
“Dok, amandel anak saya sering meradang — perlu dioperasi sekarang?” Pertanyaan ini sangat umum di klinik THT. Jawabannya: belum tentu. Keputusan untuk melakukan tonsilektomi (operasi pengangkatan amandel) bergantung pada frekuensi, keparahan episode, dan dampaknya terhadap kualitas hidup anak maupun orang dewasa. Tidak semua tonsilitis memerlukan operasi — dan memahami kapan operasi benar-benar diperlukan bisa membantu Anda mengambil keputusan yang lebih baik bersama dokter.
Apa Itu Tonsilitis?
Amandel (tonsil palatina) adalah dua massa jaringan limfoid yang terletak di kiri dan kanan pangkal tenggorokan. Keduanya merupakan bagian dari sistem imun tubuh — terutama aktif saat masa kanak-kanak — bertugas mendeteksi dan merespons kuman yang masuk melalui mulut dan hidung.
Tonsilitis adalah peradangan pada amandel, yang paling sering disebabkan oleh:
- Virus — menyebabkan 70–80% kasus, termasuk rhinovirus, adenovirus, dan virus influenza
- Bakteri — terutama Streptococcus grup A (Strep A), yang memerlukan penanganan antibiotik
Gejala khas meliputi nyeri telan, demam, pembengkakan amandel, dan kadang tampak lapisan putih atau kuning (eksudat) pada permukaan amandel.
Virus atau Bakteri? Perbedaan yang Penting
Membedakan penyebab tonsilitis penting karena berpengaruh pada penanganan. Berikut perbandingannya:
| Aspek | Viral | Bakterial (Strep) |
|---|---|---|
| Onset | Bertahap | Mendadak |
| Demam | Ringan–sedang | Tinggi ≥38,5°C |
| Pilek/batuk | Sering ada | Jarang |
| Eksudat tonsil | Kadang | Sering (putih/kuning) |
| Kelenjar leher | Bisa membesar | Membesar dan nyeri |
| Antibiotik | Tidak diperlukan | Amoksisilin 10 hari |
Kriteria Paradise — Panduan Klinis Indikasi Tonsilektomi
Dalam dunia THT, Kriteria Paradise adalah panduan klinis yang banyak digunakan untuk menentukan kapan tonsilektomi benar-benar dipertimbangkan. Tonsilektomi dapat diindikasikan apabila memenuhi salah satu dari kondisi berikut:
- ≥7 episode tonsilitis dalam 1 tahun terakhir, atau
- ≥5 episode/tahun selama 2 tahun berturut-turut, atau
- ≥3 episode/tahun selama 3 tahun berturut-turut
Selain frekuensi, setiap episode harus memenuhi setidaknya satu dari kriteria berikut:
- Demam di atas 38,3°C
- Pembesaran kelenjar getah bening leher yang nyeri
- Eksudat (lapisan putih/kuning) pada permukaan amandel
- Hasil kultur positif untuk Streptococcus grup A
Catatan penting: Kriteria Paradise adalah panduan klinis berbasis bukti, bukan keputusan otomatis. Keputusan akhir tentang tonsilektomi selalu bergantung pada evaluasi dokter terhadap kondisi individual pasien secara menyeluruh.
Indikasi Lain Tonsilektomi (Bukan Hanya Soal Frekuensi)
Selain tonsilitis berulang, ada kondisi lain yang juga menjadi pertimbangan untuk tonsilektomi:
- Amandel sangat besar (hipertrofi tonsil) yang menyebabkan gangguan napas saat tidur — termasuk obstructive sleep apnea (OSA). Gejala: mendengkur keras, sering terbangun malam, mengantuk berlebihan di siang hari.
- Abses peritonsil berulang — komplikasi serius di mana nanah terbentuk di sekitar amandel.
- Kecurigaan keganasan — amandel yang membesar hanya di satu sisi, tidak mengecil dalam waktu lama, atau disertai gejala sistemik perlu dievaluasi lebih lanjut.
Kondisi yang Tidak Memerlukan Operasi Segera
Tidak semua radang amandel membutuhkan tindakan bedah. Kondisi berikut umumnya bisa ditangani secara konservatif:
- Episode pertama atau kedua dalam setahun — masih dalam batas wajar
- Tonsilitis virus yang membaik sendiri dalam 5–7 hari tanpa komplikasi
- Anak di bawah 3 tahun — amandel pada usia ini masih aktif secara imunologis dan umumnya tidak dioperasi kecuali ada indikasi khusus
Evaluasi Bersama Dokter THT
Setiap kasus radang amandel memiliki kondisi yang unik. Jika Anda atau anak Anda mengalami tonsilitis berulang, langkah terbaik adalah mencatat frekuensi dan keparahan setiap episode, lalu mendiskusikannya bersama dokter THT untuk evaluasi yang menyeluruh.
Informasi lebih lanjut tentang layanan terkait amandel:
- Amandel — dokterthtsemarang.com
- Amandel pada Anak — dokterthtsemarang.com
- Operasi Amandel Semarang — dokterthtsemarang.com
Baca Juga
- Kapan Harus ke Dokter THT?
- Amandel — dokterthtsemarang.com
- Operasi Amandel Semarang — dokterthtsemarang.com