Kondisi Saya Keluhan THT Cek Gejala Praktik Spesialis Tentang Artikel Booking Sekarang
Link disalin!
dr. Yanuar
Ditulis & Ditinjau oleh
dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.A.I.(K), M.Si.Med
Spesialis THT & Subspesialis Alergi-Imunologi · RS Columbia Asia Semarang · Diperbarui: 01 October 2026

Diterbitkan · Terakhir diperbarui

Apa Itu Parotitis Bakterial?

Parotitis bakterial adalah infeksi akut pada kelenjar parotis, yaitu kelenjar liur terbesar yang terletak di depan telinga dan di samping pipi. Infeksi ini menyebabkan pembengkakan yang nyeri, peningkatan suhu tubuh, dan berbagai gejala lain yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Berbeda dengan parotitis viral yang biasanya terjadi pada anak-anak (seperti gondongan), parotitis bakterial lebih sering menyerang orang tua dan mereka dengan kondisi kesehatan tertentu.

Tanda dan Gejala

Gejala parotitis bakterial muncul tiba-tiba dan berkembang cepat dalam hitungan jam hingga hari pertama infeksi. Tanda-tanda yang perlu diwaspadai meliputi:

  • Pembengkakan di depan telinga, pipi, atau bawah rahang yang terasa nyeri
  • Demam tinggi (sering di atas 38,5°C)
  • Nyeri saat mengunyah atau menelan makanan
  • Keluarnya cairan nanah dari lubang saluran kelenjar di dalam mulut (dekat gigi geraham atas)
  • Kesulitan membuka mulut
  • Kemerahan pada kulit di atas kelenjar yang membengkak
  • Rasa tidak enak badan (malaise) dan lemas

Penyebab dan Faktor Risiko

Penyebab utama parotitis bakterial adalah bakteri Staphylococcus aureus. Bakteri ini dapat masuk ke dalam kelenjar melalui lubang saluran kelenjar di dalam mulut atau melalui aliran darah. Beberapa faktor yang meningkatkan risiko terjadinya parotitis bakterial antara lain:

  • Dehidrasi dan mulut kering: Produksi air liur yang berkurang membuat saluran kelenjar lebih rentan terhadap infeksi
  • Usia lanjut: Orang tua memiliki sistem kekebalan yang lebih lemah
  • Kondisi kronis: Diabetes, penyakit ginjal, atau kanker yang melemahkan imunitas
  • Penyakit sistemik: Malnutrisi, HIV/AIDS, atau lupus
  • Pembedahan atau perawatan mulut baru-baru ini: Yang dapat menyebabkan penyebaran bakteri
  • Obat-obatan tertentu: Yang mengurangi produksi air liur
  • Batu atau sumbatan di saluran kelenjar: Menghambat aliran air liur dan air terperangkap

Cara Diagnosis

Dokter THT akan mendiagnosis parotitis bakterial terutama berdasarkan gejala yang Anda alami dan pemeriksaan fisik terhadap area yang membengkak. Dokter akan menekan kelenjar untuk melihat apakah nanah keluar dari lubang salurannya. Pemeriksaan tambahan seperti ultrasonografi atau CT scan mungkin dilakukan jika dokter mencurigai adanya komplikasi seperti abses (kantong nanah) atau untuk memastikan diagnosis.

Penanganan

Penanganan parotitis bakterial berfokus pada memerangi infeksi dan meredakan gejala. Langkah-langkah umum yang dilakukan meliputi:

  • Hidrasi yang cukup: Minum air putih banyak untuk menjaga produksi air liur dan merangsang pengeluaran cairan dari kelenjar
  • Antibiotik sistemik: Diberikan untuk membunuh bakteri penyebab infeksi
  • Kompres hangat: Untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan
  • Perawatan lokal: Menjaga kebersihan mulut dengan berkumur air garam hangat
  • Obat pereda nyeri dan penurun demam: Untuk kenyamanan pasien
  • Diet lunak: Makanan yang mudah ditelan untuk mengurangi aktivitas mengunyah

Jika terjadi abses (kantong nanah) yang besar, dokter mungkin perlu melakukan drainase (pengeluaran nanah) melalui prosedur kecil dengan anestesi lokal.

Komplikasi dan Prognosis

Dengan penanganan yang cepat dan tepat, mayoritas pasien pulih sepenuhnya dalam waktu 1–2 minggu tanpa sisa. Namun, jika tidak ditangani dengan baik, parotitis bakterial dapat mengakibatkan komplikasi seperti abses yang meluas, masuknya infeksi ke aliran darah (septikemia), atau pembentukan jaringan parut yang mengurangi fungsi kelenjar. Pengobatan dini dan teratur sangat penting untuk mencegah komplikasi serius.

Kapan Harus ke Dokter

Segera konsultasi ke dokter THT atau unit gawat darurat jika Anda mengalami pembengkakan di depan telinga disertai demam tinggi, kesulitan menelan yang berat, atau adanya tanda-tanda perburukan dalam 24–48 jam. Penanganan segera dapat mencegah komplikasi dan mempercepat pemulihan. Jangan menunda konsultasi bahkan jika gejala terasa ringan, karena infeksi bakteri dapat berkembang dengan cepat.

FAQ

Apakah parotitis bakterial menular ke orang lain?
Parotitis bakterial tidak menular seperti flu atau penyakit viral lainnya. Namun, bakteri penyebabnya (Staphylococcus aureus) dapat tersebar melalui kontak langsung dengan cairan dari kelenjar yang terinfeksi, jadi tetap jaga kebersihan.

Bisakah parotitis bakterial sembuh tanpa antibiotik?
Parotitis bakterial adalah infeksi bakteri yang memerlukan antibiotik untuk memberantas bakteri. Tanpa antibiotik, risiko komplikasi serius meningkat. Oleh karena itu, penggunaan antibiotik yang tepat sangat diperlukan berdasarkan resep dokter.

Berapa lama waktu pemulihan parotitis bakterial?
Dengan pengobatan yang sesuai, gejala biasanya mulai membaik dalam 3–5 hari, dan pulih total dalam 1–2 minggu. Namun, lamanya pemulihan bervariasi tergantung pada tingkat keparahan infeksi dan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan.

Bagaimana cara mencegah parotitis bakterial?
Pencegahan utama adalah menjaga hidrasi yang baik, merawat kebersihan mulut dengan baik, mengatasi kondisi dehidrasi, dan mengontrol penyakit kronis seperti diabetes. Segera konsultasi dokter jika merasakan gejala awal untuk mencegah berkembangnya infeksi.

Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan atau konsultasi medis langsung. Hasil dan penanganan tiap pasien berbeda.

Konsultasi Spesialis THT di Semarang

Punya keluhan serupa? dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.THT-KL, Subsp. AI(K) berpraktik di RS Columbia Asia Semarang. Buat janji online via WhatsApp.

Buat Janji via WhatsApp

Lihat Juga

dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L.

Ditulis & ditinjau oleh dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.A.I. (K), M.Si.Med.

Dokter Spesialis THT (Telinga Hidung Tenggorok) & Konsultan Alergi-Imunologi · Semarang

Praktik di RS Columbia Asia Semarang dan RS Nasional Diponegoro, menangani keluhan THT umum hingga kasus alergi kompleks yang memerlukan penanganan subspesialis Konsultan Alergi-Imunologi.

Lihat profil lengkap & jadwal praktik dokter THT Semarang →