Kondisi Saya Keluhan THT Cek Gejala Praktik Spesialis Tentang Artikel Booking Sekarang
Link disalin!
dr. Yanuar
Ditulis & Ditinjau oleh
dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.A.I.(K), M.Si.Med
Spesialis THT & Subspesialis Alergi-Imunologi · RS Columbia Asia Semarang · Diperbarui: 29 September 2026

Apa Itu Sariawan Stomatitis Aftosa Rekuren?

Sariawan aftosa adalah peradangan pada mukosa mulut — lapisan lembut dalam mulut yang berakhir dengan terbentuknya ulkus (luka) kecil berbentuk bulat atau oval. Istilah “rekuren” berarti berulang; banyak orang mengalami sariawan berkali-kali dalam setahun, terutama saat daya tahan tubuh menurun atau terkena pemicu tertentu. Luka ini biasanya berukuran 2–10 milimeter dengan dasar berwarna kuning atau putih, dikelilingi zona merah yang sedikit membengkak.

Berbeda dengan sariawan yang disebabkan jamur (kandidiasis oral), sariawan aftosa bukan infeksi dan tidak menular. Ini adalah respons peradangan lokal yang terjadi pada lapisan kulit di dalam mulut.

Tanda dan Gejala

Sebelum luka terbentuk, banyak orang merasa sensasi perih atau terbakar di area yang akan terkena. Gejala utama meliputi:

  • Nyeri tajam atau perih, terutama saat makan, minum, atau berbicara
  • Luka berbentuk bulat dengan pinggir yang jelas dan dasar kuning putih
  • Pembengkakan ringan pada daerah sekitar ulkus
  • Rasa tidak nyaman yang berlangsung 7–14 hari pada rata-rata
  • Pada kasus tertentu, demam ringan atau pembesaran kelenjar getah bening leher (jarang terjadi)

Sariawan paling sering muncul di bagian dalam bibir, pipi sebelah dalam, dasar mulut, atau di area gusi. Lokasi yang paling rentan adalah daerah yang mudah tersentuh atau tergores.

Penyebab dan Faktor Risiko

Hingga saat ini, penyebab spesifik sariawan aftosa belum sepenuhnya diketahui. Akan tetapi, beberapa faktor diduga berperan kuat:

  • Trauma lokal: Luka kecil dari makanan tajam, sisa gigi runcing, atau kecelakaan saat mengunyah
  • Faktor nutrisi: Kekurangan vitamin B12, zinc, folat, atau zat besi
  • Stres dan kelelahan: Beban psikis tinggi atau tidur kurang cukup
  • Kondisi imun: Penurunan daya tahan tubuh saat flu, demam, atau paparan polusi udara lingkungan
  • Kebersihan mulut: Kebersihan yang kurang optimal atau pasta gigi dengan bahan sodium lauryl sulfate
  • Iklim tropis dan musim: Di daerah beriklim tropis, sariawan lebih sering terjadi saat udara lembab tinggi atau polusi meningkat
  • Makanan pemicu: Makanan panas, pedas, asam, atau bertekstur kasar dapat memicu atau memperparah luka

Beberapa orang memiliki kecenderungan genetik atau kondisi khusus — seperti sensitif gluten atau gangguan penyerapan nutrisi — yang meningkatkan frekuensi sariawan.

Cara Diagnosis

Diagnosis sariawan aftosa biasanya dilakukan secara klinis melalui inspeksi visual. Dokter akan mengamati ciri khas ulkus bulat dengan dasar kekuningan dan zona merah di sekitarnya. Tidak perlu pemeriksaan laboratorium khusus untuk kasus klasik yang jelas. Namun, jika sariawan sangat besar (lebih dari 1 sentimeter), tidak membaik setelah 3 minggu, sangat menyakitkan, atau muncul bersamaan gejala sistemik lain, dokter mungkin menyarankan pemeriksaan lebih lanjut untuk menyingkirkan penyebab lain.

