Kondisi Saya Keluhan THT Cek Gejala Praktik Spesialis Tentang Artikel Booking Sekarang
Link disalin!
dr. Yanuar
Ditulis & Ditinjau oleh
dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.A.I.(K), M.Si.Med
Spesialis THT & Subspesialis Alergi-Imunologi · RS Columbia Asia Semarang · Diperbarui: 01 October 2026

Apa yang Terjadi pada Fraktur Dasar Orbita?

Fraktur dasar orbita (dikenal juga sebagai “blow-out fracture”) adalah retak pada tulang lantai rongga mata, yaitu bagian yang membentuk batas antara rongga mata dan sinus maksila di bawahnya. Cedera ini biasanya terjadi akibat benturan langsung yang kuat pada mata, seperti pukulan tinju, kecelakaan kendaraan, jatuh dari ketinggian, atau cedera olahraga.

Ketika benturan terjadi, tekanan di dalam rongga mata meningkat dengan cepat. Tekanan ini menekan dinding rongga mata dari dalam, dan karena dinding lantai (dasar) adalah bagian yang paling lemah, itulah yang retak atau pecah terlebih dahulu. Akibatnya, struktur mata beserta otot-otot mata dapat “jatuh” menembus celah fraktur dan masuk ke sinus di bawahnya. Inilah mengapa cedera ini memerlukan penanganan segera.

Tanda Bahaya yang Perlu Anda Ketahui

Segera cari bantuan medis jika mengalami cedera mata dengan gejala berikut:

  • Mata bengkak berat dan tidak bisa dibuka — pembengkakan bisa terjadi dengan sangat cepat dalam hitungan menit
  • Penglihatan ganda atau buram — tanda bahwa otot atau struktur mata terganggu
  • Nyeri mata yang sangat tajam, terutama saat melirik ke atas atau bawah
  • Mata terasa cekung atau lebih dalam — tanda terjadinya herniasi (penonjolan jaringan ke bawah)
  • Memar di sekitar mata dan pipi
  • Rasa mati rasa di sekitar pipi atau gigi bagian atas — tanda saraf tertekan
  • Kesulitan membuka mulut atau gigitan tidak sama — indikasi cedera yang lebih luas
  • Mata tertarik ke bawah atau tidak bisa bergerak ke atas

Pertolongan Pertama: Yang BENAR dan Yang JANGAN

Yang harus dilakukan:

  • Bawa segera ke unit gawat darurat (IGD) atau fasilitas kesehatan terdekat — jangan menunggu
  • Kompres dengan es yang dibungkus kain bersih (jangan langsung es ke kulit) selama 15–20 menit untuk mengurangi bengkak, tetapi jangan menekuk atau menekan mata
  • Istirahatkan mata, hindari gerakan mata yang berlebihan
  • Jika ada luka terbuka, tutup dengan kain steril atau perban bersih tanpa menekuk
  • Catat apa yang terjadi saat cedera untuk membantu dokter memahami mekanisme trauma

Yang JANGAN dilakukan:

  • Jangan memaksa membuka mata atau menggosok area yang cedera
  • Jangan mengeluarkan apapun yang tertancap atau masuk ke mata
  • Jangan memberi tekanan kuat pada mata sambil menunggu bantuan medis
  • Jangan menganggap remeh hanya karena penglihatan masih terasa “cukup baik” — kerusakan internal bisa tidak terlihat dari luar

Penanganan di Fasilitas Kesehatan

Dokter mata akan melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh dan pencitraan CT scan untuk melihat lokasi dan luas fraktur. Diagnosis pasti memerlukan CT karena tulang kecil ini sulit diperiksa dengan mata telanjang. Dokter juga akan memeriksa pergerakan mata, ketajaman penglihatan, dan fungsi saraf di sekitarnya.

Penanganan bergantung pada tingkat cedera. Jika fraktur kecil dan tidak menyebabkan gangguan penglihatan atau pergerakan mata yang signifikan, dokter mungkin merekomendasikan pengamatan ketat dan obat pereda nyeri. Jika ada herniasi jaringan (otot mata jatuh ke sinus) atau gangguan penglihatan progresif, diperlukan tindakan operasi untuk memperbaiki fraktur dan mengembalikan posisi jaringan yang tergeser. Waktu operasi sebaiknya dalam beberapa hari pertama setelah cedera agar hasil optimal.

Pencegahan

Tidak semua kecelakaan dapat dihindari, tetapi risiko dapat diminimalkan:

  • Gunakan perlindungan mata saat bermain olahraga kontak (bulu tangkis, bola voli, tinju) atau menggunakan alat berputar
  • Patuhi rambu lalu lintas dan berkendara dengan aman, terutama saat berkendara motor di musim hujan
  • Hindari perkelahian dan situasi berisiko tinggi
  • Perhatikan lingkungan, terutama di area dengan benda-benda tajam atau keras yang dapat menyebabkan cedera

FAQ

Bisakah mata saya kembali normal setelah fraktur dasar orbita?
Hasil tergantung pada tingkat kerusakan dan cepatnya penanganan. Jika ditangani dengan cepat dan tepat, banyak pasien mengalami pemulihan yang baik dengan penglihatan dan pergerakan mata yang kembali normal atau hampir normal. Namun, beberapa pasien mungkin mengalami gangguan penglihatan jangka panjang tergantung struktur yang rusak.

Apakah operasi selalu diperlukan untuk fraktur orbita?
Tidak semua fraktur memerlukan operasi. Fraktur kecil tanpa herniasi atau gangguan penglihatan mungkin hanya memerlukan pemantauan. Dokter akan menentukan kebutuhan operasi berdasarkan hasil CT scan dan pemeriksaan fungsi mata Anda secara menyeluruh.

Berapa lama waktu pemulihan setelah operasi?
Pemulihan awal biasanya memerlukan waktu 1–2 minggu, tetapi pengembalian fungsi mata sepenuhnya dapat memerlukan beberapa minggu hingga beberapa bulan. Dokter akan memberikan panduan perawatan pasca-operasi yang spesifik untuk setiap pasien.

Apakah fraktur dasar orbita bisa menyebabkan kebutaan?
Jika tidak ditangani dengan cepat atau jika cedera melibatkan saraf optik atau pembuluh darah penting, risiko kehilangan penglihatan ada. Inilah mengapa segera mencari bantuan medis sangat krusial. Dengan penanganan tepat waktu, sebagian besar pasien dapat mempertahankan penglihatan mereka.

Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan atau konsultasi medis langsung. Hasil dan penanganan tiap pasien berbeda.

Konsultasi Spesialis THT di Semarang

Punya keluhan serupa? dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.THT-KL, Subsp. AI(K) berpraktik di RS Columbia Asia Semarang. Buat janji online via WhatsApp.

Buat Janji via WhatsApp

Lihat Juga

dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L.

Ditulis & ditinjau oleh dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.A.I. (K), M.Si.Med.

Dokter Spesialis THT (Telinga Hidung Tenggorok) & Konsultan Alergi-Imunologi · Semarang

Praktik di RS Columbia Asia Semarang dan RS Nasional Diponegoro, menangani keluhan THT umum hingga kasus alergi kompleks yang memerlukan penanganan subspesialis Konsultan Alergi-Imunologi.

Lihat profil lengkap & jadwal praktik dokter THT Semarang →