
Ditulis & Ditinjau oleh
dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.A.I.(K), M.Si.Med
Spesialis THT & Subspesialis Alergi-Imunologi · RS Columbia Asia Semarang · Diperbarui: 20 May 2026
Apa Itu Rinosinusitis?
Rinosinusitis adalah peradangan mukosa hidung dan sinus paranasal. Istilah ini lebih akurat daripada “sinusitis” saja.
Klasifikasi
- Akut: <4 minggu, biasanya viral. Hanya 0,5-2% menjadi bakteri.
- Kronik: ≥12 minggu. Dengan polip (CRSwNP) atau tanpa polip (CRSsNP).
- Rekuren: ≥4 episode akut per tahun.
Gejala Kardinal
Minimal dua gejala, salah satunya: hidung tersumbat ATAU pilek. Gejala lain: nyeri wajah, gangguan penciuman.
Kapan Curiga Bakteri?
Gejala memburuk setelah 5 hari, gejala berat sejak awal (demam ≥39°C), atau gejala ≥10 hari tanpa perbaikan.
CRS Bukan Sekadar Pilek Lama
CRS adalah penyakit inflamasi kronik — bukan infeksi berkepanjangan. Terapi utama: kortikosteroid intranasal, irigasi saline, dan FESS jika perlu.
Konsultasi dengan Spesialis THT
Jika Anda atau keluarga mengalami keluhan terkait, jangan tunda konsultasi. Evaluasi dini oleh spesialis THT dapat mencegah komplikasi dan mempercepat pemulihan.
Hubungi dr. Yanuar Iman Santosa via WhatsApp untuk jadwal konsultasi di Semarang.
Baca Juga
- → Anatomi Orofaring: Tenggorokan Bagian Tengah
- → Alergen & Sensitisasi: Bagaimana Tubuh Menjadi Alergi
- → Mekanisme Pertahanan THT: Imunitas Saluran Napas Atas
- → Alergen Lingkungan: Tungau, Serbuk Sari, Jamur & Bulu Binatang
- → Panduan Sinusitis & FESS
- → Konsultasi Dokter THT Semarang
- → Jadwal Praktik dr. Yanuar