Kondisi Saya Keluhan THT Cek Gejala Praktik Spesialis Tentang Artikel Booking Sekarang
Link disalin!
dr. Yanuar
Ditulis & Ditinjau oleh
dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.A.I.(K), M.Si.Med
Spesialis THT & Subspesialis Alergi-Imunologi · RS Columbia Asia Semarang · Diperbarui: 01 October 2026

Apa Itu Papiloma Inversi Hidung?

Papiloma inversi hidung adalah pertumbuhan jaringan jinak yang terjadi di dalam rongga hidung atau sinus paranasal. Meskipun bersifat jinak, tumor ini memiliki sifat yang agresif secara lokal—tumbuh cepat dan dapat merusak tulang serta jaringan sekitar jika tidak ditangani. Tumor ini hampir selalu unilateral, hanya terjadi pada satu sisi hidung. Seperti tumor jinak laring lainnya, papiloma inversi memerlukan penanganan khusus karena potensi rekurensi dan perubahan ke arah keganasan.

Tanda dan Gejala

Gejala papiloma inversi berkembang secara bertahap, sering mirip dengan keluhan hidung biasa, namun ada beberapa ciri khas yang perlu diwaspadai:

  • Hidung tersumbat satu sisi yang persisten
  • Mimisan berulang atau perdarahan tanpa sebab jelas, berkaitan dengan pembuluh darah di rongga hidung yang terganggu
  • Sekret hidung bercampur darah atau bau tidak sedap
  • Sinusitis yang sering kambuh dan tidak membaik dengan antibiotik biasa
  • Tekanan atau nyeri di wajah, terutama di pipi dan dahi
  • Benjolan di dalam hidung yang dapat dirasa atau dilihat pasien

Mimisan berulang adalah tanda yang perlu diwaspadai. Lebih lanjut tentang pembuluh darah penyebab mimisan dan suplai darah hidung dapat membantu memahami mengapa perdarahan ini terjadi. Gejala baru disadari saat tumor sudah cukup membesar, karena pertumbuhannya berlangsung perlahan.

Penyebab dan Faktor Risiko

Penyebab pasti papiloma inversi hidung belum diketahui dengan jelas. Para ahli menyelidiki berbagai kemungkinan, namun tidak ada satu faktor yang terbukti sebagai penyebab tunggal. Beberapa teori meliputi inflamasi kronis di hidung dan sinus, paparan alergen atau iritan dalam jangka waktu lama, infeksi virus (termasuk HPV meski hubungannya masih diperdebatkan), trauma atau cedera lokal pada hidung, dan faktor genetik yang belum sepenuhnya dipahami. Tumor ini lebih sering dialami laki-laki dan umumnya ditemukan pada usia 40-70 tahun, meskipun dapat terjadi di usia berapa pun.

Cara Diagnosis

Diagnosis papiloma inversi memerlukan pemeriksaan yang cermat dan terkonfirmasi. Dokter THT akan melakukan serangkaian pemeriksaan:

  • Anamnesis dan pemeriksaan fisik: menggali riwayat gejala dan melihat langsung kondisi hidung dengan cermin
  • Endoskopi hidung: memasukkan selang kecil berlampu untuk melihat langsung rongga hidung. Tumor tampak sebagai benjolan bertekstur kasar atau berombak
  • Imaging (CT scan atau MRI): menilai luas penyebaran tumor, keterlibatan tulang, dan merancang strategi operasi
  • Biopsi jaringan: pengambilan sampel kecil untuk diperiksa di bawah mikroskop, memastikan diagnosis dan menyingkirkan kemungkinan keganasan

Biopsi adalah langkah paling penting karena bentuk klinis papiloma inversi sangat mirip dengan polip hidung dan pertumbuhan lainnya. Pemeriksaan histopatologi akan membedakan papiloma inversi dari polip dan tumor lainnya dengan pasti.

Penanganan

Penanganan papiloma inversi hidung melibatkan operasi pengangkatan tumor. Pendekatan yang digunakan bergantung pada ukuran dan luas penyebaran, antara lain reseksi endoskopik (pengangkatan melalui hidung menggunakan alat endoskopi, termasuk margin jaringan sehat untuk mengurangi risiko rekurensi) dan reseksi luas jika tumor sudah sangat besar atau melibatkan struktur tulang. Beberapa kasus dengan risiko rekurensi tinggi dipertimbangkan untuk radioterapi tambahan setelah operasi, meski pendekatan ini masih menjadi pembahasan para ahli. Tujuan utama adalah mengangkat seluruh tumor sambil menjaga fungsi hidung sebaik mungkin.

