
Diterbitkan · Terakhir diperbarui
Apa Itu Gondongan?
Gondongan, atau parotitis epidemika, adalah penyakit infeksi yang menyerang kelenjar parotis—kelenjar liur besar yang terletak di depan dan di bawah telinga pada kedua sisi kepala. Penyakit ini disebabkan oleh virus mumps, yang masuk ke dalam tubuh melalui percikan liur orang yang terinfeksi. Meski sering terjadi pada anak-anak, gondongan juga dapat mengenai orang dewasa, terutama yang belum pernah divaksinasi. Penyakit ini berbeda dari gangguan kelenjar liur lainnya, seperti pembentukan batu di saluran liur.
Tanda dan Gejala Gondongan
Gejala gondongan biasanya muncul 16-18 hari setelah virus masuk ke tubuh. Pada awalnya, penderita mungkin merasakan gejala mirip pilek biasa, seperti demam ringan, sakit kepala, dan tubuh terasa pegal-pegal. Namun, ciri khas gondongan adalah:
- Bengkak di salah satu atau kedua sisi pipi (di depan telinga), yang muncul perlahan-lahan
- Sakit saat mengunyah atau menelan
- Demam yang dapat mencapai 39-40 derajat Celcius
- Pembengkakan dan kemerahan pada lubang saluran liur (terlihat di mulut)
- Nyeri telinga atau sensasi penuh di telinga
- Tubuh terasa lemas dan tidak enak
Bengkak biasanya mencapai puncaknya dalam 3 hari, kemudian secara perlahan mengecil dalam 7-10 hari ke depan. Kesulitan menelan yang Anda alami mirip dengan yang dialami penderita tonsillitis, namun penyebabnya berbeda.
Penyebab dan Faktor Risiko
Gondongan disebabkan oleh infeksi virus mumps, yang menular melalui percikan liur penderita saat batuk atau bersin. Virus ini sangat menular—seseorang bisa tertular hanya dengan berada dekat orang yang sakit. Di lingkungan tropis seperti Indonesia, penularan dapat terjadi sepanjang tahun, terutama di tempat dengan kepadatan penduduk tinggi. Faktor risiko utama adalah:
- Belum pernah divaksinasi MMR (vaksin yang melindungi dari campak, gondok, dan rubella)
- Sistem kekebalan tubuh yang lemah
- Kontak langsung dengan penderita gondongan
- Berada di tempat ramai seperti sekolah atau kantor saat terjadi wabah
Cara Diagnosis
Diagnosis gondongan biasanya dapat ditegakkan berdasarkan gejala khas dan pemeriksaan fisik. Dokter akan melihat adanya pembengkakan kelenjar parotis yang simetris (pada kedua sisi) dan kemerahan pada lubang saluran liur. Jika diperlukan, dapat dilakukan tes khusus berupa pemeriksaan darah atau swab mulut untuk mengidentifikasi virus mumps secara pasti, meski jarang diperlukan dalam kasus yang jelas.
Penanganan Gondongan
Tidak ada obat antivirus khusus yang membunuh virus gondongan. Penanganan bersifat suportif, artinya membantu tubuh Anda melawan virus sambil meringankan gejala yang dialami. Langkah-langkah penanganan meliputi:
- Istirahat cukup di rumah untuk memberikan energi pada sistem kekebalan tubuh
- Minum banyak cairan, terutama air putih, untuk mencegah dehidrasi
- Mengompres kelenjar yang bengkak dengan air hangat atau dingin, sesuai kenyamanan Anda
- Hindari makanan yang asam atau pedas, pilih makanan lunak dan mudah ditelan seperti bubur atau sup
- Menjaga kebersihan mulut dengan berkumur air garam hangat
Konsultasikan dengan dokter mengenai pengelolaan demam dan nyeri yang Anda alami. Penting untuk tetap di rumah sampai pembengkakan hilang dan Anda merasa lebih baik, guna mencegah penyebaran virus ke orang lain. Hasil pemulihan tiap pasien dapat berbeda, tergantung daya tahan tubuh dan penerapan perawatan diri.
