Kondisi Saya Keluhan THT Cek Gejala Praktik Spesialis Tentang Artikel Booking Sekarang
Link disalin!
dr. Yanuar
Ditulis & Ditinjau oleh
dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.A.I.(K), M.Si.Med
Spesialis THT & Subspesialis Alergi-Imunologi · RS Columbia Asia Semarang · Diperbarui: 01 October 2026

Fraktur maksila adalah patah pada tulang rahang atas akibat trauma (cedera) berat pada wajah. Dalam istilah medis, cedera dengan pola tertentu disebut fraktur Le Fort. Ini adalah keadaan darurat medis yang perlu penanganan segera di rumah sakit karena risiko tinggi kesulitan bernapas dan perdarahan berat.

Fraktur maksila umumnya terjadi akibat kecelakaan lalu lintas, jatuh dari ketinggian, atau pukulan keras pada wajah. Kondisi ini bukan hanya masalah kosmetik (penampilan)—keselamatan jiwa adalah prioritas utama karena cedera berat dapat memengaruhi saluran udara (airway) dan struktur vital lainnya di kepala dan leher.

Tanda Bahaya yang Perlu Perhatian Segera

Jika Anda atau seseorang mengalami cedera wajah berat, segera periksakan ke ruang gawat darurat (IGD) apabila muncul tanda-tanda berikut:

  • Kesulitan bernapas atau stridor (bunyi napas kasar dan berat)
  • Perdarahan dari mulut, hidung, atau telinga yang tidak bisa dihentikan
  • Pembengkakan wajah yang cepat, terutama di sekitar mata dan pipi
  • Gigi goyang, gigi patah, atau rahang tidak bisa menutup sempurna
  • Rasa mati rasa pada pipi, bibir, atau gigi atas
  • Cairan jernih dari hidung atau telinga (kemungkinan cairan otak)
  • Penurunan kesadaran, pusing berat, atau muntah berulang
  • Nyeri luar biasa atau pandangan ganda

Pertolongan Pertama: Yang Harus dan Jangan Dilakukan

Yang HARUS Dilakukan

  • Posisikan korban dengan benar. Jika korban sadar dan bernapas normal, posisikan setengah tegak atau dalam posisi pemulihan (miring dengan kepala menengadah sedikit untuk memudahkan napas dan mencegah tersedak jika ada perdarahan).
  • Jaga jalan napas tetap terbuka. Jika ada darah atau air liur, biarkan mengalir keluar—jangan ditahan di mulut karena bisa menyumbat saluran napas.
  • Tekan perdarahan dengan lembut. Gunakan kain bersih atau kasa steril, tekan perlahan tanpa memberikan tekanan berlebihan pada tulang yang mungkin patah. Jangan tekan langsung pada area gigi atau rahang yang tidak stabil.
  • Segera hubungi ambulans. Ini adalah keadaan darurat—jangan menunggu atau mencoba pergi ke klinik. Panggil 112 atau layanan ambulans terdekat dengan segera.
  • Tetap tenang dan menenangkan korban. Stres dapat memperburuk pembengkakan dan perdarahan. Berbicara lembut dan meyakinkan korban bahwa pertolongan profesional sudah dalam perjalanan.
  • Catat gejala dan perubahan. Amati jika ada perubahan kesadaran, pernapasan, atau perdarahan saat menunggu ambulans tiba.

Yang JANGAN Dilakukan

  • JANGAN mencoba menarik, menggerakkan, atau menekan rahang korban—ini bisa memperparah patahan atau menyebabkan perdarahan lebih berat.
  • JANGAN memberikan minum atau makanan sampai korban diperiksa dokter—risiko aspirasi (makanan masuk ke paru-paru).
  • JANGAN menyuruh korban berbaring telentang tanpa pengawasan—cairan bisa tersedak masuk ke saluran napas.
  • JANGAN mengorek atau membersihkan luka dalam dengan jari atau alat tajam.
  • JANGAN melakukan manipulasi, pijat, atau tarikan pada wajah yang cedera.
  • JANGAN menunda untuk mencari pertolongan dengan harapan akan membaik sendiri.

