Anak mengeluh nyeri telinga, demam, dan tampak rewel.
“Dok, ini kenapa ya?”
Apa penyebab yang paling mungkin?
Saat anak tiba-tiba rewel, demam, dan memegang telinganya sambil menangis, banyak orang tua langsung cemas—terlebih jika kemudian muncul cairan dari telinga. Gejala ini sering kali menandakan adanya Otitis Media Akut (OMA) atau infeksi pada telinga tengah.
Menurut dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.A.I.(K), MSi.Med, OMA adalah salah satu penyebab paling umum anak datang ke poliklinik THT. “Otitis Media Akut adalah infeksi pada ruang telinga tengah yang sering terjadi setelah pilek, batuk, atau infeksi saluran napas atas. Umumnya menyerang anak-anak, tapi kadang juga bisa terjadi pada orang dewasa,” jelasnya.
Infeksi Kecil yang Bisa Berdampak Besar
Meskipun terdengar ringan, OMA bisa berakibat serius bila tidak ditangani. Infeksi ini menyebabkan nyeri hebat dan gangguan pendengaran sementara, bahkan bisa berisiko menjadi permanen jika dibiarkan.
“Pada anak-anak, gangguan pendengaran akibat OMA yang berulang dapat mengganggu perkembangan bicara dan bahasa, serta kemampuan belajar,” kata dr. Yanuar. Itulah mengapa perhatian dan penanganan sejak awal sangat penting.
Bagaimana Otitis Media Terjadi?
Telinga tengah adalah ruang kecil di belakang gendang telinga yang harusnya berisi udara. Udara masuk lewat saluran eustachius yang terhubung ke hidung. Saat anak pilek atau flu, saluran ini bisa bengkak dan tersumbat. Akibatnya, cairan dan lendir terjebak di dalam, dan menjadi tempat ideal bagi bakteri dan virus berkembang biak.
Infeksi pun terjadi. Telinga menjadi nyeri, demam muncul, dan jika tekanan dalam telinga terlalu tinggi, gendang telinga bisa pecah dan mengeluarkan cairan bernanah.
Tanda-Tanda yang Harus Diwaspadai
Pada bayi dan balita, OMA bisa dikenali lewat:
-
Menarik atau menggaruk telinga
-
Menangis terus-menerus
-
Demam
-
Gangguan tidur
-
Cairan keluar dari telinga
-
Tidak merespons suara
Sementara pada anak yang lebih besar atau orang dewasa, keluhan bisa berupa:
-
Nyeri dalam telinga
-
Rasa penuh atau tertekan
-
Penurunan pendengaran
-
Mual, pusing, atau muntah
-
Keseimbangan terganggu
Pemeriksaan dan Penanganan
“Kami biasanya akan memeriksa telinga dengan otoskop untuk melihat kondisi gendang telinga. Bila perlu, kami lakukan timpanometri atau tes audiometri untuk menilai fungsi telinga tengah dan pendengaran,” ujar dr. Yanuar.
Jika diagnosis OMA ditegakkan, pengobatan biasanya meliputi:
-
Antibiotik, jika infeksi disebabkan oleh bakteri
-
Obat pereda nyeri dan penurun demam
-
Obat tetes telinga jika ada cairan keluar
-
Dekongestan atau antihistamin jika dipicu alergi atau flu
Yang tak kalah penting: obat harus diminum sesuai dosis dan sampai tuntas, meskipun gejala sudah membaik lebih cepat.
Bila Infeksi Sering Kambuh
Beberapa anak mengalami OMA berulang atau cairan telinga yang tidak kunjung hilang selama berbulan-bulan. Dalam kasus seperti ini, dokter THT bisa merekomendasikan pemasangan selang ventilasi (PE tube)—sebuah prosedur ringan untuk mengalirkan cairan dan mencegah kekambuhan.
“Prosedur ini singkat, dan biasanya sangat membantu memperbaiki pendengaran serta mengurangi infeksi berulang,” tambah dr. Yanuar. Dalam beberapa kasus, bila ditemukan pembesaran amandel atau adenoid yang menyebabkan sumbatan, pengangkatan bisa dipertimbangkan bersamaan.
Jangan Anggap Sepele
Otitis media bukan sekadar infeksi telinga biasa. Ia bisa jadi awal dari masalah pendengaran jangka panjang, jika tidak ditangani dengan benar. Maka, bila anak mulai rewel sambil memegang telinga, atau muncul cairan dari telinga, segera bawa ke dokter.
“Kami lebih senang orang tua datang lebih cepat untuk memastikan, daripada menunggu sampai infeksi menjadi komplikasi,” tegas dr. Yanuar.
"Nyeri telinga mungkin terlihat sepele, tapi bisa menjadi awal dari gangguan dengar seumur hidup jika dibiarkan."
dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp. A.I.(K), MSi.Med
Spesialis THT, Konsultan Alergi Imunologi di RS Columbia Asia Semarang
Buat Janji dengan Dokter THT
Untuk memastikan kesehatan THT anak Anda, penting untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis. Anda dapat dengan mudah membuat janji dengan dr. Yanuar Iman Santosa, Sp. T.H.T.B.K.L., Subsp. A.I.(K), MSi Med, yang berpraktik di RS Columbia Asia Semarang.
Segera Periksa Anak Anda
Contact us
Call Us
024 7629999
Our Location
Jl. Siliwangi No.143, Kalibanteng Kulon, Kec. Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah 50145