
Diterbitkan · Terakhir diperbarui
Apa Itu Stomatitis Herpetik?
Stomatitis herpetik adalah peradangan di rongga mulut yang disebabkan oleh virus herpes simpleks tipe 1 (HSV-1). Istilah medisnya adalah gingivostomatitis herpetik. Penyakit ini menghasilkan luka berupa gelembung-gelembung kecil yang sangat nyeri, berbeda dengan sariawan biasa yang Anda kenal. Infeksi ini paling sering terjadi pertama kali, terutama pada anak-anak dan remaja, meskipun orang dewasa juga bisa terkena.
Tanda dan Gejala
Gejala stomatitis herpetik muncul dalam 2–12 hari setelah kontak dengan virus. Perkembangannya terjadi dalam beberapa fase:
- Fase awal: Demam tinggi (39–40°C), nyeri kepala, nyeri otot, dan pembengkakan kelenjar getah bening di leher.
- Fase gelembung: Muncul kelompok luka gelembung kecil di bibir, gusi, langit-langit, pipi dalam, atau lidah—sangat nyeri.
- Fase luka terbuka: Gelembung pecah menjadi luka putih-kuning dengan tepi merah. Pasien kesulitan makan atau minum.
- Penyembuhan: Luka mengering dan hilang dalam 7–10 hari tanpa bekas.
Nyeri bisa sangat mengganggu, terutama pada anak kecil yang mungkin menolak makan atau minum akibat ketidaknyamanan.
Penyebab dan Faktor Risiko
Stomatitis herpetik disebabkan virus HSV-1 yang menular melalui kontak langsung dengan cairan luka atau air liur penderita. Setelah infeksi pertama, virus dapat tetap tidur di saraf dan reaktivasi kemudian dalam kondisi tertentu.
Faktor risiko termasuk sistem kekebalan rendah, stres fisik atau emosional, trauma lokal di mulut, kurang tidur, penyakit demam lain, dan paparan sinar UV. Anak-anak sering terkena antara usia 6 bulan sampai 5 tahun, sering kali setelah kontak dengan orang dewasa yang membawa virus.
Cara Diagnosis
Diagnosis bersifat klinis, didasarkan pada tampilan luka yang khas dan gejala sistemik. Tampilan luka ini membedakannya dari penyakit mulut lain seperti kandidiasis oral atau sariawan biasa. Dokter menanyakan riwayat kontak dengan penderita herpes dan waktu munculnya gejala. Kombinasi demam tinggi, gelembung berkelompok, dan penyebaran di gusi serta mulut sudah mencukupi untuk diagnosis. Pemeriksaan laboratorium jarang diperlukan untuk penanganan rutin.
Penanganan
Tujuan penanganan adalah mengurangi nyeri, mencegah dehidrasi, dan menghindari penularan:
- Obat simptomatik: Penurun demam dan pereda nyeri sesuai usia dan berat badan pasien.
- Terapi antiviral: Obat antiviral dapat diberikan terutama jika diagnosis tepat waktu (dalam fase awal) untuk memperpendek durasi infeksi.
- Asupan cairan dan nutrisi: Pilih makanan lunak, dingin, tidak mengiritasi. Hindari makanan asam, pedas, atau panas. Jika sulit makan, minuman bergizi dapat membantu.
- Perawatan mulut: Bilas dengan air garam hangat untuk menjaga kebersihan tanpa mengiritasi luka.
- Isolasi: Pisahkan peralatan makan dan handuk untuk mencegah penularan ke anggota keluarga lain.
Komplikasi dan Prognosis
Pada orang sehat, prognosis sangat baik—pulih sepenuhnya dalam 7–10 hari tanpa bekas luka. Pada pasien dengan sistem kekebalan sangat rendah (misalnya HIV stadium lanjut), infeksi dapat berlangsung lebih lama atau meluas. Komplikasi jarang terjadi tetapi dapat berupa dehidrasi berat, superinfeksi bakteri pada luka, atau infeksi yang lebih luas.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera ke dokter atau unit gawat darurat jika demam sangat tinggi dan tidak turun setelah 3–4 hari, pasien kesulitan menelan atau bernafas, terjadi dehidrasi berat (tidak buang air kecil >8 jam, bibir kering), luka meluas atau menunjukkan tanda infeksi bakteri (nanah, kulit di sekitar makin merah), pasien dalam kondisi immunocompromised (sistem kekebalan rendah), atau muncul gejala saraf seperti sakit kepala berat dan kaku leher. Konsultasi juga disarankan untuk diagnosis yang jelas dan mendapat obat antiviral sejak awal.
FAQ
Apakah stomatitis herpetik menular?
Ya, sangat menular melalui kontak langsung dengan cairan luka atau air liur penderita. Penularan paling tinggi saat gelembung masih basah. Isolasi dan kebersihan tangan sangat penting untuk mencegah penyebaran ke orang lain, terutama anggota keluarga usia lanjut atau sistem kekebalan rendah.
Berapa lama waktu penyembuhan?
Pada orang sehat, infeksi pulih dalam 7–10 hari. Durasi dapat berbeda tergantung respons imun individu dan waktu pemberian obat antiviral. Pemberian antiviral sejak fase awal dapat mempercepat pemulihan.
Apa perbedaan stomatitis herpetik dan sariawan biasa?
Stomatitis herpetik ditandai gelembung berkelompok sangat nyeri, disertai demam tinggi, dan pembengkakan gusi. Sariawan afta biasa (baca di artikel sariawan aftosa) jarang disertai demam, tidak bergejala gelembung awal, dan biasanya hanya satu atau dua luka terisolasi. Jika ragu, konsultasi dokter untuk diagnosis yang pasti.
Bisakah stomatitis herpetik terulang kembali?
Ya, virus dapat reaktivasi kemudian, biasanya sebagai herpes labialis (luka di bibir bagian luar). Reaktivasi dipicu stres, kelelahan, atau paparan sinar UV, tetapi biasanya lebih ringan dari infeksi pertama. Pencegahan meliputi manajemen stres yang baik dan perlindungan dari sinar matahari langsung.
Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan atau konsultasi medis langsung. Hasil dan penanganan tiap pasien berbeda.
Konsultasi Spesialis THT di Semarang
Punya keluhan serupa? dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.THT-KL, Subsp. AI(K) berpraktik di RS Columbia Asia Semarang. Buat janji online via WhatsApp.
Lihat Juga
- Sariawan (Stomatitis Aftosa Rekuren)
- Kandidiasis Oral (Sariawan Jamur)
- Spesialis THT Semarang
- Konsultasi Dokter THT Semarang
- Jadwal Dokter THT Semarang
- Biaya Konsultasi THT Semarang
- → Spasme Esofagus Difus: Penyebab Kontraksi Spontan Kerongkongan
- → Kista Laring dan Laringokel: Penyebab, Gejala & Cara Penanganan
- → Divertikulum Zenker: Kantong Esofagus Atas yang Mengganggu Menelan
- → Spasme Krikofaring: Penyebab Kesulitan Menelan dan Sensasi Tersangkut
- → Konsultasi Dokter THT Semarang
- → Jadwal Praktik dr. Yanuar