Kondisi Saya Keluhan THT Cek Gejala Praktik Spesialis Tentang Artikel Booking Sekarang
Link disalin!
dr. Yanuar
Ditulis & Ditinjau oleh
dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.A.I.(K), M.Si.Med
Spesialis THT & Subspesialis Alergi-Imunologi · RS Columbia Asia Semarang · Diperbarui: 06 October 2026

Diterbitkan · Terakhir diperbarui

Apa Itu Esofagitis Eosinofilik?

Esofagitis eosinofilik adalah kondisi peradangan kronis yang terjadi di esofagus atau kerongkongan — tabung panjang yang menghubungkan mulut ke perut. Perbedaan utamanya dari peradangan esofagus biasa adalah penumpukan sel darah putih khusus bernama eosinofil dalam jumlah banyak. Kondisi ini termasuk penyakit alergi yang berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap makanan atau zat tertentu.

Esofagitis eosinofilik baru banyak dikenali dalam 20 tahun terakhir, terutama di negara berkembang ekonomi. Penyakit ini bisa terjadi pada segala usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, meski distribusi umur menunjukkan dua puncak: di masa kanak-kanak dan di usia dewasa muda hingga pertengahan.

Tanda dan Gejala

Gejala esofagitis eosinofilik beragam tergantung severity dan individu, tetapi yang paling sering dialami pasien meliputi:

  • Kesulitan menelan (disfagia) — terasa ada hambatan saat menelan, terutama pada makanan padat
  • Nyeri saat menelan — rasa sakit di belakang sternum atau dada bagian bawah
  • Regurgitasi atau kembalinya makanan — makanan naik kembali ke mulut tanpa disertai rasa mual
  • Tersangkut atau terhenti makanan — merasa makanan terperangkap di kerongkongan
  • Nyeri dada — terutama setelah makan
  • Mual atau berkurangnya selera makan

Pada anak-anak, gejala mungkin kurang spesifik, misalnya gangguan makan, penolakan makanan tertentu, atau hambatan pertumbuhan. Penting dicatat bahwa tingkat keparahan gejala tidak selalu sejalan dengan beratnya peradangan yang terlihat saat pemeriksaan.

Penyebab dan Faktor Risiko

Esofagitis eosinofilik dipicu oleh reaksi hipersensitivitas terhadap makanan atau alergen lingkungan yang dihirup. Alergen makanan yang paling sering terlibat meliputi telur, susu sapi, kacang, pohon kacang, gandum, dan seafood — namun setiap pasien bisa sensitif terhadap alergen yang berbeda.

Faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan seseorang mengembangkan penyakit ini termasuk:

  • Riwayat atopi (asma, dermatitis atopik, rinitis alergi)
  • Riwayat keluarga dengan esofagitis eosinofilik atau penyakit alergi
  • Jenis kelamin laki-laki (lebih sering)
  • Usia muda hingga dewasa muda
  • Tinggal di daerah dengan iklim tertentu atau paparan polusi tinggi

Cara Diagnosis

Diagnosis esofagitis eosinofilik memerlukan kombinasi klinis dan endoskopik. Dokter spesialis pencernaan akan melakukan endoskopi (memasukkan kamera kecil melalui mulut untuk melihat esofagus secara langsung) dan mengambil sampel jaringan kecil (biopsi) dari beberapa lokasi di esofagus. Diagnosis pasti ditegakkan jika mikroskop menunjukkan lebih dari 15 eosinofil per lapang pandang daya tinggi.

Selain endoskopi, dokter mungkin melakukan tes alergi kulit atau tes darah untuk menentukan alergen spesifik yang memicu reaksi. Pemeriksaan tambahan seperti pH monitoring atau manometri esofageal kadang diperlukan untuk menyingkirkan kondisi lain.

Penanganan

Penanganan esofagitis eosinofilik fokus pada dua pilar utama: menghindari pemicu dan menekan peradangan.

Identifikasi dan eliminasi pemicu: Langkah pertama adalah mengenali makanan atau faktor lingkungan yang memicu reaksi. Dokter mungkin merekomendasikan diet eliminasi (menghindari alergen utama) atau diet khusus berdasarkan hasil tes alergi. Perlu kesabaran untuk menentukan pola — beberapa pasien memerlukan pendampingan ahli gizi.

