
Tympanometry adalah tes cepat untuk menilai fungsi gendang telinga dan telinga tengah — sering dilakukan berdampingan dengan audiometri untuk gambaran pendengaran yang lebih lengkap.
Sebagai dokter spesialis THT yang berpraktik di Semarang, saya sering mendapati pasien (terutama orang tua dari anak kecil) belum familier dengan tes ini. Artikel ini merangkum yang penting Anda ketahui.
Apa Itu Tympanometry?
Tympanometry mengukur seberapa baik gendang telinga bergerak merespons perubahan tekanan udara — bukan mengukur kemampuan mendengar seperti audiometri. Tes ini membantu mendeteksi adanya cairan di telinga tengah, gendang telinga yang kaku/berlubang, atau masalah tekanan telinga tengah.
Sering dipakai untuk mengevaluasi otitis media (infeksi/cairan telinga tengah), terutama pada anak-anak.
Kapan Tympanometry Diperlukan?
- Dugaan cairan di telinga tengah (otitis media efusi/glue ear), terutama pada anak
- Rasa penuh atau tertekan di telinga yang tidak kunjung hilang
- Evaluasi sebelum/sesudah pemasangan pipa ventilasi (grommet) telinga
- Bagian dari evaluasi lengkap saat gangguan dengar dicurigai berasal dari telinga tengah
Bagaimana Prosedurnya?
Probe kecil dan lembut dimasukkan sebentar ke liang telinga, mengalirkan udara dengan tekanan yang berubah-ubah sambil merekam respons gendang telinga. Prosesnya cepat (kurang dari 1 menit per telinga), tidak menyakitkan, dan tidak butuh kerja sama aktif seperti audiometri — cocok untuk anak kecil.
Kapan Harus Konsultasi ke Dokter THT
- Anak sering mengeluh telinga terasa penuh/tersumbat, atau sering menarik-narik telinga
- Riwayat infeksi telinga berulang
- Rasa tertekan di telinga yang tidak membaik setelah pilek/flu reda
- Dokter anak/umum sudah mencurigai ada cairan di telinga tengah
Konsultasi Spesialis THT di Semarang
dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.THT-KL, Subsp. AI(K) berpraktik di RS Columbia Asia Semarang. Buat janji online via WhatsApp sekarang.
FAQ — Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apakah tympanometry menyakitkan untuk anak?
Tidak — hanya sensasi tekanan udara ringan sebentar di telinga, dan sering selesai dalam hitungan detik per telinga.
Apakah tympanometry sama dengan tes pendengaran?
Tidak sama. Tympanometry menilai fungsi mekanis gendang telinga, bukan kemampuan mendengar. Keduanya saling melengkapi, sering dilakukan bersamaan dengan audiometri.
Hasil tympanometry saya “flat”, apa artinya?
Kurva datar umumnya menandakan gendang telinga kurang bergerak normal — sering karena ada cairan di telinga tengah. Dokter akan menjelaskan makna spesifik hasil Anda dan langkah selanjutnya.
Apakah perlu tes ulang setelah pengobatan?
Sering disarankan, terutama untuk memastikan cairan telinga tengah sudah benar-benar hilang setelah infeksi/otitis media efusi ditangani.
Lihat Juga
- Spesialis THT Semarang — gambaran umum layanan THT lengkap
- Audiometri: Tes Pendengaran Lengkap
- Konsultasi Dokter THT Semarang — cara konsultasi dan persiapan
- Jadwal Dokter THT Semarang — cek slot konsultasi terbaru
- Biaya Konsultasi THT Semarang — komponen biaya & skema pembayaran