Sore itu, seorang ibu datang bersama putrinya. Anak itu tiba-tiba berkata dengan percaya diri, “Dok, tadi aku nangis, terus Mama peluk aku, habis itu aku tenang, terus aku mau ke sini. Sekarang aku udah nggak takut lagi, lho!” Saya tersenyum dan menjawab, “Wah, kamu sudah hebat banget bisa cerita kayak gitu. Terima kasih ya udah berbagi.”

Itu contoh nyata bagaimana anak usia 5–6 tahun sudah bisa menyusun kalimat yang panjang, logis, dan penuh emosi. Di usia ini, kemampuan bahasanya bukan cuma berkembang, tapi mulai terstruktur. Mereka bukan hanya berbicara untuk meminta atau bercerita, tapi juga untuk menjelaskan, menyampaikan pendapat, bertanya, dan memahami konsep yang lebih kompleks.


Apa yang Bisa Dicapai Anak Usia 5–6 Tahun?

Pada rentang usia ini, anak umumnya sudah bisa:

  • Merangkai kalimat panjang dengan 5–6 kata atau lebih

  • Menguasai sekitar 2000 kata

  • Menjelaskan fungsi suatu benda, seperti: “Sendok untuk makan,” “Kipas buat angin”

  • Mengerti konsep jarak dan posisi, seperti “jauh–dekat”, “di atas–di bawah”, “kanan–kiri”

  • Mengetahui alamat rumahnya sendiri

  • Memahami satuan uang sederhana seperti “seribu”, “sepuluh ribu”

  • Mengerti persamaan dan perbedaan antara dua hal

  • Menghitung benda sampai angka 10

  • Bertanya untuk mengetahui informasi (dan makin kritis )

  • Menggunakan kalimat kompleks: “Kalau hujan nanti, kita bawa payung ya” atau “Setelah mandi, aku mau main sebentar, lalu tidur.”

Kalimat mereka bukan sekadar spontan—tapi sudah mengandung alur, alasan, dan logika. Ini menandakan bahwa perkembangan kognitif dan bahasanya saling bersinergi dengan baik.

Bagaimana Mendukung Anak Usia 5–6 Tahun?

Perkembangan bicara di usia ini adalah fondasi untuk kesiapan akademik dan kepercayaan diri sosial. Maka peran orang tua dalam menciptakan lingkungan bahasa yang kaya tetap sangat penting.

Berikut beberapa aktivitas yang bisa dilakukan:

  • Berikan pujian saat anak menceritakan pikirannya, perasaannya, atau bahkan ketakutannya

  • Bernyanyi bersama lagu anak-anak yang lebih panjang dan bervariasi

  • Terus bacakan cerita, termasuk cerita-cerita yang punya alur dan konflik

  • Ajak ngobrol seperti orang dewasa—hindari bicara terlalu kekanak-kanakan

  • Ceritakan sejarah keluarga sambil lihat album foto—mereka suka hal-hal yang bermakna personal

  • Dan yang paling penting: Dengarkan anak dengan penuh perhatian, bahkan saat mereka mengulang-ulang cerita yang sama. Mereka sedang melatih struktur dan keberanian menyampaikan pendapat.

Kesimpulan

Di usia 5–6 tahun, kemampuan bahasa anak bukan lagi sekadar alat komunikasi, tapi sudah menjadi alat berpikir, berargumen, dan berekspresi. Anak mulai bicara dengan alur logis, memahami konsep lebih dalam, dan berani menyampaikan ide serta pertanyaannya.

Peran orang tua adalah terus menjaga agar semangat bicara ini tidak padam—dengan memberi ruang, waktu, dan telinga yang benar-benar mendengarkan. Bila ada kekhawatiran terhadap kemampuan bahasa anak, tidak ada salahnya berkonsultasi lebih awal untuk memastikan tidak ada gangguan pendengaran atau hambatan komunikasi lain yang tersembunyi.


“Di usia 5–6 tahun, anak tak sekadar bicara—mereka mulai menjelaskan dunia lewat logika dan bahasa. Dengarkan baik-baik, karena di sanalah kita melihat cara mereka memahami kehidupan.”

dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp. A.I.(K), MSi.Med

Spesialis THT, Konsultan Alergi Imunologi di RS Columbia Asia Semarang

Buat Janji dengan Dokter THT

Untuk memastikan kesehatan THT anak Anda, penting untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis. Anda dapat dengan mudah membuat janji dengan dr. Yanuar Iman Santosa, Sp. T.H.T.B.K.L., Subsp. A.I.(K), MSi Med, yang berpraktik di RS Columbia Asia Semarang. 

Segera Periksa Anak Anda

Contact us

Call Us

024 7629999

Our Location

Jl. Siliwangi No.143, Kalibanteng Kulon, Kec. Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah 50145