Kondisi Saya Keluhan THT Cek Gejala Praktik Spesialis Tentang Artikel Booking Sekarang
Link disalin!
dr. Yanuar
Ditulis & Ditinjau oleh
dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.A.I.(K), M.Si.Med
Spesialis THT & Subspesialis Alergi-Imunologi · RS Columbia Asia Semarang · Diperbarui: 19 May 2026

Jika anak Anda sudah beberapa kali didiagnosis OME (cairan di telinga tanpa infeksi) dan dokter menyebut kemungkinan pemasangan grommet atau ventilation tube, wajar jika muncul banyak pertanyaan. Apa itu grommet? Apakah benar-benar diperlukan? Bagaimana prosesnya?

Apa Itu Grommet?

Grommet (juga disebut tympanostomy tube atau ventilation tube) adalah tabung kecil berbentuk seperti kancing yang dipasang di gendang telinga. Fungsinya menggantikan peran tuba Eustachius yang tidak bekerja optimal — yaitu menjaga sirkulasi udara di telinga tengah dan mencegah penumpukan cairan.

Kapan Grommet Dipertimbangkan?

Tidak semua OME perlu grommet. Banyak kasus OME sembuh sendiri dalam 3 bulan. Grommet umumnya dipertimbangkan jika:

  • OME bertahan lebih dari 3 bulan di kedua telinga
  • Disertai gangguan pendengaran ≥25-30 dB yang memengaruhi perkembangan bicara atau prestasi belajar
  • OME berulang — sering kambuh meski sudah membaik
  • Ada keterlambatan bicara atau bahasa yang berkaitan dengan gangguan dengar akibat OME
  • Terdapat perubahan struktural gendang telinga (atrofi, retraksi) akibat tekanan negatif kronik

Bagaimana Prosedur Grommet?

  1. Dilakukan di kamar operasi dengan anestesi umum singkat (biasanya 15-20 menit)
  2. Dokter THT-KL membuat lubang kecil di gendang telinga (myringotomy)
  3. Cairan di telinga tengah dikeluarkan
  4. Grommet dipasang di lubang tersebut untuk menjaga ventilasi

Grommet biasanya bertahan 6-12 bulan sebelum lepas sendiri dan lubang gendang telinga menutup kembali secara alami.

Apa yang Diharapkan Setelah Pemasangan?

  • Pendengaran umumnya membaik segera setelah cairan terevakuasi
  • Risiko otitis media akut berulang berkurang
  • Perkembangan bicara dapat terkejar jika sebelumnya terhambat akibat gangguan dengar

Apakah Ada Risiko?

Seperti semua prosedur medis, grommet memiliki kemungkinan komplikasi — meskipun jarang:

  • Keluar cairan dari telinga pasca pemasangan (otorrhoea) — umumnya ringan dan dapat ditangani
  • Grommet lepas terlalu cepat atau menetap terlalu lama
  • Bekas lubang kecil di gendang telinga setelah grommet lepas (umumnya menutup sendiri)

Keputusan untuk memasang grommet adalah keputusan bersama antara dokter dan orang tua, dengan mempertimbangkan manfaat dan risiko secara individual.

Peran Adenoid

Pada anak yang sering mengalami OME, dokter mungkin juga mengevaluasi kondisi adenoid (kelenjar di belakang hidung). Adenoid yang membesar dapat menyumbat muara tuba Eustachius dan berkontribusi pada OME berulang. Dalam kondisi tertentu, pengangkatan adenoid (adenoidektomi) dilakukan bersamaan dengan pemasangan grommet.

Artikel ini bersifat edukatif. Keputusan klinis mengenai grommet memerlukan evaluasi menyeluruh oleh dokter THT-KL, termasuk pemeriksaan audiometri dan timpanometri.

Baca Juga