Kondisi Saya Keluhan THT Cek Gejala Praktik Spesialis Tentang Artikel Booking Sekarang
Link disalin!
dr. Yanuar
Ditulis & Ditinjau oleh
dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.A.I.(K), M.Si.Med
Spesialis THT & Subspesialis Alergi-Imunologi · RS Columbia Asia Semarang · Diperbarui: 19 May 2026

Mendengkur keras, sering terbangun malam hari, atau merasa tidak segar meski sudah tidur cukup — bisa jadi ini bukan sekadar masalah kebiasaan tidur. Kondisi ini mungkin berkaitan dengan sleep apnea, gangguan napas saat tidur yang sering tidak disadari.

Sebelum ke dokter, ada satu alat skrining sederhana yang bisa membantu Anda menilai tingkat risiko: STOP-BANG questionnaire.

Apa Itu STOP-BANG?

STOP-BANG adalah kuesioner tervalidasi secara klinis yang dikembangkan untuk skrining Obstructive Sleep Apnea (OSA). Terdiri dari 8 pertanyaan ya/tidak, hasil skor membantu menentukan apakah seseorang berisiko rendah, menengah, atau tinggi mengalami sleep apnea.

STOP-BANG bukan alat diagnosis — ia digunakan sebagai skrining awal untuk membantu pasien dan dokter memutuskan perlu tidaknya pemeriksaan lebih lanjut (sleep study / polisomnografi).

Kuesioner STOP-BANG

Jawab setiap pertanyaan dengan Ya (1 poin) atau Tidak (0 poin):

Huruf Pertanyaan
S — Snoring Apakah Anda mendengkur keras (lebih keras dari suara percakapan biasa, atau terdengar dari balik pintu tertutup)?
T — Tired Apakah Anda sering merasa lelah, mengantuk, atau tertidur di siang hari meski sudah tidur cukup?
O — Observed Apakah ada orang yang pernah melihat Anda berhenti bernapas saat tidur?
P — Pressure Apakah Anda memiliki atau sedang dalam pengobatan tekanan darah tinggi (hipertensi)?
B — BMI Apakah BMI Anda lebih dari 35?
A — Age Apakah usia Anda lebih dari 50 tahun?
N — Neck Apakah lingkar leher Anda lebih dari 40 cm?
G — Gender Apakah Anda laki-laki?

Interpretasi Skor STOP-BANG

Skor Kategori Risiko Langkah Selanjutnya
0–2 Risiko Rendah Kemungkinan OSA kecil. Tetap perhatikan gejala.
3–4 Risiko Menengah Konsultasi dokter untuk evaluasi lebih lanjut.
5–8 Risiko Tinggi Evaluasi sleep study sangat dianjurkan.

Catatan penting: Skor STOP-BANG bukan diagnosis. Seseorang dengan skor rendah tetap bisa memiliki OSA, dan skor tinggi tidak otomatis berarti OSA terkonfirmasi. Interpretasi harus dilakukan bersama dokter.

Mengapa Sleep Apnea Perlu Dievaluasi?

Sleep apnea bukan sekadar masalah mendengkur yang mengganggu pasangan tidur. Obstructive sleep apnea yang tidak ditangani berkaitan dengan:

  • Tekanan darah tinggi yang sulit dikontrol
  • Risiko kardiovaskular yang meningkat
  • Gangguan konsentrasi dan memori
  • Mengantuk berlebihan di siang hari (excessive daytime sleepiness)
  • Risiko kecelakaan akibat microsleep

Apa yang Terjadi saat Evaluasi ke Dokter THT?

Jika skor STOP-BANG Anda menengah hingga tinggi, atau jika ada gejala yang mengganggu kualitas hidup, dokter THT-KL akan melakukan:

  1. Anamnesis lengkap dan pemeriksaan fisik jalan napas atas
  2. Evaluasi nasofaring dan orofaring (tonsil, uvula, palatum)
  3. Rekomendasi sleep study (polisomnografi atau Home Sleep Test) untuk konfirmasi diagnosis
  4. Diskusi pilihan tata laksana berdasarkan hasil evaluasi

Lihat informasi layanan di halaman Sleep Apnea — dokterthtsemarang.com dan layanan sleep apnea di Semarang.

Perbedaan Mendengkur Biasa dan Sleep Apnea

Tidak semua mendengkur adalah sleep apnea. Baca artikel Mendengkur Keras: Kapan Tanda Sleep Apnea? untuk memahami perbedaannya.

Faktor Risiko yang Bisa Dimodifikasi

Beberapa faktor risiko sleep apnea dapat dikurangi dengan perubahan gaya hidup:

  • Penurunan berat badan pada individu dengan obesitas
  • Menghindari alkohol dan sedatif sebelum tidur
  • Posisi tidur miring (lateral) — mendengkur dan apnea sering memburuk saat tidur telentang
  • Penanganan hidung tersumbat — seperti konka hipertrofi atau septum deviasi

STOP-BANG adalah alat skrining, bukan pengganti diagnosis. Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi medis langsung dengan dokter.

Baca Juga