
Tenggorokan terasa ada yang mengganjal, sering berdehem sepanjang hari, suara serak terutama di pagi hari — namun pemeriksaan tenggorokan terlihat normal dan antibiotik tidak memberikan perubahan. Kondisi seperti ini bisa sangat membingungkan dan melelahkan bagi pasien.
Pada banyak kasus seperti ini, penyebabnya bukan infeksi. Kemungkinan besar adalah LPR (Laryngopharyngeal Reflux) — kondisi di mana asam lambung naik hingga ke laring dan faring, mengiritasi jaringan di area tersebut. Pendekatannya pun berbeda dari radang tenggorokan biasa.
Apa Itu LPR?
Laryngopharyngeal Reflux (LPR) adalah kondisi di mana isi lambung — termasuk asam — naik melewati esofagus hingga mencapai laring (kotak suara) dan faring (tenggorokan bagian atas). Iritasi berulang pada jaringan laring dan faring inilah yang menimbulkan berbagai gejala khas LPR.
LPR berbeda dari GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) meski keduanya melibatkan refluks asam:
- Pada GERD, asam terutama mengiritasi esofagus, sehingga gejala dominan adalah heartburn (rasa terbakar di dada) dan nyeri ulu hati.
- Pada LPR, refluks mencapai laring dan faring. Yang khas: LPR sering bersifat “silent” — banyak pasien tidak merasakan heartburn sama sekali, sehingga sering tidak tersambungkan dengan masalah lambung.
LPR, GERD, atau Radang Tenggorokan Biasa?
Berikut perbandingan gejala untuk membantu memahami perbedaannya:
| Gejala | LPR | GERD | Faringitis / Tonsilitis |
|---|---|---|---|
| Tenggorokan mengganjal (globus) | Sangat khas | Kadang | Kadang |
| Heartburn / nyeri dada | Jarang | Sangat khas | Tidak |
| Sering berdehem | Sangat khas | Jarang | Jarang |
| Suara serak pagi hari | Sangat khas | Kadang | Tidak |
| Batuk kronis kering | Sangat khas | Bisa ada | Kadang |
| Nyeri telan | Ringan | Tidak | Sangat khas |
| Demam | Tidak | Tidak | Bisa ada |
Gejala Khas LPR — Apa Saja yang Perlu Diperhatikan?
Dokter THT menggunakan alat bantu bernama RSI (Reflux Symptom Index) untuk menilai kemungkinan LPR. Berikut sembilan gejala yang menjadi perhatian dalam RSI:
- Suara serak atau gangguan kualitas suara — terutama terasa lebih buruk di pagi hari
- Sering berdehem — dorongan untuk membersihkan tenggorokan berulang kali
- Lendir berlebihan di tenggorokan atau sensasi post-nasal drip
- Kesulitan menelan — terasa ada hambatan walau tidak ada nyeri bermakna
- Batuk setelah makan atau setelah berbaring
- Kesulitan bernapas atau episode seperti tersedak tanpa sebab jelas
- Batuk yang mengganggu aktivitas — kronis, kering, tanpa lendir
- Rasa mengganjal di tenggorokan (globus pharyngeus) — seperti ada sesuatu yang tidak bisa ditelan maupun dikeluarkan
- Heartburn, nyeri dada, atau gangguan pencernaan — meski pada LPR gejala ini justru jarang
Faktor Risiko dan Pemicu LPR
Beberapa kondisi dan kebiasaan yang meningkatkan risiko atau memperparah LPR:
- Makanan asam, pedas, atau berlemak tinggi
- Minuman yang melemahkan sfingter esofagus: kopi, teh, cokelat, alkohol, dan minuman bersoda
- Kebiasaan makan malam kurang dari 3 jam sebelum tidur
- Obesitas — tekanan intra-abdominal meningkat mendorong isi lambung ke atas
- Pakaian atau ikat pinggang yang terlalu ketat
Bagaimana LPR Didiagnosis?
Diagnosis LPR tidak cukup berdasarkan gejala saja. Dokter THT akan melakukan evaluasi lebih lanjut, antara lain:
- Laringoskopi — pemeriksaan langsung laring menggunakan kamera fleksibel. Pada LPR, dokter bisa melihat tanda khas seperti kemerahan dan pembengkakan di area aritenoid serta dinding belakang laring.
- pH probe 24 jam — pemantauan kadar asam di esofagus dan laring untuk konfirmasi refluks.
- Uji terapi PPI — respons terhadap pemberian obat penghambat pompa proton selama 4–8 minggu bisa menjadi penanda diagnostik.
Penanganan LPR
Penanganan LPR mencakup kombinasi modifikasi gaya hidup dan, bila diperlukan, terapi medis:
- Modifikasi gaya hidup — menghindari pemicu makanan dan minuman, tidak makan 3 jam sebelum tidur
- Posisi tidur — kepala dan dada sekitar 30 derajat lebih tinggi dari kaki membantu mencegah refluks malam hari
- Manajemen berat badan — berat badan ideal mengurangi tekanan pada lambung secara signifikan
- Obat penghambat pompa proton (PPI) — harus sesuai anjuran dan resep dokter; penggunaan jangka panjang memerlukan evaluasi berkala
Kapan Perlu ke Dokter THT?
Pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter THT jika:
- Gejala berlangsung lebih dari 4 minggu dan tidak membaik dengan modifikasi gaya hidup
- Suara serak menetap lebih dari 3 minggu — perlu laringoskopi untuk memastikan tidak ada penyebab lain
- Kesulitan menelan yang semakin berat dari waktu ke waktu
- Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas