Kondisi Saya Keluhan THT Cek Gejala Praktik Spesialis Tentang Artikel Booking Sekarang
Link disalin!
dr. Yanuar
Ditulis & Ditinjau oleh
dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.A.I.(K), M.Si.Med
Spesialis THT & Subspesialis Alergi-Imunologi · RS Columbia Asia Semarang · Diperbarui: 30 September 2026

Apa Itu Globus Faringeus?

Globus faringeus adalah sensasi mengganjal, sesak, atau terasa ada “benjolan” di tenggorokan. Pasien sering mengatakan ada sesuatu yang menghalangi, padahal saat diperiksa dokter tidak ditemukan benjolan, radang, atau infeksi yang nyata. Sensasi ini dapat muncul saat menelan liur atau makanan, dan seringkali memicu kekhawatiran yang berlebihan.

Istilah “globus” berasal dari bahasa Latin yang berarti “bola,” mengacu pada sensasi mengganjal seperti ada bola di tenggorokan. Kondisi ini cukup sering terjadi, terutama pada orang dewasa yang mengalami stres. Meskipun mengganggu kenyamanan, globus faringeus umumnya bukan pertanda penyakit serius seperti kanker atau tumor.

Tanda dan Gejala

Keluhan utama globus faringeus meliputi:

  • Sensasi mengganjal, sesak, atau ada benjolan di tenggorokan
  • Perasaan ada tekanan atau penyempitan di leher
  • Menelan terasa tidak nyaman, terutama saat menelan liur
  • Batuk ringan atau perasaan ingin batuk tanpa sebab jelas
  • Suara serak atau perubahan kualitas suara pada beberapa pasien
  • Nyeri ringan atau sensasi terbakar di area tenggorokan

Gejala dapat datang dan pergi, sering kali memberat saat stres, kelelahan, atau saat pasien memikirkan keluhan tersebut. Banyak pasien merasa lebih parah di pagi hari atau setelah berbicara lama. Sebaliknya, gejala cenderung membaik saat pasien rileks atau terlibat dalam aktivitas yang mengalihkan perhatian.

Penyebab dan Faktor Risiko

Globus faringeus jarang memiliki penyebab organik yang jelas dan spesifik. Akan tetapi, beberapa pemicu yang sering teridentifikasi antara lain:

  • Stres dan ansietas: Ketegangan emosional menyebabkan otot-otot faring (tenggorokan) tegang, menciptakan sensasi mengganjal yang nyata bagi pasien.
  • Refluks asam lambung ringan: Asam dari perut yang naik ke kerongkongan dapat mengiritasi jaringan mucosa dan memicu sensasi tidak nyaman.
  • Ketegangan otot leher dan bahu: Postur buruk, penggunaan gadget berlebihan, atau pekerjaan yang memerlukan fokus pada layar dapat meningkatkan ketegangan.
  • Alergi atau postnasal drip: Lendir mengalir dari hidung ke belakang tenggorokan, menciptakan iritasi dan perasaan mengganjal.
  • Inflamasi ringan: Radang tenggorokan, tonsil yang sedikit membesar, atau laringitis ringan dapat ikut berperan.
  • Efek samping obat atau kebiasaan: Konsumsi obat tertentu, merokok, atau minuman alkohol berlebihan dapat memperburuk sensasi.

Faktor risiko mencakup kepribadian yang cenderung cemas, pengalaman stres berkepanjangan, dan riwayat gangguan psikosomatik dalam keluarga.

Cara Diagnosis

Diagnosis globus faringeus terutama berbasis anamnesis (wawancara menyeluruh) dengan dokter. Dokter akan menanyakan kapan gejala dimulai, seberapa sering muncul, pemicu emosional atau aktivitas yang terkait, serta gejala lain yang menyertai seperti batuk kronis, demam, atau perubahan berat badan.

Pemeriksaan fisik meliputi inspeksi mulut, leher, palpasi (perabaan) kelenjar, dan auskultasi (mendengar) dengan stetoskop. Pada kasus tertentu, dokter dapat melakukan laringoskopi (melihat tenggorokan dengan alat optik khusus) untuk menyingkirkan penyakit lain yang lebih serius. Pemeriksaan laboratorium atau tes darah jarang diperlukan jika anamnesis dan pemeriksaan fisik sudah memberikan gambaran yang jelas.

