Kondisi Saya Keluhan THT Cek Gejala Praktik Spesialis Tentang Artikel Booking Sekarang
Link disalin!
dr. Yanuar
Ditulis & Ditinjau oleh
dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.A.I.(K), M.Si.Med
Spesialis THT & Subspesialis Alergi-Imunologi · RS Columbia Asia Semarang · Diperbarui: 06 October 2026

Diterbitkan · Terakhir diperbarui

Osteoma sinus adalah tumor tulang yang jinak. Meskipun kata “tumor” terasa menakutkan, osteoma tidak ganas dan tidak akan berubah menjadi kanker. Tumor ini tumbuh dari tulang pembentuk sinus—ruang kosong di sekitar mata, pipi, dan dahi. Kebanyakan osteoma sinus tidak menimbulkan masalah dan ditemukan secara kebetulan saat pasien melakukan CT scan untuk tujuan lain.

Apa Itu Osteoma Sinus?

Sinus paranasal adalah rongga udara kecil yang tersebar di tulang wajah (sinus frontal, maksila, etmoid, dan sfenoid). Osteoma sinus adalah pertumbuhan tulang yang jinak yang muncul dari dinding sinus. Tumor ini padat, pertumbuhannya lambat, dan bisa tetap dalam ukuran sama selama bertahun-tahun. Meskipun tergolong tumor jinak, osteoma sinus perlu dimonitor karena bisa berkembang dan menyebabkan gangguan.

Tanda dan Gejala

Mayoritas pasien dengan osteoma sinus tidak menyadari kehadiran tumor ini karena tidak menimbulkan gejala. Gejala muncul jika tumor sudah besar atau menghalangi aliran sinus. Gejala yang mungkin dirasakan meliputi:

  • Tekanan atau nyeri di wajah, khususnya di dekat mata atau pelipis
  • Sakit kepala berkala di sekitar area sinus
  • Pembengkakan halus di wajah atau pipi
  • Keluar cairan dari hidung yang persisten
  • Sinusitis berulang (radang sinus yang sering kambuh)
  • Gangguan penglihatan jika tumor dekat rongga mata

Perlu diingat bahwa gejala-gejala ini bisa juga disebabkan oleh penyakit lain. Diagnosis yang tepat memerlukan pemeriksaan dokter dan hasil pencitraan yang sesuai.

Penyebab dan Faktor Risiko

Penyebab pasti osteoma sinus belum diketahui sepenuhnya. Beberapa teori mengemukakan bahwa tumor ini bisa terjadi akibat cedera atau trauma pada tulang wajah sebelumnya, peradangan kronis pada sinus, faktor genetik, atau gangguan metabolisme tulang. Osteoma sinus lebih sering dijumpai pada pria berusia 20 hingga 40 tahun, meskipun bisa terjadi pada usia berapa pun. Penyakit ini tidak menular dan bukan akibat gaya hidup atau kebiasaan tertentu.

Diagnosis

Osteoma sinus biasanya ditemukan secara tidak terduga saat pasien menjalani pencitraan untuk alasan lain, seperti CT scan untuk sinusitis atau trauma wajah. Jika ada kecurigaan, dokter akan melakukan:

  • CT scan sinus — pemeriksaan baku emas untuk memastikan diagnosis dan menentukan lokasi serta ukuran tumor
  • Pemeriksaan fisik — dokter melihat dan meraba area wajah untuk mendeteksi pembengkakan atau tanda lain
  • Nasoendoskopi — pemeriksaan dalam hidung dengan alat khusus untuk melihat keadaan sinus dari dalam

Pemeriksaan ini penting untuk membedakan osteoma dari kondisi lain seperti sinusitis kronis atau tumor jinak lainnya.

Penanganan

Penanganan osteoma sinus bergantung pada ukuran tumor, lokasi, dan ada tidaknya gejala.

