Kondisi Saya Keluhan THT Cek Gejala Praktik Spesialis Tentang Artikel Booking Sekarang
Link disalin!
dr. Yanuar
Ditulis & Ditinjau oleh
dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.A.I.(K), M.Si.Med
Spesialis THT & Subspesialis Alergi-Imunologi · RS Columbia Asia Semarang · Diperbarui: 19 May 2026

Hidung tersumbat di satu sisi saja, terutama yang tidak membaik meski sudah berobat — bisa jadi bukan soal alergi atau infeksi, melainkan masalah struktur. Salah satu kondisi struktural yang paling umum adalah septum deviasi.

Apa Itu Septum Hidung?

Septum hidung adalah sekat tipis dari tulang rawan dan tulang yang memisahkan rongga hidung kiri dan kanan. Dalam kondisi ideal, septum berada di garis tengah dan membagi kedua sisi hidung secara simetris.

Apa Itu Septum Deviasi?

Septum deviasi adalah kondisi di mana sekat ini tidak lurus — miring ke satu sisi, membuat salah satu rongga hidung lebih sempit. Ini sangat umum: diperkirakan lebih dari 70% orang memiliki beberapa derajat deviasi septum, meskipun tidak semuanya menimbulkan gejala.

Penyebab Septum Deviasi

  • Kongenital — terbentuk sejak dalam kandungan atau akibat proses persalinan
  • Trauma — patah tulang hidung akibat kecelakaan, olahraga kontak, atau cedera wajah
  • Pertumbuhan asimetris — septum tumbuh lebih cepat dari tulang wajah saat masa remaja

Kapan Septum Deviasi Menimbulkan Masalah?

Tidak semua deviasi perlu ditangani. Evaluasi diperlukan jika muncul gejala berikut:

  • Hidung tersumbat persisten, terutama satu sisi, yang tidak membaik dengan obat
  • Infeksi sinus berulang — deviasi mengganggu drainase sinus
  • Mimisan berulang — mukosa yang terpapar aliran udara tidak normal lebih mudah kering dan berdarah
  • Mendengkur atau gangguan tidur akibat hambatan napas hidung
  • Nyeri wajah atau kepala berulang
  • Tidur dengan mulut terbuka secara kronis

Hubungan dengan Kondisi Lain

Septum deviasi sering ditemukan bersamaan dengan kondisi lain yang memperburuk gejala:

  • Konka hipertrofi — sisi hidung yang lebih lega akibat deviasi sering berkompensasi dengan pembesaran konka di sisi tersebut
  • Sinusitis berulang — obstruksi pada osteomeatal komplek
  • Rinitis alergi — keduanya dapat hadir bersamaan dan saling memperburuk
  • Mendengkur dan sleep apnea — obstruksi hidung memaksa napas lewat mulut

Proses Diagnosis

Dokter THT-KL akan melakukan:

  1. Pemeriksaan rinoskopi anterior — melihat langsung posisi septum dan rongga hidung
  2. Nasoendoskopi jika diperlukan evaluasi lebih dalam
  3. CT scan sinus — untuk melihat derajat deviasi dan kondisi sinus secara menyeluruh

Pilihan Tata Laksana

Tanpa Operasi

Jika gejala masih dapat dikontrol, dokter mungkin merekomendasikan:

  • Nasal corticosteroid spray untuk mengurangi peradangan mukosa
  • Irigasi hidung dengan larutan saline
  • Tata laksana kondisi penyerta (rinitis alergi, sinusitis)

Septoplasty (Operasi Koreksi Septum)

Jika gejala signifikan dan tidak membaik dengan terapi medikamentosa, septoplasty dapat dipertimbangkan. Ini adalah prosedur bedah untuk meluruskan septum — dilakukan dari dalam hidung tanpa sayatan luar, sehingga tidak mengubah penampilan hidung dari luar.

Septoplasty sering dikombinasikan dengan turbinoplasty (koreksi konka) jika ada konka hipertrofi bersamaan.

Lihat informasi lebih lanjut tentang septum deviasi dan penanganannya di Semarang.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah semua septum deviasi perlu dioperasi?

Tidak. Banyak orang dengan septum deviasi ringan tidak merasakan gejala sama sekali dan tidak memerlukan tindakan. Operasi dipertimbangkan hanya jika gejala signifikan mengganggu kualitas hidup dan tidak merespons terapi medikamentosa.

Apakah septoplasty mengubah bentuk hidung?

Septoplasty murni tidak mengubah tampilan luar hidung. Berbeda dengan rhinoplasty (operasi estetik hidung) yang memang bertujuan mengubah bentuk. Kedua prosedur dapat dilakukan bersamaan jika diperlukan (septorhinoplasty).

Artikel ini bersifat edukatif. Keputusan tata laksana memerlukan evaluasi langsung oleh dokter THT-KL sesuai kondisi individual pasien.

Baca Juga