Kondisi Saya Keluhan THT Cek Gejala Praktik Spesialis Tentang Artikel Booking Sekarang
Link disalin!
dr. Yanuar
Ditulis & Ditinjau oleh
dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.A.I.(K), M.Si.Med
Spesialis THT & Subspesialis Alergi-Imunologi · RS Columbia Asia Semarang · Diperbarui: 07 October 2026

Diterbitkan · Terakhir diperbarui

Apa Itu Karsinoma Telinga?

Karsinoma telinga adalah kanker ganas yang terbentuk pada jaringan telinga luar (aurikel) atau saluran telinga (liang telinga yang menghubungkan telinga luar ke telinga tengah). Penyakit ini termasuk kelompok kanker kepala dan leher yang membutuhkan penanganan medis serius. Jenis kanker ini paling sering berasal dari sel-sel kulit yang melapisi permukaan telinga luar dan saluran telinga, dikenal sebagai karsinoma sel skuamosa. Karsinoma telinga dapat tumbuh secara lokal, menembus jaringan tulang di sekitarnya, dan berpotensi menyebar ke kelenjar getah bening atau jaringan yang lebih jauh jika tidak ditangani sejak dini.

Tanda dan Gejala

Karsinoma telinga berkembang secara perlahan-lahan, dan gejala awal sering ringan sehingga mudah terlewatkan. Penting untuk mengenali tanda-tanda yang mungkin muncul, terutama jika berlangsung lebih dari dua minggu:

  • Perubahan kulit di telinga berupa benjolan, koreng, atau luka yang tidak kunjung sembuh meski telah dirawat
  • Keluarnya cairan dari telinga, kadang bercampur darah atau berbau tidak sedap
  • Nyeri pada telinga atau sekitarnya yang tidak hilang dengan obat biasa
  • Pendengaran berkurang atau sensasi penuh di salah satu telinga
  • Kulit telinga yang menumpuk, berubah warna, atau berkerak terus-menerus
  • Benjolan teraba di atau sekitar telinga yang semakin membesar

Beberapa pasien juga dapat mengalami telinga berdenging (tinnitus) atau ketidaknyamanan yang tidak jelas di area telinga. Jika salah satu gejala ini berlangsung lebih dari dua minggu, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorok (THT).

Penyebab dan Faktor Risiko

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang mengembangkan karsinoma telinga:

  • Paparan sinar matahari kronis – Radiasi ultraviolet (UV) dari sinar matahari, terutama pada orang yang sering berada di luar ruangan tanpa perlindungan, adalah faktor risiko utama.
  • Usia – Lebih sering terjadi pada orang berusia di atas 60 tahun, meskipun dapat terjadi pada usia lebih muda.
  • Jenis kelamin – Frekuensi lebih tinggi pada laki-laki.
  • Infeksi telinga kronis – Kondisi seperti otitis media kronis atau kolesteatoma (pertumbuhan kulit abnormal di telinga tengah) dapat meningkatkan risiko.
  • Riwayat paparan radiasi – Terapi radiasi sebelumnya pada area kepala atau leher meningkatkan risiko kanker di kemudian hari.
  • Merokok dan konsumsi alkohol – Kebiasaan ini dapat meningkatkan kerentanan terhadap keganasan.
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah – Kondisi imunosupresi atau penyakit autoimun meningkatkan risiko kanker.

Penting diketahui bahwa memiliki satu atau lebih faktor risiko tidak berarti seseorang pasti akan mengembangkan kanker telinga. Kesadaran terhadap faktor-faktor ini membantu dalam upaya pencegahan dan deteksi dini yang lebih agresif.

Cara Diagnosis

Diagnosis dimulai dengan pemeriksaan klinis oleh dokter spesialis THT. Dokter akan melihat telinga secara cermat menggunakan otoskop (alat pemeriksaan khusus) dan meraba area sekitar telinga untuk mencari kelainan. Jika dicurigai adanya keganasan, dokter akan melakukan biopsi—mengambil sampel jaringan kecil untuk diperiksa di bawah mikroskop guna mengkonfirmasi diagnosis kanker dan menentukan jenisnya.

Setelah diagnosis dikonfirmasi, pemeriksaan lanjutan seperti CT scan atau MRI dilakukan untuk menentukan ukuran tumor, kedalaman penyusupan ke jaringan sekitar, dan apakah kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening. Pemeriksaan komprehensif ini penting untuk menentukan stadium penyakit dan merencanakan strategi pengobatan yang paling sesuai.