Observasi (Watchful Waiting)

Jika osteoma kecil dan tidak menimbulkan gejala, dokter merekomendasikan pemantauan berkala dengan CT scan setiap 1–2 tahun. Pasien cukup melakukan pemeriksaan rutin untuk memastikan tumor tidak membesar. Mayoritas osteoma tidak berkembang, sehingga pendekatan ini aman dan menghindarkan operasi yang tidak perlu.

Operasi

Operasi dipertimbangkan jika tumor menyebabkan gejala yang mengganggu, menghalangi aliran sinus dan menyebabkan sinusitis berulang, atau berisiko menimbulkan komplikasi. Teknik yang lazim adalah endoscopic sinus surgery (FESS)—suatu prosedur minimally invasive yang dilakukan melalui hidung tanpa memerlukan sayatan besar di wajah. Pemulihan biasanya cepat dengan luka minimal.

Komplikasi dan Prognosis

Komplikasi osteoma sinus jarang terjadi namun bisa serius jika tidak ditangani, termasuk penyebaran ke rongga mata atau otak, infeksi berulang, atau deformitas wajah. Namun prognosis osteoma sinus secara umum sangat baik. Tumor ini jinak, pertumbuhannya lambat, dan jarang menyebabkan masalah serius. Tingkat kesembuhan setelah operasi tinggi dengan komplikasi perioperatif minimal, dan rekurensi (kambuh) sangat jarang terjadi.

Kapan Harus ke Dokter

Konsultasikan dengan dokter spesialis THT-KL jika mengalami nyeri wajah atau tekanan persisten yang tidak membaik, pembengkakan di wajah atau area mata yang tidak kunjung hilang, gangguan penglihatan, keluar cairan dari hidung yang berbau atau disertai darah, atau sinusitis yang sering kambuh meskipun sudah diobati.

Jika timbul sakit kepala hebat mendadak disertai demam tinggi, kesulitan berbicara, atau perubahan kesadaran, segera ke unit gawat darurat, karena ini mungkin tanda komplikasi serius meskipun sangat jarang terjadi.

FAQ

Apakah osteoma sinus bisa berubah menjadi kanker?
Tidak. Osteoma adalah tumor jinak (benign tumor) yang tidak akan berubah menjadi kanker sepanjang hayat. Pasien tidak perlu khawatir tentang transformasi menjadi keganasan.

Berapa lama operasi osteoma sinus?
Lama operasi tergantung ukuran dan lokasi tumor, tetapi umumnya berkisar antara 30 hingga 90 menit. Operasi dilakukan dengan anestesi umum. Pasien biasanya bisa pulang dalam waktu 1–2 hari dan dapat kembali ke aktivitas normal dalam 2–3 minggu.

Apakah osteoma akan terus membesar?
Mayoritas osteoma sinus tidak bertambah besar atau berkembang sangat lambat, bahkan tetap dalam ukuran sama selama puluhan tahun. Itulah mengapa dokter sering merekomendasikan observasi rutin daripada operasi langsung, terutama jika tumor tidak menimbulkan gejala.

Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan atau konsultasi medis langsung. Hasil dan penanganan tiap pasien berbeda.

Konsultasi Spesialis THT di Semarang

Punya keluhan serupa? dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.THT-KL, Subsp. AI(K) berpraktik di RS Columbia Asia Semarang. Buat janji online via WhatsApp.

Buat Janji via WhatsApp

Lihat Juga

dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L.

Ditulis & ditinjau oleh dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.A.I. (K), M.Si.Med.

Dokter Spesialis THT (Telinga Hidung Tenggorok) & Konsultan Alergi-Imunologi · Semarang

Praktik di RS Columbia Asia Semarang dan RS Nasional Diponegoro, menangani keluhan THT umum hingga kasus alergi kompleks yang memerlukan penanganan subspesialis Konsultan Alergi-Imunologi.

Lihat profil lengkap & jadwal praktik dokter THT Semarang →