
Apa itu Fraktur Zigoma?
Fraktur zigoma adalah patah tulang pipi. Tulang pipi (zigoma) adalah tulang yang menonjol di samping wajah, membentuk kontur pipi Anda. Ketika tulang ini retak atau patah karena trauma—seperti pukulan, kecelakaan kendaraan, atau jatuh—terjadilah fraktur zigoma. Trauma pada wajah dapat menyebabkan berbagai jenis patah tulang; misalnya, patah tulang hidung adalah cedera wajah lainnya dengan gejala serupa. Fraktur zigoma adalah cedera serius yang memerlukan pertolongan segera karena bisa mengganggu penglihatan, pernafasan, dan menyebabkan perdarahan yang tidak terkontrol.
Tanda Bahaya yang Perlu Segera ke IGD
Jangan tunda perjalanan ke rumah sakit jika Anda mengalami salah satu tanda berikut setelah trauma pada wajah:
- Perdarahan berat dari hidung, mulut, atau telinga yang tidak berhenti dalam 15 menit
- Kesulitan melihat atau penglihatan ganda
- Kesulitan mengunyah atau rahang terasa geser
- Sesak napas atau suara napas yang berbunyi aneh
- Wajah bengkak berat disertai mati rasa di pipi atau gigi atas
- Posisi wajah tidak simetris—pipi terlihat turun di satu sisi
- Nyeri luar biasa yang tidak hilang dengan istirahat
- Pusing atau mual disertai gejala lainnya di atas
Pertolongan Pertama yang BENAR dan yang JANGAN Dilakukan
Yang HARUS Dilakukan:
- Panggil ambulans atau pergi ke IGD segera jika ada tanda bahaya di atas.
- Beri es pada pipi dengan membungkusnya dalam kain bersih (jangan langsung sentuh kulit). Kompres selama 15–20 menit, kemudian istirahat 15 menit, ulangi hingga perdarahan berhenti.
- Tekan luka dengan kain bersih jika ada perdarahan. Gunakan tekanan stabil dan jangan lepas-lepas untuk melihat luka.
- Baringkan dengan kepala tinggi untuk mengurangi bengkak dan membantu perdarahan mengalir ke bawah.
- Hindari makan dan minum sebelum dievaluasi dokter di IGD (kemungkinan butuh operasi yang memerlukan puasa).
- Catat waktu cedera dan apa yang terjadi—informasi ini penting untuk dokter.
Yang JANGAN Dilakukan:
- Jangan pindahkan wajah atau mencoba mengembalikan posisi tulang sendiri—bisa memperberat cedera.
- Jangan mencuci atau mengobok luka dengan tangan atau benda asing.
- Jangan menekan pipi dengan terlalu keras jika ada nyeri tajam.
- Jangan berbaring datar—posisi ini bisa membuat perdarahan masuk ke saluran napas.
- Jangan tunggu untuk melihat apakah bengkak hilang sendiri, terutama jika ada tanda bahaya.
Penanganan di Fasilitas Kesehatan
Di rumah sakit atau klinik, dokter akan melakukan:
- Pemeriksaan fisik menyeluruh—dokter akan menekan pipi dengan hati-hati dan meminta Anda menggerakkan rahang, menutup mata, dan melaporkan area yang sakit atau mati rasa.
- Rontgen (X-ray) dan kemungkinan CT-scan—untuk melihat gambaran lengkap patahan tulang dan menentukan apakah ada cedera lain pada wajah atau otak.
- Evaluasi terhadap cedera lain—misalnya cedera mata, cedera gigi, atau cedera pada bagian tubuh lain.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, dokter akan memutuskan penanganan. Jika patahan ringan dan tidak menyebabkan pergeseran tulang, observasi dan istirahat mungkin cukup. Namun, jika ada pergeseran yang besar atau mengganggu fungsi mata atau napas, dokter akan merujuk Anda ke ahli bedah untuk operasi guna mengembalikan posisi tulang dengan menggunakan plat atau sekrup kecil. Jika Anda berada di Semarang, Anda dapat merujuk ke panduan penanganan fraktur zigoma khusus Semarang untuk informasi fasilitas lokal.
Pencegahan
Walaupun kecelakaan tidak dapat diprediksi, beberapa langkah pencegahan dapat mengurangi risiko fraktur zigoma:
- Gunakan alat pelindung saat berkendara (helm, sabuk pengaman), bermain olahraga kontak (masker atau face guard), atau bekerja di lokasi berbahaya.
- Hindari perkelahian dan situasi berisiko tinggi.
- Perbaiki pencahayaan di rumah untuk mencegah jatuh, terutama di tangga dan kamar mandi.
- Waspadai lalu lintas saat menyeberang atau bersepeda.
FAQ
Apakah patah tulang pipi akan membuat wajah saya permanen asimetris?
Tidak selalu. Jika ditangani dengan baik dan tepat waktu, dokter dapat mengembalikan bentuk wajah mendekati posisi semula. Namun, hasil tergantung pada tingkat keparahan fraktur dan seberapa cepat pasien mendapat penanganan. Beberapa pasien mungkin memerlukan evaluasi ulang atau penyesuaian jika hasil operasi pertama tidak sesuai harapan.
Berapa lama waktu penyembuhan setelah fraktur zigoma?
Penyembuhan tulang biasanya memerlukan waktu 6–12 minggu, tergantung usia dan kesehatan pasien. Selama periode ini, pasien harus menghindari aktivitas berat, olahraga kontak, dan trauma ulang. Jika dilakukan operasi, waktu penyembuhan mungkin lebih lama karena jahitan perlu dilepas dan jaringan perlu memulih.
Apakah fraktur zigoma bisa menyebabkan kebutaan atau masalah penglihatan permanen?
Jika fraktur zigoma mengganggu struktur di sekitar mata (misalnya mendorong bola mata atau merusak saraf optik), bisa terjadi masalah penglihatan. Oleh karena itu, pemeriksaan mata menyeluruh sangat penting setelah trauma wajah. Diagnosis dini dan penanganan yang tepat dapat meminimalkan risiko ini.
Kapan saya harus mengkhawatirkan infeksi setelah fraktur zigoma?
Infeksi biasanya terjadi dalam hari-hari pertama sampai minggu pertama setelah cedera, terutama jika ada luka terbuka atau jika penanganan tertunda. Tanda infeksi meliputi kemerahan yang meningkat, pus, demam, atau rasa sakit yang semakin parah meski sudah diterapi. Segera hubungi dokter jika Anda mencurigai infeksi.
Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan atau konsultasi medis langsung. Hasil dan penanganan tiap pasien berbeda.
Konsultasi Spesialis THT di Semarang
Punya keluhan serupa? dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.THT-KL, Subsp. AI(K) berpraktik di RS Columbia Asia Semarang. Buat janji online via WhatsApp.
Lihat Juga
- Patah Tulang Hidung (Fraktur Nasal)
- Rinoplasti
- Spesialis THT Semarang
- Konsultasi Dokter THT Semarang
- Jadwal Dokter THT Semarang
- Biaya Konsultasi THT Semarang
- → Fraktur Sinus Frontalis: Cedera Dahi Serius yang Butuh Pertolongan Segera
- → Ritidektomi (Facelift): Prosedur Pengencangan Wajah
- → Penyembuhan Luka pada Bedah Kepala dan Leher: Tahapan dan Perawatan Penting
- → Sumbatan Saluran Air Mata: Penyebab, Gejala, dan Pilihan Penanganan
- → Konsultasi Dokter THT Semarang
- → Jadwal Praktik dr. Yanuar