Komplikasi dan Prognosis

Meskipun bersifat jinak, papiloma inversi memiliki risiko serius yang perlu diwaspadai. Rekurensi adalah masalah utama—tumor dapat tumbuh kembali setelah operasi dengan tingkat yang dapat mencapai 10-30% atau lebih tergantung teknik operasi dan ukuran awal tumor. Dalam persentase kecil kasus (sekitar 5-15%), papiloma inversi dapat berubah menjadi kanker (karsinoma sel skuamosa), fenomena yang disebut transformasi maligna. Pertumbuhan tak terkontrol juga dapat merusak tulang hidung, sinus, bahkan menekan otak dan mata, menyebabkan komplikasi serius.

Oleh karena itu, follow-up jangka panjang sangat penting. Pasien memerlukan pemeriksaan endoskopi berkala untuk mendeteksi rekurensi sejak dini—biasanya 3-6 bulan pada tahun-tahun awal, kemudian menyesuaikan berdasarkan kondisi individual.

Kapan Harus ke Dokter

Segera periksakan diri ke dokter THT jika Anda mengalami hidung tersumbat satu sisi lebih dari 2-3 minggu tanpa penyebab jelas, mimisan berulang tanpa trauma sebelumnya, sinusitis yang sering kambuh atau tidak membaik dengan pengobatan antibiotik, adanya benjolan atau sensasi gumpalan di dalam hidung, atau perubahan pola sekret hidung disertai bau busuk. Diagnosis dini membantu mencegah komplikasi dan memperbaiki prognosis—jangan menunda pemeriksaan, karena tumor ini dapat berkembang tanpa gejala berat di fase awalnya.

FAQ

Apakah papiloma inversi hidung akan menjadi kanker?
Papiloma inversi adalah tumor jinak, tetapi ada risiko transformasi maligna pada persentase kecil kasus (sekitar 5-15%). Inilah mengapa deteksi dini dan follow-up rutin sangat penting untuk mencegah perubahan tersebut dan mengenalinya sejak dini jika terjadi.

Bisakah papiloma inversi hidung muncul kembali setelah dioperasi?
Ya, rekurensi adalah masalah utama papiloma inversi dengan tingkat yang dapat mencapai 10-30% atau lebih. Penting untuk mengikuti jadwal pemeriksaan dan endoskopi berkala yang ditentukan dokter agar rekurensi dapat dideteksi dan ditangani segera pada fase awal.

Apakah operasi menghilangkan papiloma inversi selamanya?
Operasi mengangkat tumor yang ada saat ini, tetapi tidak menjamin tumor tidak akan tumbuh kembali. Hasil operasi tergantung pada ukuran tumor, teknik reseksi yang digunakan, dan faktor-faktor individu pasien. Pengawasan jangka panjang adalah bagian integral dari pengobatan papiloma inversi.

Berapa lama pemulihan setelah operasi papiloma inversi hidung?
Pemulihan awal berlangsung cepat, dalam beberapa hari hingga minggu, tetapi proses penyembuhan lengkap jaringan dalam sinus memerlukan waktu beberapa minggu lebih. Pasien akan menerima petunjuk perawatan pasca operasi dari dokter, dan jadwal pemeriksaan kontrol berkala akan ditentukan untuk memastikan penyembuhan optimal dan deteksi dini rekurensi.

Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan atau konsultasi medis langsung. Hasil dan penanganan tiap pasien berbeda.

Konsultasi Spesialis THT di Semarang

Punya keluhan serupa? dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.THT-KL, Subsp. AI(K) berpraktik di RS Columbia Asia Semarang. Buat janji online via WhatsApp.

Buat Janji via WhatsApp

Lihat Juga

dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L.

Ditulis & ditinjau oleh dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.A.I. (K), M.Si.Med.

Dokter Spesialis THT (Telinga Hidung Tenggorok) & Konsultan Alergi-Imunologi · Semarang

Praktik di RS Columbia Asia Semarang dan RS Nasional Diponegoro, menangani keluhan THT umum hingga kasus alergi kompleks yang memerlukan penanganan subspesialis Konsultan Alergi-Imunologi.

Lihat profil lengkap & jadwal praktik dokter THT Semarang →