Kondisi Saya Keluhan THT Cek Gejala Praktik Spesialis Tentang Artikel Booking Sekarang
Link disalin!
dr. Yanuar
Ditulis & Ditinjau oleh
dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.A.I.(K), M.Si.Med
Spesialis THT & Subspesialis Alergi-Imunologi · RS Columbia Asia Semarang · Diperbarui: 01 October 2026

Diterbitkan · Terakhir diperbarui

Apa Itu Gangguan Pendengaran pada Penderita Diabetes?

Diabetes adalah penyakit yang memengaruhi kadar gula darah dalam tubuh. Namun, tidak banyak yang tahu bahwa diabetes juga dapat menyerang organ telinga, khususnya telinga dalam yang berperan penting dalam pendengaran.

Gangguan pendengaran pada penderita diabetes terjadi ketika kadar gula darah yang tidak terkontrol dalam jangka panjang merusak sel-sel saraf dan pembuluh darah halus di telinga dalam. Kerusakan ini membuat telinga tidak mampu mengubah gelombang suara menjadi sinyal yang dapat dipahami otak, sehingga suara terdengar lebih samar atau hilang sama sekali.

Tanda dan Gejala

Gangguan pendengaran akibat diabetes biasanya berkembang secara perlahan sehingga penderita sering tidak menyadarinya pada tahap awal. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan:

  • Suara terdengar lebih samar, terutama suara tinggi seperti suara wanita atau anak-anak
  • Kesulitan mendengarkan percakapan di tempat yang ramai atau bising
  • Sering meminta orang lain mengulangi kata-kata mereka
  • Terasa ada dengungan atau mendesis di telinga (tinnitus)
  • Merasa tidak seimbang saat mengubah posisi kepala

Gejala ini mungkin ringan dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi dapat memburuk jika gula darah tidak dikontrol dengan baik.

Penyebab dan Faktor Risiko

Penyebab utama gangguan pendengaran pada diabetesi adalah kadar gula darah yang tinggi dalam waktu lama. Kadar gula yang tinggi dapat merusak:

  • Sel-sel saraf pendengaran di koklea (rumah siput telinga dalam), yang mengubah getaran suara menjadi sinyal listrik
  • Pembuluh darah kecil yang menyuplai oksigen dan nutrisi ke telinga dalam
  • Struktur pendukung telinga dalam yang membantu fungsi seimbang dan pendengaran

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko gangguan pendengaran pada penderita diabetes:

  • Gula darah yang tidak terkontrol selama bertahun-tahun
  • Diabetes tipe 2 atau tipe 1 dengan durasi penyakit lebih dari 10 tahun
  • Tekanan darah tinggi (yang sering terjadi bersamaan dengan diabetes)
  • Kadar kolesterol tinggi
  • Merokok
  • Usia lanjut

Cara Diagnosis

Jika Anda penderita diabetes dan merasakan gejala gangguan pendengaran, dokter THT-KL akan melakukan beberapa pemeriksaan:

  • Anamnesis (tanya jawab mengenai riwayat penyakit, durasi diabetes, kontrol gula darah, dan gejala yang dialami)
  • Audiometri (tes pendengaran dengan alat khusus yang memutar nada pada berbagai frekuensi untuk mengukur tingkat pendengaran Anda)
  • Timpanometri (tes untuk melihat fungsi gendang telinga dan telinga tengah)
  • Pemeriksaan fisik telinga luar dan liang telinga

Hasil tes ini membantu dokter menentukan jenis gangguan pendengaran (apakah berasal dari telinga dalam atau telinga tengah), serta tingkat keparahannya.

Penanganan

Tidak ada cara untuk “menyembuhkan” sel-sel saraf telinga yang sudah rusak. Namun, langkah penanganan bertujuan untuk:

  • Menghentikan kerusakan lebih lanjut: Kontrol gula darah yang ketat adalah langkah paling penting. Semakin stabil kadar gula darah Anda, semakin kecil risiko kerusakan lebih lanjut.
  • Membantu pendengaran: Jika gangguan pendengaran sudah terasa mengganggu, dokter mungkin merekomendasikan alat bantu dengar yang disesuaikan dengan jenis dan derajat gangguan pendengaran Anda.
  • Mengelola gejala lain: Jika ada tinnitus atau rasa tidak seimbang, dokter akan memberikan strategi manajemen yang sesuai.

