Kondisi Saya Keluhan THT Cek Gejala Praktik Spesialis Tentang Artikel Booking Sekarang
Link disalin!
dr. Yanuar
Ditulis & Ditinjau oleh
dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.A.I.(K), M.Si.Med
Spesialis THT & Subspesialis Alergi-Imunologi · RS Columbia Asia Semarang · Diperbarui: 03 October 2026

Diterbitkan · Terakhir diperbarui

Apa Itu Abses Retrofaring dan Parafaring?

Abses retrofaring adalah infeksi bakteri yang menyebabkan terbentuknya kantong berisi nanah di ruang belakang tenggorokan, tepatnya di antara otot tenggorokan dan selaput pembungkusnya. Parafaring adalah ruang yang terletak di samping tenggorokan, dan infeksi di sini menimbulkan gejala serupa dengan risiko sama serius. Kedua kondisi ini adalah kedaruratan medis yang dapat mengancam nyawa jika tidak ditangani dengan cepat.

Infeksi dimulai dari proses peradangan yang tidak tertangani baik, misalnya dari radang amandel atau radang laring. Seiring waktu, bakteri berkembang biak dan terkumpul menjadi kantong nanah. Lokasi ini sangat dekat dengan jalan napas dan pembuluh darah besar, sehingga komplikasi dapat terjadi dengan cepat dan mengancam.

Tanda-Tanda Bahaya yang Perlu Dikenali

Pengenalan dini adalah kunci untuk mencegah komplikasi fatal. Berikut tanda-tanda yang memerlukan tindakan segera ke rumah sakit:

  • Kesulitan menelan (disfagia) – rasa nyeri hebat saat menelan, bahkan air liur pun sulit ditelan
  • Suara berubah – terdengar parau atau serak, seolah ada bola di tenggorokan
  • Nyeri tenggorokan yang parah – tidak hilang meski sudah minum obat nyeri biasa, bertambah buruk
  • Demam tinggi – biasanya lebih dari 38,5°C, tidak responsif terhadap penurun demam
  • Pembengkakan leher asimetris – tonjolan lunak pada salah satu sisi leher
  • Kesulitan bernapas – napas pendek, berbunyi, atau terengah-engah
  • Air liur berlebihan – tidak bisa menahan air liur karena nyeri menelan
  • Leher kaku – susah menggerakkan leher atau membungkuk
  • Perubahan kesadaran – kebingungan atau mengantuk berlebihan, tanda infeksi menyebar

Pertolongan Pertama: Yang Harus dan Yang Jangan Dilakukan

Yang Harus Dilakukan dengan Segera

  • Pergi ke rumah sakit atau IGD tanpa menunda – jangan mencoba mengobati sendiri di rumah.
  • Istirahat penuh – hindari aktivitas berat, tidur dengan posisi kepala lebih tinggi agar tidak sesak napas.
  • Kompres dingin – letakkan handuk dingin (bukan es langsung) di area leher selama 15–20 menit, beberapa kali sehari, untuk mengurangi pembengkakan sementara.
  • Minum cairan ringan – tetap terhidrasi dengan air hangat, jus encer, atau kaldu yang tidak terlalu panas.
  • Catat gejala – perhatikan waktu mulai gejala, demam, perubahan suara, untuk informasi dokter.

Yang Dilarang Dilakukan

  • Jangan memencet atau menekan area bengkak – risiko abses pecah dan infeksi menyebar ke seluruh tubuh (sepsis).
  • Jangan menunggu sampai abses pecah sendiri – tidak ada jaminan nanah keluar dengan aman; sebaliknya, infeksi makin parah.
  • Jangan hanya minum antibiotik tanpa periksa dokter – antibiotik oral sering tidak cukup menjangkau kantong nanah yang terlokalisir; perlu drainase langsung.
  • Jangan berkumur kuat-kuat – dapat menyebabkan abses bergerak atau pecah tidak terkontrol.
  • Jangan menunda karena “sudah minum antibiotik” – infeksi dapat membumbung dalam hitungan jam.

Penanganan di Fasilitas Kesehatan

Di rumah sakit, dokter THT-KL melakukan pemeriksaan fisik langsung dan tes pencitraan (CT scan atau USG leher) untuk memastikan diagnosis dan ukuran abses. Penanganan meliputi pemberian antibiotik melalui infus dan, jika diperlukan, tindakan drainase (pengeluaran nanah) melalui jarum aspirasi atau prosedur bedah kecil di bawah bius lokal atau umum.

Waktu respons medis sangat menentukan. Semakin cepat diobati, semakin baik hasilnya dan semakin kecil risiko komplikasi seperti penyebaran infeksi ke dada, pembekuan darah di pembuluh, atau sepsis.

Pencegahan

Pencegahan terbaik adalah mengenali dan mengobati infeksi tenggorokan dengan baik sejak awal. Jika mengalami radang amandel atau radang laring, konsultasi dengan dokter THT untuk tatalaksana yang tepat jangan dibiarkan berkembang. Menjaga kebersihan mulut, hindari trauma di area tenggorokan, dan imunitas tubuh yang baik turut membantu memperkecil risiko infeksi serius.

FAQ

Apakah abses retrofaring selalu perlu operasi?
Tidak selalu. Jika terdeteksi dini dan abses masih kecil, antibiotik intravena yang diberikan di rumah sakit mungkin cukup. Namun, jika abses besar atau pasien tidak membaik dalam 24–48 jam, drainase atau tindakan bedah menjadi perlu untuk mencegah komplikasi.

Berapa lama waktu penyembuhan setelah drainase?
Waktu pemulihan bervariasi antar pasien. Sebagian membaik dalam beberapa hari setelah drainasi, namun umumnya perlu rawat inap 3–5 hari dan pemantauan lanjutan beberapa minggu untuk memastikan tidak ada kambuh.

Bagaimana membedakan abses dengan sakit tenggorokan biasa?
Sakit tenggorokan biasa hilang dalam 3–5 hari, sedangkan abses menyebabkan nyeri yang terus memburuk, disertai demam tinggi, kesulitan menelan, dan pembengkakan leher yang jelas. Jika gejala tidak membaik dalam 2–3 hari atau makin berat, jangan ragu langsung ke dokter.

Apakah abses retrofaring menular?
Abses itu sendiri tidak menular, tetapi bakteri penyebabnya (misalnya dari radang amandel) dapat menular lewat percikan air liur. Selama menjalani penanganan, hindari kontak dekat dengan orang lain untuk mengurangi risiko penyebaran infeksi.

Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan atau konsultasi medis langsung. Hasil dan penanganan tiap pasien berbeda.

Konsultasi Spesialis THT di Semarang

Punya keluhan serupa? dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.THT-KL, Subsp. AI(K) berpraktik di RS Columbia Asia Semarang. Buat janji online via WhatsApp.

Buat Janji via WhatsApp

Lihat Juga

dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L.

Ditulis & ditinjau oleh dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.A.I. (K), M.Si.Med.

Dokter Spesialis THT (Telinga Hidung Tenggorok) & Konsultan Alergi-Imunologi · Semarang

Praktik di RS Columbia Asia Semarang dan RS Nasional Diponegoro, menangani keluhan THT umum hingga kasus alergi kompleks yang memerlukan penanganan subspesialis Konsultan Alergi-Imunologi.

Lihat profil lengkap & jadwal praktik dokter THT Semarang →