Pengobatan medis: Steroid topikal seperti budesonide atau fluticasone dapat ditelan untuk mengurangi peradangan lokal. Inhibitor pompa proton (PPI) juga sering digunakan karena efek anti-inflamasi selain mengurangi asam lambung. Dosis dan jenis obat disesuaikan dokter berdasarkan respon individual — tidak ada satu regimen yang cocok semua pasien.

Komplikasi dan Prognosis

Jika tidak dikenali atau dikelola dengan baik, esofagitis eosinofilik bisa menyebabkan komplikasi serius seperti penyempitan esofagus (stenosis), yang membuat makanan semakin sulit ditelan. Pada kasus parah, terjadi malnutrisi karena pasien menghindari banyak makanan atau gangguan penyerapan nutrisi. Ruptur esofagus, meski jarang, adalah keadaan darurat medis.

Prognosis penyakit ini adalah kronis — artinya memerlukan manajemen jangka panjang. Namun, dengan identifikasi pemicu yang tepat dan pengobatan konsisten, sebagian besar pasien dapat mengendalikan gejala dan menjalani hidup normal. Hasil berbeda-beda; beberapa orang mencapai remisi (bebas gejala), sementara lain memerlukan pemeliharaan berkelanjutan.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasi dokter spesialis pencernaan (gastroenterolog) atau THT-KL jika Anda mengalami kesulitan menelan yang persisten, nyeri menelan yang tidak hilang setelah beberapa minggu, atau makanan sering terasa tersangkut. Jangan menunggu — diagnosis dini membantu mencegah komplikasi dan memulai penanganan lebih awal.

Apabila Anda mengalami nyeri dada berat, kesulitan bernapas, atau muntah darah, ini adalah tanda bahaya yang memerlukan perhatian segera di instalasi gawat darurat.

FAQ

Apakah esofagitis eosinofilik sama dengan alergi makanan biasa?
Tidak sepenuhnya. Meskipun kedua-duanya melibatkan reaksi alergi, esofagitis eosinofilik adalah penyakit kronis yang menyebabkan peradangan persisten dan perubahan struktur esofagus. Alergi makanan biasa biasanya menimbulkan reaksi akut seperti gatal-gatal atau pembengkakan di bibir dalam hitungan menit hingga jam.

Bisakah esofagitis eosinofilik hilang total atau sembuh?
Beberapa pasien mencapai remisi lengkap dengan mengidentifikasi dan menghindari pemicu alergen mereka selamanya. Namun, bagi yang lain, penyakit ini memerlukan pengobatan berkelanjutan. Hasil bervariasi sangat tergantung pada responsivitas individu terhadap pengobatan dan disiplin dalam menjauhi pemicu.

Apakah rasa mengganjal atau tidak nyaman di kerongkongan selalu berarti esofagitis eosinofilik?
Tidak. Rasa mengganjal di tenggorokan bisa disebabkan berbagai kondisi lain, seperti globus faringeus (gangguan fungsional), reflux asam, atau kondisi psikosomatis. Diagnosis pasti memerlukan endoskopi dan biopsi dari dokter.

Bagaimana dengan diet — haruskah menghindari semua makanan alergen selamanya?
Idealnya, setelah identifikasi alergen spesifik melalui tes, Anda perlu menghindari makanan pemicu. Namun, strategi diet bukan “one-size-fits-all” — beberapa pasien bisa bertoleransi dengan dosis kecil, sementara lain sangat sensitif. Bekerja sama dengan dokter dan ahli gizi sangat penting untuk menemukan keseimbangan nutrisi dan kualitas hidup.

Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan atau konsultasi medis langsung. Hasil dan penanganan tiap pasien berbeda.

Konsultasi Spesialis THT di Semarang

Punya keluhan serupa? dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.THT-KL, Subsp. AI(K) berpraktik di RS Columbia Asia Semarang. Buat janji online via WhatsApp.

Buat Janji via WhatsApp

Lihat Juga

dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L.

Ditulis & ditinjau oleh dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.A.I. (K), M.Si.Med.

Dokter Spesialis THT (Telinga Hidung Tenggorok) & Konsultan Alergi-Imunologi · Semarang

Praktik di RS Columbia Asia Semarang dan RS Nasional Diponegoro, menangani keluhan THT umum hingga kasus alergi kompleks yang memerlukan penanganan subspesialis Konsultan Alergi-Imunologi.

Lihat profil lengkap & jadwal praktik dokter THT Semarang →