Penanganan

Penanganan karsinoma telinga disesuaikan dengan stadium penyakit, jenis kanker, dan kondisi kesehatan umum pasien. Pilihan penanganan meliputi:

  • Operasi – Tindakan bedah untuk mengangkat tumor dan jaringan sekitar yang terkena, serta kelenjar getah bening yang mungkin terlibat. Rekonstruksi telinga dapat dilakukan setelahnya jika diperlukan.
  • Radioterapi – Penggunaan sinar radiasi berdaya tinggi untuk membunuh sel kanker, sering digunakan setelah operasi atau sebagai pengobatan utama pada kasus tertentu.
  • Kemoterapi – Obat anti-kanker yang bekerja secara sistemik di seluruh tubuh, umumnya digunakan pada kasus yang telah menyebar atau sebagai pendamping terapi lain.
  • Kombinasi terapi – Strategi gabungan sering diperlukan untuk hasil yang optimal, terutama pada kasus stadium lanjut.

Dokter akan menjelaskan rincian rencana pengobatan, manfaat, efek samping yang mungkin, dan waktu pemulihan agar pasien dapat membuat keputusan yang tepat bersama keluarga.

Komplikasi dan Prognosis

Jika tidak ditangani, karsinoma telinga dapat menyebar ke tulang temporal, saraf wajah, atau kelenjar getah bening yang lebih jauh. Prognosis bergantung pada stadium kanker saat diagnosis, jenis histologi, respons terhadap pengobatan, dan kondisi kesehatan pasien. Deteksi dini umumnya memberikan prognosis yang lebih baik dibandingkan diagnosis pada stadium lanjut. Hasil pengobatan bervariasi pada setiap pasien.

Kapan Harus Ke Dokter

Konsultasikan dengan dokter spesialis THT segera jika Anda mengalami:

  • Luka atau benjolan di telinga yang tidak sembuh lebih dari dua minggu
  • Keluarnya darah atau cairan asing dari telinga secara berulang
  • Nyeri telinga yang persisten tanpa sebab yang jelas
  • Perubahan kulit atau penampilan telinga yang mencurigakan atau progresif

Jangan menunda pemeriksaan jika ada kecurigaan. Deteksi dini sangat berpengaruh pada keberhasilan penanganan dan kualitas hidup pasien setelah pengobatan.

FAQ

Apakah karsinoma telinga selalu fatal?
Karsinoma telinga adalah kanker ganas yang memerlukan penanganan serius, namun tidak selalu fatal. Hasil pengobatan bergantung pada stadium saat diagnosis, jenis kanker, dan respons individual pasien. Deteksi dini dan penanganan yang tepat meningkatkan peluang hasil yang lebih baik secara signifikan.

Berapa lama seseorang terkena kanker telinga sebelum gejala muncul?
Karsinoma telinga berkembang perlahan-lahan, dan waktu dari awal terbentuk hingga gejala terasa dapat bervariasi dari berbulan-bulan hingga beberapa tahun. Itulah mengapa paparan sinar matahari tanpa perlindungan bertahun-tahun meningkatkan risiko. Gunakan tabir surya dan topi saat di luar ruangan dalam waktu lama untuk mengurangi risiko.

Apakah semua benjolan di telinga adalah kanker?
Tidak. Ada banyak kondisi jinak seperti tumor jinak, kista, atau keratosis yang dapat menyebabkan benjolan di telinga. Hanya pemeriksaan dokter dan biopsi yang dapat menentukan sifat benjolan tersebut. Jangan panik, namun jangan pula menunda pemeriksaan medis untuk memastikan diagnosis yang tepat.

Bisakah karsinoma telinga dicegah?
Pencegahan fokus pada mengurangi faktor risiko: hindari paparan matahari berlebihan dengan menggunakan topi dan tabir surya, berhenti merokok, menangani infeksi telinga dengan baik, dan menjaga sistem kekebalan tubuh tetap sehat. Pemeriksaan rutin ke dokter THT terutama jika ada faktor risiko juga membantu deteksi dini.

Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan atau konsultasi medis langsung. Hasil dan penanganan tiap pasien berbeda.

Konsultasi Spesialis THT di Semarang

Punya keluhan serupa? dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.THT-KL, Subsp. AI(K) berpraktik di RS Columbia Asia Semarang. Buat janji online via WhatsApp.

Buat Janji via WhatsApp

Lihat Juga

dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L.

Ditulis & ditinjau oleh dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.A.I. (K), M.Si.Med.

Dokter Spesialis THT (Telinga Hidung Tenggorok) & Konsultan Alergi-Imunologi · Semarang

Praktik di RS Columbia Asia Semarang dan RS Nasional Diponegoro, menangani keluhan THT umum hingga kasus alergi kompleks yang memerlukan penanganan subspesialis Konsultan Alergi-Imunologi.

Lihat profil lengkap & jadwal praktik dokter THT Semarang →