Kondisi Saya Keluhan THT Cek Gejala Praktik Spesialis Tentang Artikel Booking Sekarang
Link disalin!
dr. Yanuar
Ditulis & Ditinjau oleh
dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.A.I.(K), M.Si.Med
Spesialis THT & Subspesialis Alergi-Imunologi · RS Columbia Asia Semarang · Diperbarui: 20 May 2026

Dokter atau hasil lab Anda tertulis kata “refer” — dan Anda bertanya-tanya apa artinya? Apakah berbahaya? Harus apa sekarang? Artikel ini menjelaskan dengan bahasa sederhana.

Refer Artinya Apa?

Dalam dunia medis, kata “refer” berasal dari bahasa Inggris yang berarti merujuk atau mengirimkan ke spesialis/fasilitas lain. Ketika dokter “merujuk” atau “merefer” Anda, artinya dokter tersebut menilai bahwa kondisi Anda membutuhkan evaluasi, pemeriksaan, atau penanganan yang lebih spesifik.

Singkatnya: refer = rujukan.

Dua Konteks Penggunaan Kata “Refer”

1. Refer dalam Praktek Dokter (Rujukan Pasien)

Dokter umum atau dokter layanan primer “merefer” pasien ke dokter spesialis ketika:

  • Kondisi membutuhkan keahlian lebih spesifik (misal: dirujuk ke dokter THT, dokter mata, dokter jantung)
  • Membutuhkan alat diagnostik yang tidak tersedia di klinik/puskesmas (audiometri, MRI, endoskopi)
  • Pasien tidak membaik dengan pengobatan standar
  • Perlu tindakan operatif atau prosedur khusus

Apakah ini berarti kondisinya serius? Tidak selalu. Banyak rujukan bersifat rutin — misalnya, pasien dirujuk ke dokter THT untuk pemeriksaan pendengaran lebih lengkap, bukan karena kondisinya darurat.

2. Hasil Skrining “REFER” (Tidak Lulus Skrining)

Konteks lain yang sering membingungkan adalah hasil skrining — misalnya skrining OAE (tes pendengaran bayi baru lahir). Hasilnya bisa “PASS” atau “REFER”.

  • PASS: respon gelombang suara terdeteksi normal
  • REFER: respon tidak terdeteksi pada tes ini — bukan berarti tuli, tapi perlu pemeriksaan lanjutan

Hasil REFER pada OAE bisa disebabkan banyak hal: cairan sisa di telinga bayi baru lahir, bayi bergerak saat diperiksa, atau kondisi ruangan yang berisik. Mayoritas bayi dengan hasil REFER ternyata normal setelah diperiksa ulang.

Baca artikel khusus: “Dok, Hasil Skrining OAE Anak Saya REFER… Haruskah Saya Khawatir?”

Bedanya “Refer”, “Konsul”, dan “Observasi”

IstilahArtinyaTindak Lanjut
Refer / RujukanPasien dikirim ke dokter/fasilitas lain untuk penangananKunjungi dokter spesialis yang dituju
Konsultasi (Konsul)Dokter meminta pendapat dokter lain, pasien bisa tetap di tempatTunggu hasil konsultasi antar dokter
ObservasiPasien dipantau dulu sebelum keputusan diambilKontrol sesuai jadwal yang ditentukan dokter

Kapan Pasien Biasanya Dirujuk ke Dokter THT?

Sebagai informasi tambahan, berikut kondisi yang sering dirujuk ke dokter spesialis THT:

  • Hasil skrining OAE bayi REFER
  • Anak diduga gangguan pendengaran atau terlambat bicara
  • Infeksi telinga berulang yang tidak sembuh dengan pengobatan dokter umum
  • Mimisan berulang
  • Sinusitis kronik yang tidak membaik
  • Amandel yang sering meradang (tonsilitis berulang)
  • Suara serak > 3 minggu
  • Vertigo yang tidak jelas penyebabnya

Yang Harus Dilakukan Ketika Dirujuk

  1. Bawa surat rujukan dan hasil pemeriksaan sebelumnya ke dokter spesialis
  2. Tanyakan kepada dokter perujuk: mengapa saya dirujuk? Apa yang ingin dicek?
  3. Jangan tunda bila rujukan menyebutkan kondisi yang perlu segera dievaluasi
  4. Tetap tenang — rujukan bukan berarti kondisi Anda berbahaya atau gawat

Ditulis oleh dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L. — Dokter Spesialis THT Semarang. Artikel ini bersifat edukatif untuk membantu pasien memahami istilah medis.