Penanganan

Tidak ada obat yang dapat mempercepat penyembuhan sariawan secara bermakna; tubuh akan menyembuhkan luka sendiri dalam 1–2 minggu. Penanganan difokuskan pada pengurangan gejala dan pencegahan:

  • Mengurangi nyeri: Berkumur dengan air garam hangat beberapa kali sehari, atau menggunakan obat kumur antiseptik ringan yang direkomendasikan dokter
  • Menghindari pemicu: Jangan makan makanan panas, pedas, atau kasar; hindari stres berlebihan; perbaiki kebersihan mulut secara lembut
  • Perlindungan lokal: Dokter dapat merekomendasikan gel atau salep pelindung khusus untuk mengurangi gesekan dan nyeri
  • Perbaikan nutrisi: Pastikan asupan vitamin dan mineral cukup melalui konsumsi buah, sayur, dan protein
  • Manajemen stres: Istirahat cukup dan kelola beban psikis dengan baik

Pada sariawan yang sangat mengganggu atau berulang sangat sering, dokter dapat mempertimbangkan terapi tambahan sesuai penyebab mendasar yang teridentifikasi.

Komplikasi dan Prognosis

Sariawan aftosa umumnya tidak menimbulkan komplikasi serius. Luka akan sembuh tanpa meninggalkan bekas jaringan parut. Namun, jika sariawan sangat dalam atau luas, ada risiko infeksi sekunder. Prognosis sangat baik — mayoritas pasien mengalami penyembuhan total tanpa sisa. Frekuensi rekurensi tergantung pada keberhasilan mengidentifikasi dan menghindari pemicu personal.

Kapan Harus ke Dokter?

Konsultasikan ke dokter THT atau dokter gigi bila mengalami salah satu kondisi berikut:

  • Sariawan berukuran sangat besar (lebih dari 1 sentimeter) atau sangat dalam
  • Tidak membaik setelah 3 minggu
  • Nyeri sangat parah hingga sulit menelan atau makan
  • Muncul banyak sariawan sekaligus atau disertai demam tinggi
  • Sariawan berulang lebih dari 6 kali setahun
  • Terdapat gejala lain seperti ruam kulit, mata merah, atau perubahan penglihatan

Jika Anda sering mengalami sariawan, dokter dapat membantu mengidentifikasi faktor pemicu dan merancang strategi pencegahan yang tepat untuk kasus Anda.

FAQ

Apakah sariawan menular?
Tidak. Sariawan aftosa bukanlah penyakit infeksi dan tidak menular ke orang lain. Namun, sebagai etika kebersihan umum, hindari berbagi peralatan makan atau minum selama sariawan masih ada.

Berapa lama sariawan biasanya sembuh?
Sebagian besar sariawan kecil dan sedang sembuh dalam 7–14 hari. Sariawan yang lebih besar atau dalam mungkin membutuhkan waktu hingga 3 minggu. Proses penyembuhan bervariasi tergantung daya tahan tubuh dan seberapa sering luka tergores atau tersentuh makanan pedas.

Bagaimana cara mencegah sariawan berulang?
Identifikasi pemicu pribadi Anda — apakah makanan tertentu, stres, tidur kurang, atau trauma mekanik. Perbaiki kebersihan mulut dengan sikat gigi yang lembut, hindari pasta gigi dengan sodium lauryl sulfate, kelola stres aktif, dan pastikan asupan nutrisi lengkap setiap hari. Jika pemicu tidak jelas dan sariawan terus berulang, konsultasikan dengan dokter untuk evaluasi mendalam.

Apakah sariawan sama dengan kandidiasis oral?
Tidak. Sariawan aftosa adalah ulkus bulat yang berasal dari reaksi peradangan lokal, sedangkan kandidiasis oral adalah infeksi jamur yang ditandai bercak putih mirip susu di lidah atau pipi dalam. Penampilan, penyebab, dan penanganan keduanya sangat berbeda.

Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan atau konsultasi medis langsung. Hasil dan penanganan tiap pasien berbeda.

Konsultasi Spesialis THT di Semarang

Punya keluhan serupa? dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.THT-KL, Subsp. AI(K) berpraktik di RS Columbia Asia Semarang. Buat janji online via WhatsApp.

Buat Janji via WhatsApp

Lihat Juga

dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L.

Ditulis & ditinjau oleh dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.A.I. (K), M.Si.Med.

Dokter Spesialis THT (Telinga Hidung Tenggorok) & Konsultan Alergi-Imunologi · Semarang

Praktik di RS Columbia Asia Semarang dan RS Nasional Diponegoro, menangani keluhan THT umum hingga kasus alergi kompleks yang memerlukan penanganan subspesialis Konsultan Alergi-Imunologi.

Lihat profil lengkap & jadwal praktik dokter THT Semarang →