Suatu pagi di ruang seminar kesehatan, dua dokter berbagi pandangan yang membuat banyak orang tua tersadar. Salah satunya adalah dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.A.I.(K), MSi.Med, yang menyampaikan bahwa banyak gangguan perkembangan anak sebenarnya bisa dikenali lebih awal—asal orang tua cukup peka.

“Masalah bicara sering kali luput dari perhatian, karena tidak selalu tampak seperti keterlambatan motorik atau gangguan fisik lain. Anak yang terlihat aktif belum tentu perkembangan bahasanya sesuai usia,” ujar dr. Yanuar dalam seminar “Kenali Tumbuh Kembang Anak Sejak Dini” di RS Columbia Asia Semarang (29 Januari).

Ia menekankan bahwa perkembangan anak secara umum terbagi menjadi tiga domain penting:

  • Kognitif (kemampuan berpikir dan memecahkan masalah)

  • Motorik (gerakan kasar dan halus)

  • Bahasa atau Bicara

Dari ketiganya, gangguan bicara justru sering kali baru terdeteksi setelah anak mengalami kesulitan bersosialisasi atau berkomunikasi di usia prasekolah.

 

 

Masalah Bicara Sering Tersembunyi

Menurut dr. Yanuar, gangguan bicara seperti telat berbicara sangat penting untuk dikenali sejak dini. “Gangguan pada otak mungkin bisa dilihat dari gerakan, atau keseimbangan saat anak berjalan. Tapi gangguan bicara—sering tidak disadari sampai orang tua merasa anaknya ‘tidak seperti anak tetangga yang seumuran’,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan peringatan penting tentang penggunaan gadget.

“Sebelum anak bisa bicara, jangan kenalkan dulu gadget. Anak jadi lebih suka menunjuk daripada mengucapkan,” tegas dr. Yanuar.
Ia menyarankan agar orang tua memberi batasan waktu dan jenis konten, serta hanya memperkenalkan satu bahasa terlebih dahulu hingga anak berusia lima tahun untuk mencegah kebingungan bahasa (language confusion).

Bisa Dimulai dari Rumah

Sementara itu, dr. Farid Agung R, MSi.Med, Sp.A, menambahkan bahwa pemantauan tumbuh kembang anak bisa dilakukan sejak bayi—bahkan sejak lahir. Salah satu cara yang mudah adalah membaca dan memantau Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) yang sudah mencantumkan tahapan perkembangan sesuai usia.

“Banyak orang tua yang belum menyadari bahwa buku KIA itu bukan cuma untuk mencatat berat badan, tapi juga alat bantu pemantauan tumbuh kembang yang sangat praktis,” ujar dr. Farid.

Selain itu, ia menyarankan agar orang tua melengkapi pengetahuan melalui buku-buku kesehatan anak, media edukatif, atau konsultasi langsung dengan dokter jika ada kekhawatiran.

Intinya: Deteksi Lebih Dini, Intervensi Lebih Optimal

Kedua dokter sepakat: peran orang tua adalah kunci. Anak tidak bisa meminta bantuan secara eksplisit ketika mengalami hambatan, tapi orang tua bisa menjadi jembatan untuk menghindari keterlambatan lebih lanjut.

Bila anak tampak sulit bicara, tidak merespon suara, atau tidak sesuai dengan tahapan usia, jangan ragu untuk melakukan skrining atau evaluasi ke dokter spesialis, termasuk evaluasi pendengaran dan perkembangan bahasa.

“Tumbuh kembang anak bukan perlombaan siapa lebih cepat, tapi tentang siapa yang mendapat pendampingan paling tepat.”

dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp. A.I.(K), MSi.Med

Spesialis THT, Konsultan Alergi Imunologi di RS Columbia Asia Semarang

Buat Janji dengan Dokter THT

Untuk memastikan kesehatan THT anak Anda, penting untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis. Anda dapat dengan mudah membuat janji dengan dr. Yanuar Iman Santosa, Sp. T.H.T.B.K.L., Subsp. A.I.(K), MSi Med, yang berpraktik di RS Columbia Asia Semarang. 

Segera Periksa Anak Anda

Contact us

Call Us

024 7629999

Our Location

Jl. Siliwangi No.143, Kalibanteng Kulon, Kec. Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah 50145