Kondisi Saya Keluhan THT Cek Gejala Praktik Spesialis Tentang Artikel Booking Sekarang
Link disalin!
dr. Yanuar
Ditulis & Ditinjau oleh
dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.A.I.(K), M.Si.Med
Spesialis THT & Subspesialis Alergi-Imunologi · RS Columbia Asia Semarang · Diperbarui: 19 May 2026

“Dok, amandel anak saya sering meradang — perlu dioperasi sekarang?” Pertanyaan ini sangat umum di klinik THT. Jawabannya: belum tentu. Keputusan untuk melakukan tonsilektomi (operasi pengangkatan amandel) bergantung pada frekuensi, keparahan episode, dan dampaknya terhadap kualitas hidup anak maupun orang dewasa. Tidak semua tonsilitis memerlukan operasi — dan memahami kapan operasi benar-benar diperlukan bisa membantu Anda mengambil keputusan yang lebih baik bersama dokter.

Apa Itu Tonsilitis?

Amandel (tonsil palatina) adalah dua massa jaringan limfoid yang terletak di kiri dan kanan pangkal tenggorokan. Keduanya merupakan bagian dari sistem imun tubuh — terutama aktif saat masa kanak-kanak — bertugas mendeteksi dan merespons kuman yang masuk melalui mulut dan hidung.

Tonsilitis adalah peradangan pada amandel, yang paling sering disebabkan oleh:

  • Virus — menyebabkan 70–80% kasus, termasuk rhinovirus, adenovirus, dan virus influenza
  • Bakteri — terutama Streptococcus grup A (Strep A), yang memerlukan penanganan antibiotik

Gejala khas meliputi nyeri telan, demam, pembengkakan amandel, dan kadang tampak lapisan putih atau kuning (eksudat) pada permukaan amandel.

Virus atau Bakteri? Perbedaan yang Penting

Membedakan penyebab tonsilitis penting karena berpengaruh pada penanganan. Berikut perbandingannya:

Aspek Viral Bakterial (Strep)
Onset Bertahap Mendadak
Demam Ringan–sedang Tinggi ≥38,5°C
Pilek/batuk Sering ada Jarang
Eksudat tonsil Kadang Sering (putih/kuning)
Kelenjar leher Bisa membesar Membesar dan nyeri
Antibiotik Tidak diperlukan Amoksisilin 10 hari

Kriteria Paradise — Panduan Klinis Indikasi Tonsilektomi

Dalam dunia THT, Kriteria Paradise adalah panduan klinis yang banyak digunakan untuk menentukan kapan tonsilektomi benar-benar dipertimbangkan. Tonsilektomi dapat diindikasikan apabila memenuhi salah satu dari kondisi berikut:

  • ≥7 episode tonsilitis dalam 1 tahun terakhir, atau
  • ≥5 episode/tahun selama 2 tahun berturut-turut, atau
  • ≥3 episode/tahun selama 3 tahun berturut-turut

Selain frekuensi, setiap episode harus memenuhi setidaknya satu dari kriteria berikut:

  • Demam di atas 38,3°C
  • Pembesaran kelenjar getah bening leher yang nyeri
  • Eksudat (lapisan putih/kuning) pada permukaan amandel
  • Hasil kultur positif untuk Streptococcus grup A

Catatan penting: Kriteria Paradise adalah panduan klinis berbasis bukti, bukan keputusan otomatis. Keputusan akhir tentang tonsilektomi selalu bergantung pada evaluasi dokter terhadap kondisi individual pasien secara menyeluruh.

Indikasi Lain Tonsilektomi (Bukan Hanya Soal Frekuensi)

Selain tonsilitis berulang, ada kondisi lain yang juga menjadi pertimbangan untuk tonsilektomi:

  • Amandel sangat besar (hipertrofi tonsil) yang menyebabkan gangguan napas saat tidur — termasuk obstructive sleep apnea (OSA). Gejala: mendengkur keras, sering terbangun malam, mengantuk berlebihan di siang hari.
  • Abses peritonsil berulang — komplikasi serius di mana nanah terbentuk di sekitar amandel.
  • Kecurigaan keganasan — amandel yang membesar hanya di satu sisi, tidak mengecil dalam waktu lama, atau disertai gejala sistemik perlu dievaluasi lebih lanjut.

Kondisi yang Tidak Memerlukan Operasi Segera

Tidak semua radang amandel membutuhkan tindakan bedah. Kondisi berikut umumnya bisa ditangani secara konservatif:

  • Episode pertama atau kedua dalam setahun — masih dalam batas wajar
  • Tonsilitis virus yang membaik sendiri dalam 5–7 hari tanpa komplikasi
  • Anak di bawah 3 tahun — amandel pada usia ini masih aktif secara imunologis dan umumnya tidak dioperasi kecuali ada indikasi khusus

Evaluasi Bersama Dokter THT

Setiap kasus radang amandel memiliki kondisi yang unik. Jika Anda atau anak Anda mengalami tonsilitis berulang, langkah terbaik adalah mencatat frekuensi dan keparahan setiap episode, lalu mendiskusikannya bersama dokter THT untuk evaluasi yang menyeluruh.

Informasi lebih lanjut tentang layanan terkait amandel:

Baca Juga

Disclaimer: Artikel ini bersifat edukatif dan bukan pengganti konsultasi medis langsung. Keputusan terkait tonsilektomi harus didasarkan pada evaluasi dokter terhadap kondisi individual Anda atau anak Anda.