
Otitis media adalah peradangan atau infeksi pada telinga tengah — ruang udara kecil di belakang gendang telinga. Ini adalah salah satu alasan paling sering anak-anak dibawa ke dokter, dan bisa menyebabkan nyeri telinga, demam, serta gangguan pendengaran sementara.
Halaman ini adalah panduan lengkap otitis media — dari definisi, jenis, gejala, penyebab, hingga pengobatan dan kapan harus ke dokter THT. Semua informasi ditulis oleh dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., dokter spesialis THT di Semarang.
Apa Itu Otitis Media?
Otitis media (disingkat OM) adalah kondisi ketika telinga tengah mengalami peradangan, infeksi, atau penumpukan cairan. Telinga tengah adalah ruang berisi udara di belakang gendang telinga, tempat tiga tulang kecil (maleus, inkus, stapes) bertugas menghantarkan getaran suara ke telinga dalam.
Ketika saluran Eustachius (penghubung telinga tengah dengan bagian belakang hidung) tersumbat akibat infeksi atau alergi, cairan bisa menumpuk dan menjadi tempat berkembangnya bakteri atau virus.
Jenis-Jenis Otitis Media
1. Otitis Media Akut (OMA)
Otitis media akut adalah infeksi telinga tengah yang terjadi tiba-tiba, biasanya dipicu oleh infeksi saluran napas atas (pilek, flu). Gejalanya meliputi nyeri telinga mendadak, demam, dan anak menjadi rewel. Pada beberapa kasus, gendang telinga bisa pecah sehingga keluar cairan.
Baca lebih lanjut: Otitis Media Akut pada Anak: Gejala, Cairan Telinga, dan Kapan Harus ke Dokter
2. Otitis Media Efusi (OME / Glue Ear)
Otitis media efusi atau glue ear terjadi ketika cairan menumpuk di telinga tengah tanpa gejala infeksi aktif. Tidak ada nyeri atau demam, tapi pendengaran menurun. Kondisi ini sering tidak disadari karena gejalanya halus — anak mungkin tampak “tidak mendengar” atau lambat bicara.
Baca lebih lanjut: Cairan di Telinga Anak: Beda OMA dan OME yang Perlu Diketahui Orang Tua
3. Otitis Media Kronik Supuratif (OMSK)
OMSK adalah infeksi telinga tengah yang berlangsung lebih dari 2 bulan, ditandai dengan keluarnya cairan dari telinga (otore) melalui lubang di gendang telinga (perforasi). Ini adalah komplikasi jangka panjang yang perlu penanganan khusus.
Gejala Otitis Media yang Perlu Diwaspadai
Gejala bervariasi tergantung jenis dan usia pasien:
| Gejala | OMA (Akut) | OME (Efusi) |
|---|---|---|
| Nyeri telinga mendadak | Ya (sering) | Tidak |
| Demam | Ya | Tidak |
| Cairan keluar dari telinga | Kadang (jika gendang pecah) | Tidak |
| Gangguan pendengaran | Ya | Ya (gejala utama) |
| Anak rewel / susah tidur | Ya | Kadang |
| Bicara terlambat | Tidak | Bisa (jika lama) |
Pada Bayi dan Anak Kecil
Bayi tidak bisa menyampaikan nyeri telinga. Waspadai tanda tidak langsung: menarik-narik telinga, tidak merespons panggilan, gangguan tidur, rewel berlebihan setelah pilek, dan demam tanpa sebab jelas.
Penyebab Otitis Media
Bakteri dan Virus
Penyebab paling sering adalah bakteri Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae, dan Moraxella catarrhalis. Infeksi virus (RSV, rhinovirus) seringkali menjadi pemicu awal yang kemudian diikuti infeksi bakteri sekunder.
Faktor Risiko
- Usia 6 bulan – 2 tahun: saluran Eustachius lebih pendek dan horizontal, mudah tersumbat
- Riwayat pilek berulang atau alergi: peradangan hidung menyumbat saluran Eustachius
- Paparan asap rokok: meningkatkan risiko hingga 2–3 kali
- Penitipan anak (daycare): paparan virus lebih sering
- Tidak ASI eksklusif: ASI mengandung antibodi pelindung
- Adenoid membesar: menyumbat muara saluran Eustachius
Cairan di Telinga Tengah: Apa Artinya?
Cairan di belakang gendang telinga adalah tanda utama otitis media efusi. Cairan ini bisa jernih, kuning kental seperti lem (glue ear), atau bernanah (pada OMA). Tidak semua cairan telinga berarti infeksi aktif — kadang cairan sisa bisa bertahan berminggu-minggu setelah OMA sembuh.
Baca: Cairan di Belakang Gendang Telinga: Bahaya atau Tidak?
Baca: Kenapa Telinga Anak Berisi Cairan? Penjelasan Dokter THT
Diagnosis Otitis Media
Dokter mendiagnosis otitis media melalui:
- Otoskopi: melihat langsung gendang telinga dengan alat khusus. Gendang merah menonjol menandakan OMA; gendang keruh/retraksi dengan gelembung cairan di belakangnya menandakan OME.
- Tympanometri: mengukur kekakuan gendang telinga dan membuktikan adanya cairan. Pemeriksaan ini tidak menyakitkan dan bisa dilakukan pada bayi.
- Audiometri: mengukur tingkat gangguan pendengaran, terutama pada OME yang sudah lama.
Pengobatan Otitis Media
OMA: Antibiotik atau Tunggu Dulu?
Banyak kasus OMA ringan pada anak di atas 2 tahun bisa sembuh sendiri dalam 48–72 jam tanpa antibiotik. Pendekatan ini disebut watchful waiting. Antibiotik diberikan jika:
- Usia di bawah 6 bulan
- OMA bilateral (kedua telinga)
- Gejala berat: nyeri hebat, demam >39°C
- Tidak membaik dalam 48–72 jam
- Cairan keluar dari telinga
OME: Kapan Butuh Operasi?
OME pada anak-anak sering sembuh sendiri dalam 3 bulan. Bila tidak, dokter mungkin merekomendasikan pemasangan ventilation tube (grommet) — prosedur singkat di bawah anestesi umum untuk mengalirkan cairan dan menjaga telinga tengah tetap kering.
Baca: OME Berulang: Kapan Perlu Pasang Grommet?
Baca: Apakah Cairan Telinga Harus Dioperasi? Ini Penjelasannya
Komplikasi yang Perlu Diwaspadai
OMA yang tidak ditangani dengan baik bisa berkembang menjadi komplikasi serius:
- Perforasi gendang telinga: lubang permanen yang perlu perbaikan (timpanoplasti)
- Mastoiditis: infeksi tulang mastoid di belakang telinga — ditandai pembengkakan dan kemerahan di belakang daun telinga
- Gangguan pendengaran permanen: terutama bila OME tidak tertangani dalam jangka panjang pada anak yang sedang belajar bicara
- Kolesteatoma: pertumbuhan jaringan kulit abnormal di telinga tengah yang bisa merusak tulang-tulang pendengaran
FAQ: Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah otitis media menular?
Otitis media sendiri tidak menular. Tapi infeksi virus atau bakteri yang memicunya (pilek, flu) bisa menular ke orang lain. Menjaga kebersihan tangan dan menghindari paparan asap rokok membantu mengurangi risiko.
Berapa lama OMA sembuh?
Gejala nyeri dan demam biasanya membaik dalam 2–3 hari. Cairan di telinga tengah bisa bertahan 2–6 minggu meski infeksinya sudah sembuh. Bila lebih dari 3 bulan, perlu evaluasi ulang oleh dokter THT.
Apakah anak dengan OMA boleh berenang?
Bila gendang telinga utuh dan tidak ada cairan keluar, berenang umumnya aman. Namun bila ada perforasi atau sedang pasca pemasangan grommet, air tidak boleh masuk ke telinga. Konsultasikan dulu dengan dokter THT.
Apa bedanya OMA dan OME?
OMA adalah infeksi aktif dengan gejala (nyeri, demam, rewel). OME adalah cairan di telinga tengah tanpa infeksi aktif — gejalanya hanya gangguan pendengaran, sering tidak disadari. Keduanya membutuhkan penanganan berbeda.
Apakah otitis media bisa menyebabkan ketulian?
OMA menyebabkan gangguan pendengaran sementara yang biasanya pulih setelah sembuh. OME yang tidak ditangani dalam jangka panjang — terutama pada anak usia belajar bicara — bisa memengaruhi perkembangan bahasa. Ketulian permanen jarang terjadi bila ditangani tepat waktu.
Kapan Harus ke Dokter THT?
Segera ke dokter bila:
- Nyeri telinga disertai demam tinggi pada anak di bawah 2 tahun
- Cairan kuning/kehijauan keluar dari telinga
- Gejala tidak membaik setelah 2–3 hari pengobatan
- Anak tampak tidak merespons suara dengan baik
- Ada pembengkakan di belakang daun telinga
- OMA sudah berulang 3 kali atau lebih dalam setahun
Lihat panduan lengkap: Kapan Harus ke Dokter THT? Panduan untuk Pasien
Artikel ini ditulis oleh dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., dokter spesialis Telinga Hidung Tenggorokan di Semarang. Informasi di sini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi medis langsung.