Penanganan

Penanganan globus faringeus berfokus pada mengatasi pemicu dan memberikan penjelasan yang menenangkan kepada pasien. Pendekatan terpadu meliputi:

  • Edukasi dan reassurance: Penjelasan detail bahwa ini bukan kanker atau penyakit berbahaya dapat mengurangi ansietas dan gejala secara signifikan.
  • Manajemen stres: Olahraga ringan, meditasi, yoga, atau konseling psikologis dapat membantu mengurangi ketegangan otot dan emosional.
  • Perbaikan postur dan kebiasaan kerja: Mengurangi waktu layar gadget, postur kerja yang ergonomis, istirahat vokal (terutama untuk yang sering berbicara), dan hindari merokok.
  • Penanganan refluks asam lambung: Jika ada kecurigaan refluks, hindari makanan pemicu seperti makanan pedas atau berlemak, makan dengan porsi lebih kecil tapi sering, serta angkat kepala saat tidur.
  • Mengatasi alergi atau postnasal drip: Obat antihistamin atau semprotan hidung dapat membantu jika ada komponen alergi.
  • Vocal hygiene: Untuk pekerjaan yang membutuhkan banyak berbicara, pelajari teknik vocal hygiene yang benar dari profesional.

Pada kasus tertentu, dokter dapat merekomendasikan obat relaksasi otot atau antiansietas untuk jangka pendek. Namun, pendekatan non-farmakologis tetap menjadi fondasi penanganan.

Komplikasi dan Prognosis

Globus faringeus umumnya tidak memiliki komplikasi serius. Kondisi ini tidak berkembang menjadi kanker atau penyakit berbahaya lainnya. Namun, jika tidak ditangani dengan baik, ansietas berkelanjutan dapat memperburuk gejala dan menurunkan kualitas hidup pasien serta produktivitas bekerja.

Prognosis secara umum sangat baik. Mayoritas pasien mengalami perbaikan signifikan dalam beberapa minggu hingga bulan dengan penanganan yang tepat dan perubahan gaya hidup. Beberapa pasien mungkin memerlukan konsultasi jangka panjang atau dukungan psikologis untuk mengelola stres dan ansietas yang mendasar.

Kapan Harus ke Dokter

Konsultasikan ke dokter THT atau dokter umum jika gejala berlangsung lebih dari beberapa minggu tanpa perbaikan, terutama jika disertai demam, penurunan berat badan yang tidak direncanakan, atau perubahan suara yang parah dan progresif. Segera periksa jika ada kesulitan menelan yang semakin berat, adanya darah saat batuk, atau ansietas yang sangat tinggi dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

FAQ

Apakah globus faringeus bisa menjadi kanker?
Tidak. Globus faringeus bukan pertanda kanker. Namun, jika ada gejala alarm seperti penurunan berat badan drastis, batuk darah, kesulitan menelan yang parah dan terus memburuk, atau benjolan nyata yang teraba, segera konsultasikan ke dokter untuk penyingkiran penyakit lain yang lebih serius.

Bisakah globus faringeus hilang dengan sendirinya?
Iya, beberapa kasus membaik atau hilang seiring waktu, terutama jika stres berkurang atau pemicu berhasil diidentifikasi dan ditangani. Namun, pasien sebaiknya tidak mengandalkan kesembuhan spontan—konsultasi dengan dokter membantu mempercepat perbaikan dan memberikan rencana penanganan yang terstruktur.

Apakah refluks asam lambung selalu menyebabkan globus faringeus?
Tidak semua pasien dengan refluks merasakan globus faringeus, dan tidak semua globus faringeus disebabkan refluks. Namun, refluks ringan dapat menjadi salah satu pemicu. Dokter dapat membantu menentukan apakah refluks memiliki peran dalam kasus Anda melalui anamnesis yang cermat.

Berapa lama waktu penyembuhan globus faringeus?
Lama penyembuhan bervariasi tergantung penyebab dan kepatuhan terhadap saran dokter. Beberapa orang membaik dalam hitungan minggu, sementara yang lain memerlukan waktu berbulan-bulan untuk penanganan holistik terhadap stres dan perubahan gaya hidup yang konsisten.

Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan atau konsultasi medis langsung. Hasil dan penanganan tiap pasien berbeda.

Konsultasi Spesialis THT di Semarang

Punya keluhan serupa? dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.THT-KL, Subsp. AI(K) berpraktik di RS Columbia Asia Semarang. Buat janji online via WhatsApp.

Buat Janji via WhatsApp

Lihat Juga

dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L.

Ditulis & ditinjau oleh dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.A.I. (K), M.Si.Med.

Dokter Spesialis THT (Telinga Hidung Tenggorok) & Konsultan Alergi-Imunologi · Semarang

Praktik di RS Columbia Asia Semarang dan RS Nasional Diponegoro, menangani keluhan THT umum hingga kasus alergi kompleks yang memerlukan penanganan subspesialis Konsultan Alergi-Imunologi.

Lihat profil lengkap & jadwal praktik dokter THT Semarang →