Kondisi Saya Keluhan THT Cek Gejala Praktik Spesialis Tentang Artikel Booking Sekarang
Link disalin!
dr. Yanuar
Ditulis & Ditinjau oleh
dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.A.I.(K), M.Si.Med
Spesialis THT & Subspesialis Alergi-Imunologi · RS Columbia Asia Semarang · Diperbarui: 21 September 2026

Audiometri adalah tes pendengaran standar untuk mengukur seberapa baik telinga Anda mendengar suara di berbagai frekuensi — dasar untuk semua keputusan penanganan gangguan dengar.

Sebagai dokter spesialis THT yang berpraktik di Semarang, saya sering mendapati pasien datang tanpa tahu apa yang akan terjadi saat tes ini. Artikel ini merangkum yang penting Anda ketahui.

Apa Itu Audiometri?

Audiometri (audiometri nada murni) mengukur ambang pendengaran Anda — volume paling pelan yang masih bisa Anda dengar di tiap frekuensi, dari nada rendah sampai tinggi. Hasilnya digambarkan dalam grafik (audiogram) yang menunjukkan derajat dan pola gangguan dengar, bila ada.

Tes ini membedakan gangguan dengar konduktif (masalah di telinga luar/tengah) dan sensorineural (masalah di telinga dalam/saraf), yang menentukan arah penanganan selanjutnya.

Kapan Audiometri Diperlukan?

  • Merasa pendengaran menurun, atau sering diminta mengulang perkataan orang lain
  • Evaluasi sebelum mempertimbangkan alat bantu dengar
  • Tinnitus (telinga berdenging) yang perlu dievaluasi kaitannya dengan pendengaran
  • Riwayat paparan suara keras berulang (kerja di lingkungan bising, dll)
  • Pada anak: skrining lanjutan bila ada kecurigaan gangguan dengar atau keterlambatan bicara

Bagaimana Prosedurnya?

Pemeriksaan dilakukan di ruang kedap suara. Anda memakai headphone dan diminta memberi sinyal (biasanya menekan tombol) setiap kali mendengar bunyi, sekalipun sangat pelan. Prosesnya tidak menyakitkan dan biasanya selesai dalam 15-30 menit.

Hasilnya berupa audiogram yang bisa langsung didiskusikan dengan dokter untuk menentukan langkah selanjutnya.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter THT

  • Kesulitan mengikuti percakapan, terutama di tempat ramai
  • Sering menaikkan volume TV/HP menurut keluarga sekitar
  • Telinga berdenging (tinnitus) yang menetap
  • Anak yang terlambat bicara atau kurang responsif terhadap suara

Konsultasi Spesialis THT di Semarang

dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.THT-KL, Subsp. AI(K) berpraktik di RS Columbia Asia Semarang. Buat janji online via WhatsApp sekarang.

📲 Buat Janji via WhatsApp

FAQ — Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apakah audiometri menyakitkan?
Tidak sama sekali — Anda hanya mendengarkan bunyi lewat headphone dan memberi sinyal, tanpa kontak fisik yang menyakitkan.

Apakah perlu persiapan khusus?
Umumnya tidak. Disarankan menghindari paparan suara sangat keras (konser, dll) minimal 16 jam sebelum tes agar hasil tidak terpengaruh kelelahan telinga sementara.

Berapa lama hasilnya keluar?
Hasil audiogram biasanya langsung tersedia dan bisa didiskusikan dengan dokter di hari yang sama.

Apakah audiometri berbeda dengan tympanometry?
Ya — audiometri mengukur kemampuan mendengar Anda, sementara tympanometry menilai fungsi mekanis gendang telinga dan telinga tengah. Keduanya sering dilakukan berdampingan untuk gambaran lebih lengkap.

Lihat Juga

dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L.

Ditulis & ditinjau oleh dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.A.I. (K), M.Si.Med.

Dokter Spesialis THT (Telinga Hidung Tenggorok) & Konsultan Alergi-Imunologi · Semarang

Praktik di RS Columbia Asia Semarang dan RS Nasional Diponegoro, menangani keluhan THT umum hingga kasus alergi kompleks yang memerlukan penanganan subspesialis Konsultan Alergi-Imunologi.

Lihat profil lengkap & jadwal praktik dokter THT Semarang →