Kondisi Saya Keluhan THT Cek Gejala Praktik Spesialis Tentang Artikel Booking Sekarang
Link disalin!
dr. Yanuar
Ditulis & Ditinjau oleh
dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.A.I.(K), M.Si.Med
Spesialis THT & Subspesialis Alergi-Imunologi · RS Columbia Asia Semarang · Diperbarui: 20 May 2026

“Dok, harus dioperasi tidak?” — ini salah satu pertanyaan yang paling sering dokter THT terima dari orang tua yang anaknya didiagnosis ada cairan di telinga. Jawabannya: tidak selalu. Artikel ini menjelaskan kapan perlu operasi dan kapan cukup dipantau.

Cairan Telinga: Kondisinya Bukan Satu

Pertama, penting untuk tahu bahwa “cairan di telinga” bisa berarti beberapa kondisi berbeda dengan penanganan yang berbeda pula:

  • Otitis Media Akut (OMA): infeksi aktif, biasanya perlu antibiotik (bukan operasi)
  • Otitis Media Efusi (OME): cairan tanpa infeksi aktif — ini yang paling sering diperdebatkan soal operasi atau tidak
  • OMSK (Otitis Media Supuratif Kronik): infeksi lama dengan gendang telinga berlubang — mungkin perlu operasi rekonstruksi

Yang paling sering ditanya adalah OME.

Kapan OME TIDAK Perlu Operasi?

Mayoritas kasus OME sembuh sendiri tanpa operasi, terutama bila:

  • Cairan baru ditemukan (kurang dari 3 bulan)
  • Hanya terjadi di satu telinga
  • Tidak ada gangguan pendengaran signifikan
  • Perkembangan bicara anak normal
  • Tidak ada OMA berulang

Dalam kondisi ini, dokter akan menyarankan watchful waiting — dipantau 4–12 minggu sambil mengobati penyebab (alergi, pilek berulang) dan memastikan paparan asap rokok dihilangkan.

Kapan Perlu Pertimbangkan Operasi (Pemasangan Grommet)?

Dokter THT akan merekomendasikan pemasangan ventilation tube (grommet) bila:

  • Cairan bertahan > 3 bulan di kedua telinga, dan ada gangguan pendengaran ≥ 25–30 dB
  • OMA berulang ≥ 3 kali dalam 6 bulan atau ≥ 4 kali dalam setahun
  • OME menyebabkan keterlambatan bicara pada anak usia di bawah 3 tahun
  • Ada perubahan pada gendang telinga (retraksi parah, cholesteatoma awal)
  • Cairan bertahan > 3 bulan pada anak dengan gangguan bicara/perkembangan

Apa Itu Grommet? Apakah Serius?

Grommet (ventilation tube / pipa ventilasi) adalah tabung kecil berdiameter 1–2 mm yang dipasang di gendang telinga. Fungsinya:

  • Mengalirkan cairan dari telinga tengah keluar
  • Menjaga agar udara bisa masuk ke telinga tengah
  • Mencegah tekanan negatif yang menyebabkan cairan terus menumpuk

Prosedurnya singkat (15–20 menit), dilakukan dengan anestesi umum singkat pada anak-anak. Grommet biasanya lepas sendiri dalam 6–12 bulan. Risiko komplikasi sangat rendah bila dilakukan oleh dokter THT berpengalaman.

Apakah Harus Ke Dokter THT untuk Memutuskan?

Ya. Keputusan pasang grommet atau tidak harus didasarkan pada:

  • Hasil pemeriksaan gendang telinga (otoskopi)
  • Hasil tympanometri
  • Hasil audiometri
  • Riwayat dan durasi penyakit
  • Kondisi perkembangan bicara anak

Jangan memutuskan berdasarkan “kata tetangga dioperasi” atau “kata dokter umum tidak perlu operasi” tanpa evaluasi lengkap dari dokter spesialis THT.

Baca juga: OME Berulang: Kapan Perlu Pasang Grommet?

Baca juga: Cairan di Belakang Gendang Telinga: Bahaya atau Tidak?

Baca juga: Otitis Media: Panduan Lengkap


Ditulis oleh dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L. — Dokter Spesialis THT Semarang. Konsultasikan kondisi spesifik anak Anda langsung dengan dokter.