Kondisi Saya Keluhan THT Cek Gejala Praktik Spesialis Tentang Artikel Booking Sekarang
Link disalin!
dr. Yanuar
Ditulis & Ditinjau oleh
dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.A.I.(K), M.Si.Med
Spesialis THT & Subspesialis Alergi-Imunologi · RS Columbia Asia Semarang · Diperbarui: 06 October 2026

Diterbitkan · Terakhir diperbarui

Apa itu Eksostosis Liang Telinga?

Eksostosis liang telinga, dikenal juga sebagai “surfer’s ear” atau osteoma, adalah pertumbuhan tulang jinak yang terjadi di dalam liang telinga—saluran yang menghubungkan daun telinga ke gendang telinga. Untuk memahami lokasi pertumbuhan ini dengan lebih baik, Anda dapat mempelajari anatomi telinga luar. Pertumbuhan berasal dari lapisan tulang keras liang telinga dan berkembang secara bertahap, sehingga banyak pasien tidak menyadarinya pada tahap awal.

Meskipun disebut “surfer’s ear”, kondisi ini tidak hanya terjadi pada perenang profesional atau peselancar, tetapi dapat dialami siapa saja yang sering terkena paparan air dingin atau cuaca ekstrem pada telinga.

Tanda dan Gejala

Pada stadium awal, eksostosis mungkin tidak menimbulkan gejala dan hanya ditemukan saat pemeriksaan rutin. Namun, seiring pertumbuhan tulang, pasien dapat mengalami:

  • Rasa penuh atau tersumbat di telinga
  • Nyeri telinga, terutama saat terkena angin atau air dingin
  • Gatal di dalam telinga yang persisten
  • Penurunan pendengaran jika pertumbuhan menyumbat liang telinga
  • Telinga berdenging (tinnitus) dalam beberapa kasus
  • Keluar cairan dari telinga jika terjadi infeksi

Penyebab dan Faktor Risiko

Penyebab pasti eksostosis masih belum sepenuhnya dipahami, tetapi penelitian menunjukkan beberapa mekanisme penting:

Paparan Suhu Dingin

Suhu air atau udara dingin yang berulang menyentuh liang telinga diduga memicu respons pertumbuhan tulang sebagai mekanisme perlindungan. Ketika jaringan terpapar dingin secara berkepanjangan, tubuh bereaksi dengan menebal dan tumbuh untuk melindungi struktur dalam.

Faktor Risiko Utama

  • Sering berenang, terutama di air dingin atau laut
  • Aktivitas olahraga air intensif (selancar, menyelam, polo air)
  • Tinggal di iklim dengan paparan angin dingin berkelanjutan
  • Sering mengorek atau membersihkan telinga terlalu dalam
  • Infeksi telinga yang berulang
  • Faktor genetik (predisposisi keluarga)

Cara Diagnosis

Diagnosis eksostosis melibatkan pemeriksaan fisik dan pencitraan:

Pemeriksaan Otoskopi

Dokter THT melihat ke dalam liang telinga menggunakan otoskop (alat pencahayaan kecil). Pertumbuhan tulang terlihat sebagai massa putih atau kekuningan yang menonjol ke dalam saluran.

Pemeriksaan Lanjutan

Untuk menentukan ukuran dan lokasi yang tepat, CT scan liang telinga memberikan gambaran detail struktur tulang dan membantu merencanakan penanganan jika diperlukan operasi. Tes pendengaran (audiometri) mengevaluasi apakah pertumbuhan telah mempengaruhi kemampuan mendengar.

Penanganan

Strategi penanganan bergantung pada ada tidaknya gejala dan tingkat keparahannya:

Penanganan Konservatif

Jika eksostosis tidak menimbulkan keluhan, observasi rutin menjadi pilihan pertama. Pasien disarankan untuk:

  • Menghindari paparan air dingin berlebihan
  • Menggunakan earplug saat berenang atau olahraga air
  • Menjaga telinga tetap kering
  • Menghindari pembersihan telinga yang terlalu dalam

Penanganan Operatif

Operasi (eksostosektomi) dipertimbangkan jika:

  • Pertumbuhan secara signifikan menyumbat liang telinga dan menyebabkan penurunan pendengaran
  • Infeksi telinga luar berulang yang tidak responsif terhadap terapi
  • Penumpukan kotoran telinga yang tidak dapat dibersihkan
  • Nyeri atau ketidaknyamanan persisten

Operasi dilakukan di bawah anestesi dan dapat menggunakan pendekatan melalui liang telinga atau sayatan di belakang telinga tergantung pada kondisi pasien.

Komplikasi dan Prognosis

Eksostosis adalah kondisi jinak dan tidak akan berubah menjadi kanker. Namun, komplikasi potensial meliputi:

  • Infeksi liang telinga kronis karena drainase yang buruk
  • Gangguan pendengaran akibat penyumbatan
  • Penumpukan kotoran telinga yang sulit dibersihkan
  • Dalam kasus jarang, pembentukan kolesteatoma (pertumbuhan kulit abnormal)

Prognosis sangat baik. Dengan observasi rutin dan pencegahan, kebanyakan pasien menjalani kehidupan normal. Operasi memiliki tingkat keberhasilan tinggi dengan risiko komplikasi rendah.

Kapan Harus ke Dokter?

Konsultasikan dengan dokter THT jika Anda mengalami nyeri telinga yang persisten, gatal parah, penurunan pendengaran, keluar cairan dari telinga, atau infeksi berulang. Pemeriksaan rutin juga direkomendasikan bagi atlet air untuk deteksi dini sebelum timbul gejala.

FAQ

Apakah eksostosis liang telinga bisa menjadi kanker?
Tidak, ini adalah pertumbuhan tulang jinak yang tidak akan berubah menjadi kanker atau tumor ganas.

Apakah semua orang dengan eksostosis perlu dioperasi?
Tidak. Jika tidak ada gejala, dokter merekomendasikan observasi rutin. Operasi hanya dilakukan jika ada gejala berarti, gangguan pendengaran, atau infeksi berulang.

Bagaimana cara mencegah eksostosis liang telinga?
Hindarkan paparan air dingin berlebihan pada telinga, gunakan earplug saat berenang, jaga telinga tetap kering, dan hindarkan pembersihan telinga yang terlalu dalam. Pencegahan dini paling efektif.

Berapa lama pemulihan setelah operasi?
Pasien umumnya dapat kembali ke aktivitas sehari-hari dalam 1–2 minggu, tetapi sebaiknya menghindari aktivitas berat dan paparan air selama 2–3 minggu sesuai instruksi dokter.

Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan atau konsultasi medis langsung. Hasil dan penanganan tiap pasien berbeda.

Konsultasi Spesialis THT di Semarang

Punya keluhan serupa? dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.THT-KL, Subsp. AI(K) berpraktik di RS Columbia Asia Semarang. Buat janji online via WhatsApp.

Buat Janji via WhatsApp

Lihat Juga

dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L.

Ditulis & ditinjau oleh dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.A.I. (K), M.Si.Med.

Dokter Spesialis THT (Telinga Hidung Tenggorok) & Konsultan Alergi-Imunologi · Semarang

Praktik di RS Columbia Asia Semarang dan RS Nasional Diponegoro, menangani keluhan THT umum hingga kasus alergi kompleks yang memerlukan penanganan subspesialis Konsultan Alergi-Imunologi.

Lihat profil lengkap & jadwal praktik dokter THT Semarang →