Kondisi Saya Keluhan THT Cek Gejala Praktik Spesialis Tentang Artikel Booking Sekarang
Link disalin!
dr. Yanuar
Ditulis & Ditinjau oleh
dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.A.I.(K), M.Si.Med
Spesialis THT & Subspesialis Alergi-Imunologi · RS Columbia Asia Semarang · Diperbarui: 01 October 2026

Apa Itu Otoplasti?

Otoplasti adalah prosedur bedah yang dirancang untuk memperbaiki bentuk, ukuran, atau posisi telinga. Istilah “caplak” adalah padanan lokal untuk telinga yang menonjol keluar dari kepala (protruding ears). Prosedur ini termasuk dalam kategori bedah kosmetik, yang berarti tujuan utamanya adalah meningkatkan penampilan, meskipun seringkali juga meningkatkan kepercayaan diri dan kenyamanan psikologis pasien.

Untuk Siapa Otoplasti Direkomendasikan?

Otoplasti dapat dilakukan pada siapa saja yang merasa khawatir dengan bentuk telinga dan ingin melakukan perbaikan. Beberapa indikasi spesifik mencakup:

  • Telinga menonjol secara signifikan dari kepala (biasanya lebih dari 2 cm)
  • Asimetri (ketidaksamaan) bentuk atau ukuran antara kedua telinga
  • Kelainan bentuk telinga sejak lahir atau akibat cedera
  • Ingin meningkatkan kepercayaan diri terkait penampilan telinga

Waktu terbaik untuk melakukan prosedur ini adalah setelah usia 5–6 tahun, ketika telinga sudah mencapai ukuran yang mendekati dewasa. Pada anak-anak yang lebih kecil, telinga masih dalam tahap pertumbuhan sehingga hasil sulit diprediksi dengan akurat.

Persiapan Sebelum Otoplasti

Sebelum menjalani otoplasti, Anda akan berkonsultasi dengan dokter spesialis THT-KL atau dokter bedah kosmetik. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, mendengarkan harapan Anda, dan menjelaskan kemungkinan hasil. Anda mungkin akan diminta untuk:

  • Memberikan riwayat kesehatan lengkap, termasuk alergi dan obat-obatan yang dikonsumsi
  • Berhenti minum obat pengencer darah beberapa hari sebelum prosedur sesuai petunjuk dokter
  • Berhenti merokok minimal 2–3 minggu sebelum operasi, karena merokok dapat menghambat penyembuhan
  • Puasa (tidak makan dan minum) 6–8 jam sebelum operasi, mengikuti protokol anestesi
  • Mengenakan pakaian longgar dan nyaman pada hari operasi

Tahapan Prosedur Otoplasti

Otoplasti umumnya dilakukan sebagai pembedahan rawat jalan dengan anestesi lokal atau umum, tergantung preferensi pasien dan rekomendasi dokter. Prosedur berlangsung 1–2 jam.

Secara garis besar, tahapannya meliputi:

  1. Anestesi: Pemberian obat bius lokal atau umum untuk memastikan Anda tidak merasakan sakit.
  2. Insisi: Dokter membuat sayatan kecil di belakang telinga, biasanya tersembunyi ketika rambut tumbuh normal.
  3. Reshaping: Jaringan dan tulang rawan telinga diubah bentuknya menggunakan teknik yang sesuai, seperti melepas jaringan berlebih atau membentuk ulang struktur tulang rawan.
  4. Penjahitan: Sayatan ditutup dengan jahitan yang halus untuk meminimalkan bekas luka.

Risiko dan Pemulihan

Seperti semua prosedur bedah, otoplasti memiliki risiko tertentu, meskipun jarang terjadi. Risiko umum meliputi infeksi, perdarahan, nyeri, atau asimetri hasil yang tidak diinginkan. Beberapa pasien juga melaporkan hilangnya sensasi atau mati rasa sementara di area telinga, yang umumnya kembali normal seiring waktu.