Penanganan di Fasilitas Kesehatan

Begitu tiba di IGD atau rumah sakit, tim medis akan mengikuti protokol penanganan cedera berat:

  1. Mengecek jalan napas dan oksigenasi pertama-tama. Jika diperlukan, akan dilakukan intubasi (memasukkan selang ke saluran napas) untuk memastikan pasokan oksigen cukup.
  2. Melakukan pemeriksaan fisik detail pada wajah, mulut, dan struktur sekitarnya.
  3. Melakukan foto CT scan (pemindaian berlapis) untuk menentukan derajat dan pola fraktur (Le Fort I, II, atau III).
  4. Memeriksa kemungkinan cedera lain di kepala, leher, dada, atau perut karena trauma berat sering menyertai beberapa cedera sekaligus.
  5. Menentukan rencana penanganan: beberapa fraktur dapat ditangani konservatif (istirahat, diet lembut, obat-obatan), sementara yang lebih parah memerlukan operasi untuk merekonstruksi tulang dan mengembalikan gigitan gigi ke posisi normal.

Waktu rawat inap bervariasi tergantung derajat cedera, mulai dari beberapa hari hingga berminggu-minggu. Pasien biasanya akan dirawat di unit khusus dengan monitoring ketat.

Pencegahan

Meskipun kecelakaan tidak selalu bisa dihindari sepenuhnya, beberapa langkah dapat mengurangi risiko cedera wajah berat:

  • Berkendara dengan hati-hati dan selalu gunakan sabuk pengaman saat berkendaraan.
  • Gunakan helm standar (SNI) saat berkendara sepeda motor atau sepeda, dan pastikan helm menempel dengan kuat.
  • Di rumah, hindari lantai yang licin, kurangi rintangan, dan perbaiki pencahayaan di area yang sering dilewati.
  • Gunakan perlindungan wajah saat berolahraga kontak (seperti tinju, futsal, atau olahraga ekstrem lainnya).
  • Hindari perkelahian dan situasi yang berisiko tinggi.
  • Perhatikan kondisi anak-anak saat bermain di rumah atau sekolah untuk mencegah jatuh berat.

FAQ

Apakah fraktur maksila bisa menyebabkan cacat permanen?
Cedera berat dapat menyebabkan perubahan bentuk wajah atau gangguan gigitan jika tidak ditangani dengan baik. Namun, dengan operasi rekonstruksi modern, hasil kosmetik dan fungsi seringkali dapat diperbaiki secara signifikan. Hasil akhir tergantung pada derajat cedera dan kualitas penanganan yang didapat.

Berapa lama proses penyembuhan fraktur maksila?
Penyembuhan awal tulang biasanya memakan waktu 4–6 minggu, namun pemulihan penuh—termasuk pengurangan pembengkakan, kemampuan makan normal, dan pergerakan rahang lancar—dapat berlangsung berbulan-bulan. Setiap pasien berbeda tergantung kondisi awalnya.

Bagaimana kalau korban tidak sadar atau sangat kesulitan bernapas?
Hubungi 112 atau ambulas segera. Jangan coba memberikan pertolongan CPR kecuali Anda terlatih. Posisikan korban miring agar jalan napas tetap terbuka, dan pastikan mulut tidak tertutup atau terperas.

Apakah gigi bisa selamat setelah fraktur maksila?
Banyak gigi yang masih dapat diselamatkan tergantung pada derajat trauma dan kecepatan penanganan. Tim dokter gigi di rumah sakit akan mengevaluasi setiap gigi. Beberapa mungkin perlu dicabut, sementara lainnya bisa ditambal atau mendapat perawatan akar gigi.

Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan atau konsultasi medis langsung. Hasil dan penanganan tiap pasien berbeda.

Konsultasi Spesialis THT di Semarang

Punya keluhan serupa? dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.THT-KL, Subsp. AI(K) berpraktik di RS Columbia Asia Semarang. Buat janji online via WhatsApp.

Buat Janji via WhatsApp

Lihat Juga

dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L.

Ditulis & ditinjau oleh dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.A.I. (K), M.Si.Med.

Dokter Spesialis THT (Telinga Hidung Tenggorok) & Konsultan Alergi-Imunologi · Semarang

Praktik di RS Columbia Asia Semarang dan RS Nasional Diponegoro, menangani keluhan THT umum hingga kasus alergi kompleks yang memerlukan penanganan subspesialis Konsultan Alergi-Imunologi.

Lihat profil lengkap & jadwal praktik dokter THT Semarang →