berhenti terlalu cepat berisiko infeksi kambuh atau jadi kebal obat.

Apakah otitis media akut selalu butuh antibiotik?
Tidak selalu. Antibiotik diberikan bila infeksinya disebabkan bakteri — dokter akan menilai dari gejala dan pemeriksaan otoskop. Sebagian kasus ringan bisa dipantau dulu dengan obat pereda nyeri/demam sebelum memutuskan perlu antibiotik atau tidak.

Apakah otitis media akut menular ke anak lain?
Infeksi telinganya sendiri tidak menular langsung, tapi virus/flu yang memicunya (yang sering mendahului OMA) bisa menular seperti pilek biasa.

Otitis media akut bisa kambuh lagi setelah sembuh, apa itu wajar?
Sebagian anak memang mengalami OMA berulang, terutama di usia balita. Kalau sering kambuh atau cairan telinga tidak kunjung hilang, dokter THT bisa mengevaluasi apakah perlu pemasangan selang ventilasi (PE tube) untuk mencegah kekambuhan.

Ciri-ciri otitis media akut pada bayi yang belum bisa bicara apa saja?
Karena bayi belum bisa mengeluhkan sakit, perhatikan tanda tidak langsung: rewel berlebihan (terutama malam hari), sering menarik/memegang telinga, demam, susah tidur, atau menolak menyusu/makan karena nyeri saat menelan yang memperberat tekanan telinga.

dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L.

Ditulis & ditinjau oleh dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.A.I. (K), M.Si.Med.

Dokter Spesialis THT (Telinga Hidung Tenggorok) & Konsultan Alergi-Imunologi · Semarang

Praktik di RS Columbia Asia Semarang dan RS Nasional Diponegoro, menangani keluhan THT umum hingga kasus alergi kompleks yang memerlukan penanganan subspesialis Konsultan Alergi-Imunologi.

Lihat profil lengkap & jadwal praktik dokter THT Semarang →