Komplikasi dan Prognosis
Pada anak-anak, gondongan umumnya berjalan ringan dan hilang dengan sendirinya tanpa meninggalkan bekas jangka panjang. Namun, pada orang dewasa, terutama laki-laki, risiko komplikasi lebih tinggi. Komplikasi yang mungkin terjadi antara lain peradangan pada organ reproduksi, gangguan pendengaran, peradangan otak atau selaput otak (meningitis), dan peradangan pankreas. Meski jarang, komplikasi ini perlu diwaspadai karena dapat berdampak serius. Prognosis gondongan umumnya baik; sebagian besar penderita pulih dalam 1-2 minggu tanpa masalah jangka panjang.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera periksakan diri ke dokter atau layanan kesehatan jika Anda mengalami tanda-tanda berikut selama atau setelah sakit gondongan:
- Sakit kepala berat atau kaku di leher (kemungkinan meningitis)
- Demam yang tidak turun setelah 5-7 hari
- Kesulitan bernapas atau menelan yang parah
- Benjolan keras atau tidak simetris di kepala atau leher
- Kehilangan pendengaran atau telinga berdenging
- Nyeri di perut bagian atas (kemungkinan peradangan pankreas)
Vaksinasi MMR sejak kecil adalah cara terbaik untuk mencegah gondongan. Jika Anda atau anak Anda menunjukkan gejala gondongan, segera hubungi dokter spesialis THT untuk diagnosis yang akurat dan panduan penanganan lebih lanjut.
FAQ
Apakah gondongan bisa menular setelah gejala hilang?
Penderita gondongan paling menular 1-2 hari sebelum pembengkakan muncul hingga 5 hari setelahnya. Setelah masa tersebut, risiko penularan sangat kecil. Namun, sebaiknya tetap hindari kontak dekat hingga benar-benar merasa sehat.
Berapa lama seseorang harus absen dari sekolah atau kerja karena gondongan?
Umumnya, penderita boleh kembali ke aktivitas normal setelah pembengkakan hilang dan demam turun, biasanya 7-10 hari sejak gejala pertama. Namun, pastikan Anda sudah pulih sepenuhnya dan ada kepastian tidak lagi menular.
Apakah vaksinasi MMR memberikan perlindungan seumur hidup?
Vaksinasi MMR sangat efektif mencegah gondongan. Hasil tiap orang berbeda, namun perlindungan umumnya bertahan lama. Jika ada kekhawatiran, dokter dapat memeriksa tingkat kekebalan Anda melalui tes darah.
Bisakah gondongan menyebabkan kemandulan?
Gondongan dapat menyebabkan peradangan organ reproduksi, terutama pada laki-laki dewasa. Namun, kemandulan akibat gondongan sangat jarang terjadi. Konsultasikan dengan dokter jika Anda khawatir tentang dampak jangka panjang pada kesehatan reproduksi.
Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan atau konsultasi medis langsung. Hasil dan penanganan tiap pasien berbeda.
Konsultasi Spesialis THT di Semarang
Punya keluhan serupa? dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.THT-KL, Subsp. AI(K) berpraktik di RS Columbia Asia Semarang. Buat janji online via WhatsApp.
Lihat Juga
- Sialolitiasis: Batu Kelenjar Liur
- Tonsillitis: Ketika Amandel Si 'Penjaga Gerbang' Justru Diserang
- Laringitis Akut
- Spesialis THT Semarang
- Konsultasi Dokter THT Semarang
- Jadwal Dokter THT Semarang
- Biaya Konsultasi THT Semarang
- → Spasme Esofagus Difus: Penyebab Kontraksi Spontan Kerongkongan
- → Kista Laring dan Laringokel: Penyebab, Gejala & Cara Penanganan
- → Divertikulum Zenker: Kantong Esofagus Atas yang Mengganggu Menelan
- → Spasme Krikofaring: Penyebab Kesulitan Menelan dan Sensasi Tersangkut
- → Konsultasi Dokter THT Semarang
- → Jadwal Praktik dr. Yanuar