Kondisi Saya Keluhan THT Cek Gejala Praktik Spesialis Tentang Artikel Booking Sekarang
Link disalin!
dr. Yanuar
Ditulis & Ditinjau oleh
dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.A.I.(K), M.Si.Med
Spesialis THT & Subspesialis Alergi-Imunologi · RS Columbia Asia Semarang · Diperbarui: 21 September 2026

Kotoran telinga (serumen) sebenarnya punya fungsi pelindung alami — masalah baru muncul kalau menumpuk berlebihan, dan cotton bud justru sering jadi penyebabnya, bukan solusinya.

Sebagai dokter spesialis THT yang berpraktik di Semarang, saya sering mendapati pasien dengan masalah telinga akibat kebiasaan membersihkan dengan cotton bud. Artikel ini merangkum penjelasannya.

Kenapa Serumen Tidak Selalu Perlu Dibersihkan?

Serumen melindungi liang telinga dari debu, bakteri, dan air — telinga sebenarnya punya mekanisme “self-clean” alami lewat gerakan rahang (mengunyah, bicara) yang perlahan mendorong serumen keluar dengan sendirinya.

Cotton bud justru sering mendorong sebagian serumen lebih dalam ke arah gendang telinga, membuatnya memadat (serumen prop) — kebalikan dari yang dimaksudkan.

Kapan Serumen Jadi Masalah?

  • Rasa penuh atau tersumbat di telinga
  • Pendengaran terasa teredam di satu atau kedua telinga
  • Telinga berdenging (tinnitus) yang muncul bersamaan rasa tersumbat
  • Gatal atau rasa tidak nyaman di liang telinga

Gejala ini biasanya menandakan serumen sudah memadat/menumpuk (serumen prop) dan perlu dibersihkan secara medis, bukan dengan cotton bud di rumah.

Cara Aman Merawat Kebersihan Telinga

  • Bersihkan hanya bagian luar/daun telinga dengan waslap, jangan masuk ke liang telinga
  • Biarkan mekanisme self-clean alami bekerja — tidak perlu membersihkan liang telinga setiap hari
  • Kalau terasa penuh/tersumbat, jangan coba keluarkan sendiri dengan cotton bud, jepitan, atau benda lain
  • Untuk yang sering mengalami penumpukan serumen, tetes pelunak serumen bisa dipakai sesuai anjuran dokter

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter THT

  • Rasa penuh/tersumbat di telinga yang tidak hilang
  • Pendengaran terasa berkurang mendadak
  • Sudah coba bersihkan sendiri tapi keluhan tidak membaik atau justru memburuk
  • Nyeri telinga setelah mencoba membersihkan sendiri

Konsultasi Spesialis THT di Semarang

dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.THT-KL, Subsp. AI(K) berpraktik di RS Columbia Asia Semarang. Buat janji online via WhatsApp sekarang.

📲 Buat Janji via WhatsApp

FAQ — Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apakah serumen itu kotoran yang harus dibersihkan rutin?
Tidak — serumen punya fungsi pelindung alami. Membersihkan berlebihan justru bisa mengganggu mekanisme perlindungan telinga.

Bagaimana cara dokter membersihkan serumen prop?
Bisa dengan alat khusus (suction/irigasi) di klinik, kadang didahului tetes pelunak serumen beberapa hari sebelumnya untuk mempermudah proses.

Apakah lilin telinga (ear candle) aman untuk membersihkan serumen?
Tidak disarankan — metode ini tidak terbukti efektif dan berisiko menyebabkan luka bakar atau cedera pada telinga.

Lihat Juga

dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L.

Ditulis & ditinjau oleh dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.A.I. (K), M.Si.Med.

Dokter Spesialis THT (Telinga Hidung Tenggorok) & Konsultan Alergi-Imunologi · Semarang

Praktik di RS Columbia Asia Semarang dan RS Nasional Diponegoro, menangani keluhan THT umum hingga kasus alergi kompleks yang memerlukan penanganan subspesialis Konsultan Alergi-Imunologi.

Lihat profil lengkap & jadwal praktik dokter THT Semarang →