
Skrining OAE (Otoacoustic Emission) adalah tes pendengaran wajib untuk bayi baru lahir — cepat, tidak menyakitkan, dan jadi langkah pertama deteksi gangguan pendengaran sejak dini.
Sebagai dokter spesialis THT yang berpraktik di Semarang, saya sering mendapati orang tua punya pertanyaan dasar seputar skrining ini sebelum atau sesudah bayi menjalaninya. Artikel ini merangkum yang penting Anda ketahui.
Apa Itu Skrining OAE?
OAE mengukur respons “gema” dari sel rambut koklea (telinga dalam) terhadap suara yang dipancarkan lewat probe kecil di liang telinga bayi. Kalau telinga bayi sehat, akan ada gema balik yang terekam alat; kalau tidak ada, hasilnya “REFER” (perlu pemeriksaan ulang), bukan otomatis berarti tuli.
Skrining ini idealnya dilakukan sebelum bayi pulang dari rumah sakit, atau paling lambat di usia 1 bulan.
Kenapa Skrining Ini Penting?
Gangguan pendengaran pada bayi seringkali tidak terlihat dari luar — bayi tetap tampak merespons suara keras lewat refleks kaget, meski pendengarannya sebenarnya terganggu untuk frekuensi tertentu. Deteksi dini (idealnya sebelum usia 3 bulan, intervensi sebelum 6 bulan) sangat memengaruhi perkembangan bicara dan bahasa anak ke depannya.
- Dilakukan pada semua bayi baru lahir, bukan hanya yang berisiko
- Faktor risiko yang mempertinggi kewaspadaan: riwayat keluarga tuli sejak lahir, infeksi selama kehamilan, berat lahir sangat rendah, perlu perawatan NICU
- Hasil REFER pada skrining awal BUKAN diagnosis final — perlu diulang dan/atau dilanjutkan ke BERA
Bagaimana Prosedurnya?
Pemeriksaan berlangsung singkat (beberapa menit per telinga), dilakukan saat bayi tenang atau tidur, tanpa rasa sakit. Probe kecil dimasukkan ke liang telinga, alat memancarkan bunyi klik lembut dan merekam responsnya secara otomatis.
Kalau hasil awal REFER, langkah berikutnya adalah mengulang OAE dalam 30 hari. Kalau masih REFER, dilanjutkan ke pemeriksaan A-ABR (Automated ABR) untuk konfirmasi lebih lanjut — bukan berarti bayi langsung didiagnosis tuli.
Kapan Harus Konsultasi ke Dokter THT
Segera konsultasi bila:
- Hasil skrining OAE bayi Anda REFER (bahkan hanya di satu telinga)
- Bayi belum pernah menjalani skrining pendengaran sama sekali
- Anda memperhatikan bayi tidak terkejut pada suara keras mendadak, atau tidak merespons suara familier (mis. suara orang tua) di usia beberapa bulan
- Ada faktor risiko keluarga (riwayat tuli sejak lahir) meski hasil skrining awal PASS
Konsultasi Spesialis THT di Semarang
dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.THT-KL, Subsp. AI(K) berpraktik di RS Columbia Asia Semarang. Buat janji online via WhatsApp sekarang.
FAQ — Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Hasil skrining OAE bayi saya REFER, apakah pasti tuli?
Tidak. REFER bisa disebabkan hal sederhana seperti cairan sisa lahir atau kotoran di liang telinga, posisi bayi saat diperiksa, atau bayi rewel. Langkah selanjutnya adalah pemeriksaan ulang, bukan vonis. Baca penjelasan lengkapnya di sini.
Apakah skrining ini menyakitkan untuk bayi?
Tidak. Prosesnya non-invasif, hanya probe kecil ditempelkan di liang telinga, dan biasanya dilakukan saat bayi tidur atau tenang.
Kalau bayi lahir di bidan/klinik, apakah tetap perlu skrining ini?
Ya, skrining pendengaran idealnya tetap dilakukan di mana pun bayi lahir — tanyakan ke fasilitas kesehatan Anda, atau jadwalkan terpisah di rumah sakit yang punya alat OAE bila belum dilakukan.
Berapa biaya pemeriksaan lanjutan (BERA) kalau diperlukan?
Bervariasi tergantung rumah sakit. Diskusikan estimasi biaya saat rujukan diberikan, termasuk apakah tercakup BPJS/asuransi Anda.
Lihat Juga
- Hasil OAE “REFER” — Apa Artinya? — panduan lengkap untuk orang tua
- Spesialis THT Semarang — gambaran umum layanan THT lengkap
- Konsultasi Dokter THT Semarang — cara konsultasi dan persiapan
- Jadwal Dokter THT Semarang — cek slot konsultasi terbaru
- Biaya Konsultasi THT Semarang — komponen biaya & skema pembayaran
- Skrining OAE Bayi: Panduan Lengkap — detail proses & alur pemeriksaan