Sinusitis Semarang — Panduan Lengkap
Ringkasan — 5 Poin Penting
- Sinusitis adalah peradangan sinus — sering dipicu alergi atau infeksi
- Gejala utama: nyeri wajah, hidung tersumbat, lendir tebal, post-nasal drip
- Akut (<4 minggu) biasanya sembuh dengan antibiotik + dekongestan
- Kronis (>12 minggu) sering butuh evaluasi dokter THT + kemungkinan FESS
- Rinitis alergi yang tidak diobati = pencetus sinusitis kronis utama
Apa itu Sinusitis?
Sinusitis adalah peradangan (inflamasi) pada lapisan mukosa sinus — rongga berisi udara di tulang wajah di sekitar hidung. Kondisi ini sangat umum di Indonesia, terutama di kota-kota dengan tingkat polusi dan alergen tinggi seperti Semarang.
Sinus terdiri dari 4 pasang: maksilaris (pipi, paling sering terlibat), etmoidalis (antara mata), frontalis (dahi), dan sfenoidalis (belakang). Peradangan menyebabkan produksi lendir berlebih dan sumbatan ostium sinus.
Gejala Sinusitis
- Nyeri atau tekanan di wajah — terutama pipi, dahi, dan sekitar mata
- Hidung tersumbat persisten (satu atau dua sisi)
- Lendir hidung tebal, berwarna kuning atau hijau
- Post-nasal drip — lendir mengalir ke tenggorokan, menyebabkan batuk
- Penurunan atau hilangnya penciuman (hiposmia/anosmia)
- Sakit kepala yang memburuk saat membungkuk
- Napas berbau (halitosis)
- Kelelahan umum
Sinusitis Akut vs Kronis
| Aspek | Sinusitis Akut | Sinusitis Kronis |
|---|---|---|
| Durasi | Kurang dari 4 minggu | Lebih dari 12 minggu |
| Penyebab utama | Infeksi bakteri/virus | Alergi, polip hidung, septum deviasi |
| Gejala dominan | Demam, nyeri akut, lendir purulen | Tersumbat persisten, post-nasal drip, fatigue |
| Terapi lini 1 | Antibiotik, dekongestan, nasal saline | Steroid nasal, irigasi, evaluasi alergi |
| Indikasi FESS | Jarang (hanya komplikasi) | Bila terapi medis gagal >3 bulan |
Pilihan Terapi Sinusitis
Terapi Medis (Lini Pertama)
- Antibiotik — amoksisilin-klavulanat atau doksisiklin untuk bakteri (sinusitis akut)
- Steroid nasal spray — mometason atau flutikason untuk mengurangi inflamasi
- Irigasi nasal saline — mencuci sinus dengan larutan garam (semprot atau irigasi penuh)
- Antihistamin — bila ada komponen alergi (rinitis alergi sebagai komorbid)
- Dekongestan oral — jangka pendek (maks 5-7 hari) untuk buka ostium sinus
Penanganan Alergi (Pencegahan Residif)
Bila sinusitis dipicu alergi, penanganan alergi adalah kunci. Ini termasuk skin prick test untuk identifikasi alergen, modifikasi lingkungan, dan imunoterapi alergi (SCIT/SLIT) untuk kasus berat.
Operasi FESS (Functional Endoscopic Sinus Surgery)
FESS adalah tindakan bedah minimal invasif menggunakan endoskop untuk membuka sinus yang tersumbat dan mengangkat jaringan yang menghalangi drainase.
Indikasi FESS
- Sinusitis kronis yang tidak membaik setelah terapi medis ≥12 minggu
- Polip hidung yang menyumbat sinus
- Mukokel atau kista sinus
- Komplikasi sinusitis (perluasan ke orbita atau intrakranial)
- Septum deviasi berat yang memperparah sinusitis
Apa yang Terjadi Saat FESS?
Prosedur dilakukan dalam anestesi umum. Dokter THT memasukkan endoskop melalui hidung (tanpa sayatan luar) untuk mengangkat jaringan, membuka ostium sinus, dan mengangkat polip bila ada. Rawat inap biasanya 1-2 hari, pemulihan 1-2 minggu.
FAQ Sinusitis
Apakah sinusitis bisa sembuh sendiri?
Sinusitis akut ringan sering sembuh sendiri dalam 7-10 hari. Namun bila demam tinggi, nyeri berat, atau lebih dari 10 hari tidak membaik, segera konsultasi dokter THT.
Apakah sinusitis kronis selalu butuh operasi?
Tidak. Banyak kasus sinusitis kronis bisa dikontrol dengan terapi medis optimal. FESS hanya dipertimbangkan bila 12+ minggu terapi medis tidak berhasil, atau ada polip hidung yang bermakna.
Apa hubungan alergi dengan sinusitis?
Rinitis alergi adalah faktor risiko terbesar sinusitis kronis. Peradangan akibat alergi menyebabkan bengkak mukosa dan sumbatan ostium sinus, yang menciptakan lingkungan ideal untuk infeksi berulang.