
Diterbitkan · Terakhir diperbarui
Apa Itu Parotitis Bakterial?
Parotitis bakterial adalah infeksi akut pada kelenjar parotis, yaitu kelenjar liur terbesar yang terletak di depan telinga dan di samping pipi. Infeksi ini menyebabkan pembengkakan yang nyeri, peningkatan suhu tubuh, dan berbagai gejala lain yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Berbeda dengan parotitis viral yang biasanya terjadi pada anak-anak (seperti gondongan), parotitis bakterial lebih sering menyerang orang tua dan mereka dengan kondisi kesehatan tertentu.
Tanda dan Gejala
Gejala parotitis bakterial muncul tiba-tiba dan berkembang cepat dalam hitungan jam hingga hari pertama infeksi. Tanda-tanda yang perlu diwaspadai meliputi:
- Pembengkakan di depan telinga, pipi, atau bawah rahang yang terasa nyeri
- Demam tinggi (sering di atas 38,5°C)
- Nyeri saat mengunyah atau menelan makanan
- Keluarnya cairan nanah dari lubang saluran kelenjar di dalam mulut (dekat gigi geraham atas)
- Kesulitan membuka mulut
- Kemerahan pada kulit di atas kelenjar yang membengkak
- Rasa tidak enak badan (malaise) dan lemas
Penyebab dan Faktor Risiko
Penyebab utama parotitis bakterial adalah bakteri Staphylococcus aureus. Bakteri ini dapat masuk ke dalam kelenjar melalui lubang saluran kelenjar di dalam mulut atau melalui aliran darah. Beberapa faktor yang meningkatkan risiko terjadinya parotitis bakterial antara lain:
- Dehidrasi dan mulut kering: Produksi air liur yang berkurang membuat saluran kelenjar lebih rentan terhadap infeksi
- Usia lanjut: Orang tua memiliki sistem kekebalan yang lebih lemah
- Kondisi kronis: Diabetes, penyakit ginjal, atau kanker yang melemahkan imunitas
- Penyakit sistemik: Malnutrisi, HIV/AIDS, atau lupus
- Pembedahan atau perawatan mulut baru-baru ini: Yang dapat menyebabkan penyebaran bakteri
- Obat-obatan tertentu: Yang mengurangi produksi air liur
- Batu atau sumbatan di saluran kelenjar: Menghambat aliran air liur dan air terperangkap
Cara Diagnosis
Dokter THT akan mendiagnosis parotitis bakterial terutama berdasarkan gejala yang Anda alami dan pemeriksaan fisik terhadap area yang membengkak. Dokter akan menekan kelenjar untuk melihat apakah nanah keluar dari lubang salurannya. Pemeriksaan tambahan seperti ultrasonografi atau CT scan mungkin dilakukan jika dokter mencurigai adanya komplikasi seperti abses (kantong nanah) atau untuk memastikan diagnosis.
Penanganan
Penanganan parotitis bakterial berfokus pada memerangi infeksi dan meredakan gejala. Langkah-langkah umum yang dilakukan meliputi:
- Hidrasi yang cukup: Minum air putih banyak untuk menjaga produksi air liur dan merangsang pengeluaran cairan dari kelenjar
- Antibiotik sistemik: Diberikan untuk membunuh bakteri penyebab infeksi
- Kompres hangat: Untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan
- Perawatan lokal: Menjaga kebersihan mulut dengan berkumur air garam hangat
- Obat pereda nyeri dan penurun demam: Untuk kenyamanan pasien
- Diet lunak: Makanan yang mudah ditelan untuk mengurangi aktivitas mengunyah
Jika terjadi abses (kantong nanah) yang besar, dokter mungkin perlu melakukan drainase (pengeluaran nanah) melalui prosedur kecil dengan anestesi lokal.
Komplikasi dan Prognosis
Dengan penanganan yang cepat dan tepat, mayoritas pasien pulih sepenuhnya dalam waktu 1–2 minggu tanpa sisa. Namun, jika tidak ditangani dengan baik, parotitis bakterial dapat mengakibatkan komplikasi seperti abses yang meluas, masuknya infeksi ke aliran darah (septikemia), atau pembentukan jaringan parut yang mengurangi fungsi kelenjar. Pengobatan dini dan teratur sangat penting untuk mencegah komplikasi serius.
Kapan Harus ke Dokter
Segera konsultasi ke dokter THT atau unit gawat darurat jika Anda mengalami pembengkakan di depan telinga disertai demam tinggi, kesulitan menelan yang berat, atau adanya tanda-tanda perburukan dalam 24–48 jam. Penanganan segera dapat mencegah komplikasi dan mempercepat pemulihan. Jangan menunda konsultasi bahkan jika gejala terasa ringan, karena infeksi bakteri dapat berkembang dengan cepat.
FAQ
Apakah parotitis bakterial menular ke orang lain?
Parotitis bakterial tidak menular seperti flu atau penyakit viral lainnya. Namun, bakteri penyebabnya (Staphylococcus aureus) dapat tersebar melalui kontak langsung dengan cairan dari kelenjar yang terinfeksi, jadi tetap jaga kebersihan.
Bisakah parotitis bakterial sembuh tanpa antibiotik?
Parotitis bakterial adalah infeksi bakteri yang memerlukan antibiotik untuk memberantas bakteri. Tanpa antibiotik, risiko komplikasi serius meningkat. Oleh karena itu, penggunaan antibiotik yang tepat sangat diperlukan berdasarkan resep dokter.
Berapa lama waktu pemulihan parotitis bakterial?
Dengan pengobatan yang sesuai, gejala biasanya mulai membaik dalam 3–5 hari, dan pulih total dalam 1–2 minggu. Namun, lamanya pemulihan bervariasi tergantung pada tingkat keparahan infeksi dan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan.
Bagaimana cara mencegah parotitis bakterial?
Pencegahan utama adalah menjaga hidrasi yang baik, merawat kebersihan mulut dengan baik, mengatasi kondisi dehidrasi, dan mengontrol penyakit kronis seperti diabetes. Segera konsultasi dokter jika merasakan gejala awal untuk mencegah berkembangnya infeksi.
Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan atau konsultasi medis langsung. Hasil dan penanganan tiap pasien berbeda.
Konsultasi Spesialis THT di Semarang
Punya keluhan serupa? dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.THT-KL, Subsp. AI(K) berpraktik di RS Columbia Asia Semarang. Buat janji online via WhatsApp.
Lihat Juga
- Sialolitiasis: Batu Kelenjar Liur
- Laringitis Akut
- Spesialis THT Semarang
- Konsultasi Dokter THT Semarang
- Jadwal Dokter THT Semarang
- Biaya Konsultasi THT Semarang
- → Spasme Esofagus Difus: Penyebab Kontraksi Spontan Kerongkongan
- → Kista Laring dan Laringokel: Penyebab, Gejala & Cara Penanganan
- → Divertikulum Zenker: Kantong Esofagus Atas yang Mengganggu Menelan
- → Spasme Krikofaring: Penyebab Kesulitan Menelan dan Sensasi Tersangkut
- → Panduan THT Anak
- → Konsultasi Dokter THT Semarang
- → Jadwal Praktik dr. Yanuar