Selain itu, hindari paparan kebisingan yang keras, jaga telinga tetap bersih dan kering (terutama setelah mandi atau berenang), dan hindari memasukkan benda ke dalam telinga.

Komplikasi dan Prognosis

Tanpa kontrol gula darah yang baik, gangguan pendengaran dapat terus memburuk dan berdampak pada kualitas hidup, komunikasi sosial, dan kesejahteraan mental. Orang dengan gangguan pendengaran memiliki risiko lebih tinggi mengalami isolasi sosial dan depresi.

Namun, dengan kontrol gula darah yang konsisten dan penanganan dini (seperti penggunaan alat bantu dengar jika diperlukan), kebanyakan penderita dapat mempertahankan fungsi pendengaran mereka dan meningkatkan kualitas hidup.

Kapan Harus Ke Dokter?

Segera konsultasi ke dokter THT-KL jika Anda penderita diabetes dan mengalami:

  • Penurunan pendengaran yang tiba-tiba atau progresif dalam beberapa minggu hingga bulan
  • Kesulitan mendengarkan dalam percakapan sehari-hari
  • Tinnitus (dengungan atau mendesis terus-menerus di telinga)
  • Pusing atau merasa tidak seimbang

Selain itu, semua penderita diabetes disarankan untuk melakukan pemeriksaan pendengaran rutin setidaknya satu kali setahun, terutama jika diabetes sudah berlangsung lebih dari 5-10 tahun atau gula darah tidak terkontrol dengan baik.

FAQ

Bisakah gangguan pendengaran karena diabetes disembuhkan?
Sayangnya, sel-sel saraf telinga yang rusak tidak dapat diperbaiki sepenuhnya. Namun, perkembangan gangguan dapat dihentikan atau diperlambat dengan kontrol gula darah yang ketat, dan alat bantu dengar dapat membantu meningkatkan kualitas pendengaran.

Apakah semua penderita diabetes akan mengalami gangguan pendengaran?
Tidak semua penderita diabetes akan mengalami gangguan pendengaran, tetapi risiko meningkat seiring dengan durasi diabetes dan keberhasilan kontrol gula darah. Mereka yang menjaga gula darah tetap stabil memiliki risiko lebih rendah.

Apa yang harus dilakukan jika sudah didiagnosis dengan gangguan pendengaran?
Pertama, fokus pada kontrol gula darah yang lebih ketat melalui diet, olahraga, dan obat-obatan sesuai resep dokter. Kedua, lakukan pemeriksaan pendengaran berkala. Ketiga, jika gangguan sudah mengganggu aktivitas, konsultasikan penggunaan alat bantu dengar dengan dokter THT-KL.

Apakah ada makanan yang dapat membantu mencegah gangguan pendengaran pada diabetesi?
Tidak ada makanan spesifik yang dapat mencegah gangguan pendengaran. Namun, diet sehat untuk diabetesi (rendah gula, kaya serat, cukup protein) membantu menjaga kadar gula darah stabil, yang secara tidak langsung melindungi pendengaran.

Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan atau konsultasi medis langsung. Hasil dan penanganan tiap pasien berbeda.

Konsultasi Spesialis THT di Semarang

Punya keluhan serupa? dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.THT-KL, Subsp. AI(K) berpraktik di RS Columbia Asia Semarang. Buat janji online via WhatsApp.

Buat Janji via WhatsApp

Lihat Juga

dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L.

Ditulis & ditinjau oleh dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.A.I. (K), M.Si.Med.

Dokter Spesialis THT (Telinga Hidung Tenggorok) & Konsultan Alergi-Imunologi · Semarang

Praktik di RS Columbia Asia Semarang dan RS Nasional Diponegoro, menangani keluhan THT umum hingga kasus alergi kompleks yang memerlukan penanganan subspesialis Konsultan Alergi-Imunologi.

Lihat profil lengkap & jadwal praktik dokter THT Semarang →