Kondisi Saya Keluhan THT Cek Gejala Praktik Spesialis Tentang Artikel Booking Sekarang
Link disalin!
dr. Yanuar
Ditulis & Ditinjau oleh
dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.A.I.(K), M.Si.Med
Spesialis THT & Subspesialis Alergi-Imunologi · RS Columbia Asia Semarang · Diperbarui: 20 May 2026

Orang tua sering kaget saat dokter bilang ada cairan di telinga anak. Apa penyebabnya? Apakah ini serius? Perlu dioperasi tidak? Semua jawaban ada di sini.

Kenapa Bisa Ada Cairan di Telinga Anak?

Anak-anak lebih rentan terkena cairan di telinga dibanding orang dewasa karena satu alasan anatomi penting: saluran Eustachius anak lebih pendek, lebih horizontal, dan lebih lembek.

Saluran Eustachius adalah “pipa” kecil yang menghubungkan telinga tengah dengan bagian belakang hidung. Fungsinya adalah menjaga tekanan dan mengalirkan lendir dari telinga tengah ke tenggorokan. Ketika saluran ini tersumbat — karena pilek, alergi, atau pembesaran adenoid — cairan mulai menumpuk di telinga tengah.

Penyebab Paling Umum

  1. Sisa infeksi saluran napas atas (pilek/flu) — penyebab #1. Setelah pilek, cairan bisa bertahan di telinga tengah selama berminggu-minggu meski hidung sudah tidak meler.
  2. Alergi hidung (rinitis alergi) — peradangan kronis pada hidung menyebabkan saluran Eustachius terus-menerus bengkak dan tersumbat.
  3. Adenoid membesar — adenoid yang besar menyumbat muara saluran Eustachius dari sisi hidung. Anak yang mendengkur keras saat tidur perlu dievaluasi adenoidnya.
  4. Paparan asap rokok — meningkatkan risiko OME hingga 2–3 kali lipat.
  5. Infeksi telinga tengah berulang (OMA) — setiap episode OMA meninggalkan risiko cairan sisa.

Tanda Anak Mungkin Ada Cairan di Telinganya

Yang membuat OME (otitis media efusi) sulit terdeteksi adalah: tidak ada nyeri dan tidak ada demam. Ini “penyakit diam” yang sering baru ketahuan saat anak tampak tidak mendengar dengan baik.

Perhatikan tanda-tanda ini:

  • Sering bilang “hah?” atau minta orang lain mengulang ucapannya
  • Volume TV selalu dinaikkan
  • Tidak merespons saat dipanggil dari jarak normal
  • Di sekolah tampak tidak fokus atau tidak mendengar instruksi guru
  • Perkembangan bicara tertinggal dibanding teman seusianya
  • Sering memiringkan kepala saat mendengarkan

Apakah Berbahaya untuk Perkembangan Anak?

OME yang berlangsung singkat (kurang dari 3 bulan) umumnya tidak berbahaya. Masalah muncul bila cairan bertahan lama:

  • Gangguan pendengaran ringan-sedang yang memengaruhi kemampuan belajar
  • Keterlambatan bicara dan bahasa pada anak usia 1–3 tahun yang sedang dalam fase kritis perkembangan bahasa
  • Perubahan perilaku: anak bisa tampak tidak fokus, tidak mau mendengar, atau dianggap “bandel” padahal masalahnya di pendengarannya

Inilah alasan mengapa OME pada anak usia di bawah 3 tahun perlu dipantau lebih ketat.

Berapa Lama Cairan Bisa Bertahan?

Data riset menunjukkan:

  • 50% kasus OME sembuh dalam 4 minggu
  • 75% sembuh dalam 3 bulan
  • 25% kasus berlanjut lebih dari 3 bulan dan membutuhkan evaluasi lebih lanjut

Apa yang Dilakukan Dokter?

Bila dokter menemukan cairan di telinga anak, biasanya prosedurnya:

  1. Watchful waiting 4–12 minggu (bila tidak ada gangguan pendengaran signifikan)
  2. Atasi penyebabnya: obati rinitis alergi, sarankan menghindari asap rokok
  3. Audiometri: cek apakah ada gangguan pendengaran
  4. Bila > 3 bulan atau ada gangguan pendengaran: pertimbangkan pemasangan ventilation tube (grommet)

Baca lebih lanjut: Cairan di Belakang Gendang Telinga: Bahaya atau Tidak?

Baca lebih lanjut: OME Berulang: Kapan Perlu Pasang Grommet?

Baca lebih lanjut: Otitis Media: Panduan Lengkap


Ditulis oleh dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L. — Dokter Spesialis THT Semarang. Artikel ini bersifat edukatif, bukan pengganti konsultasi medis langsung.