Pemulihan umumnya berjalan cepat:

  • Minggu pertama: Telinga akan terasa linu dan perih. Dokter biasanya merekomendasikan pemakaian perban atau bandana elastis selama 1–2 minggu untuk mendukung posisi telinga yang baru.
  • Minggu kedua hingga keempat: Jahitan dilepas sekitar 7–10 hari. Bengkak dan memar mulai berkurang. Aktivitas ringan dapat dilanjutkan dengan hati-hati.
  • Bulan ke-2 dan seterusnya: Hasil akhir dapat dilihat setelah 3–6 bulan ketika pembengkakan sepenuhnya hilang. Bekas luar akan memucat secara bertahap seiring waktu.

Hindari olahraga kontak, renang, atau aktivitas yang berisiko menyentuh telinga selama 4–6 minggu pertama pasca-operasi.

Alternatif Lain

Jika Anda belum siap untuk pembedahan, terdapat beberapa alternatif yang dapat dipertimbangkan, terutama untuk anak-anak kecil. Ear molding (pembentukan telinga dengan alat khusus) dapat digunakan pada bayi dan balita ketika telinga masih sangat lentur. Namun, alternatif non-bedah umumnya kurang efektif untuk telinga menonjol pada orang dewasa. Jika Anda juga tertarik dengan prosedur bedah kosmetik wajah lainnya, dokter dapat memberikan konsultasi menyeluruh tentang opsi seperti rinoplasti untuk penyeimbangan proporsi wajah secara keseluruhan.

Kapan Berkonsultasi dengan Dokter

Sebaiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis THT-KL atau dokter bedah kosmetik jika:

  • Anda atau anak Anda merasa tidak percaya diri karena bentuk telinga
  • Ingin mengetahui apakah otoplasti adalah pilihan yang tepat untuk keadaan Anda
  • Mencari rekomendasi dan informasi mendetail tentang prosedur dan risiko
  • Ingin mengetahui perkiraan biaya dan durasi pemulihan yang realistis

FAQ

Berapa lama hasil otoplasti bertahan?
Hasil otoplasti bersifat permanen karena prosedur ini mengubah struktur tulang rawan telinga secara permanen. Proses penuaan alami akan terus berjalan pada telinga seperti halnya bagian tubuh lainnya, tetapi bentuk dasar yang diperbaiki tidak akan kembali ke keadaan sebelumnya.

Apakah otoplasti akan mempengaruhi pendengaran saya?
Tidak. Otoplasti hanya mengubah bentuk telinga bagian luar (auricle). Prosedur ini tidak menyentuh telinga tengah atau telinga dalam yang bertanggung jawab atas fungsi pendengaran, sehingga tidak akan mempengaruhi kemampuan mendengar Anda.

Berapa usia minimum untuk otoplasti?
Usia ideal adalah 5–6 tahun ke atas, ketika telinga sudah mencapai ukuran yang mendekati dewasa. Pada anak-anak lebih kecil, telinga masih dalam tahap pertumbuhan sehingga hasil sulit diprediksi. Keputusan akhir harus dikonsultasikan dengan dokter yang memperhitungkan usia dan perkembangan anak secara individual.

Apakah ada kemungkinan hasil tidak simetris atau tidak memuaskan?
Meskipun jarang, asimetri atau ketidakpuasan dengan hasil dapat terjadi pada beberapa kasus. Sangat penting untuk berkomunikasi jelas dengan dokter tentang harapan dan hasil yang diinginkan sebelum prosedur. Jika hasil tidak memuaskan setelah penyembuhan penuh, revisi bedah mungkin dapat dilakukan, namun biasanya memerlukan biaya tambahan dan melibatkan risiko yang sama.

Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan atau konsultasi medis langsung. Hasil dan penanganan tiap pasien berbeda.

Konsultasi Spesialis THT di Semarang

Punya keluhan serupa? dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.THT-KL, Subsp. AI(K) berpraktik di RS Columbia Asia Semarang. Buat janji online via WhatsApp.

Buat Janji via WhatsApp

Lihat Juga

dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L.

Ditulis & ditinjau oleh dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.A.I. (K), M.Si.Med.

Dokter Spesialis THT (Telinga Hidung Tenggorok) & Konsultan Alergi-Imunologi · Semarang

Praktik di RS Columbia Asia Semarang dan RS Nasional Diponegoro, menangani keluhan THT umum hingga kasus alergi kompleks yang memerlukan penanganan subspesialis Konsultan Alergi-Imunologi.

Lihat profil lengkap & jadwal praktik dokter THT Semarang →