
Tidak semua keluhan THT perlu ke dokter spesialis — tetapi beberapa tanda peringatan tidak boleh diabaikan. Panduan ini membantu Anda memahami kapan gejala yang dialami perlu dievaluasi lebih lanjut oleh dokter THT-KL.
Tanda yang Perlu Segera Dievaluasi
Telinga
- Gangguan pendengaran mendadak (dalam 24–72 jam)
- Nyeri telinga yang tidak membaik dalam 2–3 hari
- Cairan keluar dari telinga (terutama jika berbau atau berdarah)
- Telinga berdenging (tinnitus) terus-menerus, terutama jika hanya satu sisi
- Vertigo berat yang berulang
- Bayi tidak bereaksi terhadap suara keras
Hidung
- Pilek atau hidung tersumbat lebih dari 10–14 hari
- Nyeri wajah/kepala berat yang tidak membaik
- Mimisan yang tidak berhenti dalam 20 menit atau terjadi berulang
- Kehilangan penciuman mendadak
- Benjolan atau massa di hidung atau sekitar hidung
Tenggorokan & Amandel
- Nyeri tenggorokan disertai demam tinggi dan bercak putih di amandel
- Kesulitan menelan atau membuka mulut
- Suara serak lebih dari 3 minggu
- Infeksi amandel berulang (lebih dari 5 kali setahun)
- Mendengkur keras disertai henti napas saat tidur (sleep apnea)
Khusus Anak
- Keterlambatan bicara yang tidak sesuai usia (lihat panduan perkembangan bicara)
- Sering mendengar dengan volume keras, atau tidak merespons panggilan
- Infeksi telinga berulang
- Amandel membesar hingga mengganggu makan atau tidur
- Hasil skrining OAE REFER pada bayi baru lahir
Tidak Semua Kasus Butuh Spesialis THT
Keluhan ringan seperti pilek biasa (flu) yang membaik dalam seminggu, sakit tenggorokan tanpa demam tinggi, atau bersin pagi hari yang tidak mengganggu aktivitas, umumnya dapat ditangani dengan istirahat, hidrasi cukup, dan obat bebas sesuai anjuran apoteker.
Namun jika gejala berlangsung lebih dari 2 minggu, berulang, atau disertai tanda-tanda di atas, evaluasi oleh dokter spesialis THT-KL dapat membantu menemukan penyebab dan rencana tata laksana yang tepat.
Apa yang Terjadi Saat Konsultasi THT?
Pada kunjungan pertama, dokter THT-KL umumnya akan melakukan:
- Anamnesis lengkap (riwayat gejala, pola, faktor pemicu)
- Pemeriksaan fisik THT dengan alat khusus (otoskop, rinoskopi, laringoskopi bila perlu)
- Pemeriksaan penunjang jika diperlukan (audiometri, CT scan, skin prick test)
- Penjelasan diagnosis dan pilihan tata laksana
Artikel ini bersifat edukatif dan bukan panduan diagnosis mandiri. Untuk evaluasi yang tepat, konsultasikan keluhan Anda dengan dokter.
Baca Juga
- Gangguan Pendengaran — Tanda Awal yang Sering Diabaikan
- Tinnitus: Penyebab dan Cara Mengelolanya
- Mendengkur Keras: Kapan Tanda Sleep Apnea?
- Dokter THT Anak Semarang — dr. Yanuar