
Benjolan di depan telinga atau belakang sudut rahang yang tumbuh perlahan-lahan bisa membuat khawatir. Namun, banyak yang justru merupakan tumor jinak seperti adenoma pleomorfik—tumor yang paling sering ditemukan di kelenjar parotis (kelenjar liur terbesar di samping wajah). Meski disebut tumor, adenoma pleomorfik bukan kanker dan dalam banyak kasus bisa diobservasi tanpa operasi jika tidak menimbulkan keluhan.
Apa Itu Adenoma Pleomorfik?
Adenoma pleomorfik adalah tumor jinak yang berkembang dari sel-sel kelenjar parotis. Disebut “pleomorfik” karena sel tumor menampilkan ragam bentuk berbeda di bawah mikroskop. Tumor ini paling sering ditemukan pada orang dewasa usia 40-60 tahun, meskipun dapat terjadi di segala usia.
Tumbuh sangat lambat, sering tanpa gejala yang berarti. Mayoritas pasien tidak merasakan nyeri dan hanya menyadari adanya benjolan ketika secara tidak sengaja meraba atau melihat perubahan bentuk wajah. Karena sifatnya yang jinak, adenoma pleomorfik tidak menyebar ke organ lain.
Tanda dan Gejala
Banyak pasien tidak merasakan gejala khusus. Tanda utama yang dialami adalah:
- Benjolan di depan telinga atau di bawah sudut rahang (biasanya hanya satu sisi)
- Benjolan terasa kenyal, bergerak, dan tidak nyeri saat disentuh
- Benjolan tumbuh perlahan-lahan, kadang selama bertahun-tahun tanpa perubahan
- Perubahan bentuk wajah atau asimetri wajah (pada tumor yang lebih besar)
- Kesulitan menelan atau mengunyah (jarang, hanya jika tumor besar menekan struktur sekitarnya)
Penyebab dan Faktor Risiko
Penyebab pasti adenoma pleomorfik belum diketahui sepenuhnya. Beberapa faktor yang diduga meningkatkan risiko termasuk paparan radiasi dan faktor genetik tertentu. Namun, mayoritas pasien tidak memiliki faktor risiko khusus. Tumor ini tidak berkaitan dengan gaya hidup atau kebiasaan sehari-hari.
Cara Diagnosis
Diagnosis dimulai dari wawancara dan pemeriksaan fisik oleh dokter spesialis THT. Benjolan akan diraba untuk menilai ukuran, tekstur, dan gerakannya. Untuk memastikan diagnosis, beberapa pemeriksaan tambahan dilakukan:
- Ultrasonografi (USG): Pemeriksaan pertama yang mudah diakses dan tidak menggunakan radiasi
- CT atau MRI: Memberikan gambaran detail tentang ukuran dan hubungan tumor dengan struktur sekitarnya
- Biopsy (pengambilan sampel): Dilakukan dengan jarum halus untuk memastikan diagnosis dan membedakan dengan tumor jenis lain
Penanganan
Penanganan tergantung pada ukuran tumor, gejala, dan keinginan pasien. Dokter akan mendiskusikan pilihan terbaik dengan Anda.
- Observasi: Jika tumor kecil, tidak berkembang, dan tidak menimbulkan gejala, pengamatan berkala dengan pemeriksaan imaging tahunan dapat menjadi pilihan. Banyak tumor tetap stabil selama bertahun-tahun.
- Operasi: Dilakukan jika tumor membesar, menimbulkan gejala, atau mengganggu penampilan. Prosedur utama adalah parotidektomi (pengangkatan sebagian atau seluruh kelenjar parotis). Pemulihan membutuhkan beberapa minggu.
Komplikasi dan Prognosis
Adenoma pleomorfik memiliki prognosis sangat baik. Kemungkinan tumor berubah menjadi kanker sangat kecil (kurang dari 5%). Komplikasi serius jarang terjadi jika tumor ditangani dengan tepat. Setelah operasi yang berhasil, kekambuhan juga jarang terjadi.
Kapan Harus ke Dokter
Periksakan diri ke dokter spesialis THT jika Anda mengalami benjolan baru di depan telinga, benjolan yang semakin membesar dalam beberapa bulan, atau benjolan disertai nyeri. Juga segera periksa jika ada perubahan bentuk wajah yang mengganggu atau kesulitan menelan dan mengunyah.
FAQ
Apakah adenoma pleomorfik bisa berubah menjadi kanker?
Risiko transformasi menjadi kanker sangat kecil (kurang dari 5%). Pemeriksaan berkala dapat mendeteksi perubahan sedini mungkin.
Apakah semua adenoma pleomorfik harus dioperasi?
Tidak. Jika tumor kecil dan tidak berkembang, observasi berkala adalah pilihan yang aman. Operasi direkomendasikan jika tumor membesar atau menimbulkan gejala.
Berapa lama waktu pemulihan setelah operasi?
Sebagian besar pasien dapat kembali ke aktivitas ringan setelah 2-3 minggu. Pemulihan penuh membutuhkan 4-6 minggu. Dokter akan memberikan panduan perawatan pasca-operasi yang detail.
Bagaimana membedakan adenoma pleomorfik dari tumor jinak lainnya?
Adenoma pleomorfik spesifik berada di kelenjar parotis. Tumor jinak lainnya di kepala-leher dapat muncul di lokasi berbeda dan memiliki karakteristik berbeda. Diagnosis pasti memerlukan imaging dan biopsy.
Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan atau konsultasi medis langsung. Hasil dan penanganan tiap pasien berbeda.
Konsultasi Spesialis THT di Semarang
Punya keluhan serupa? dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.THT-KL, Subsp. AI(K) berpraktik di RS Columbia Asia Semarang. Buat janji online via WhatsApp.
Lihat Juga
- Tumor Jinak Laring: Papiloma, Granuloma & Nodul
- Kanker Lidah
- Leukoplakia dan Lesi Prakanker di Mulut
- Spesialis THT Semarang
- Konsultasi Dokter THT Semarang
- Jadwal Dokter THT Semarang
- Biaya Konsultasi THT Semarang
- → Kista Brankial: Benjolan di Leher sejak Lahir — Apa yang Harus Anda Ketahui
- → Karsinoma Sel Basal Kulit Wajah: Kanker Kulit Paling Sering
- → Karsinoma Sel Skuamosa Kepala dan Leher: Tanda Awal dan Penanganan
- → Melanoma Kepala dan Leher: Tanda, Penyebab, dan Kapan Harus ke Dokter
- → Konsultasi Dokter THT Semarang
- → Jadwal Praktik dr. Yanuar