Kondisi Saya Keluhan THT Cek Gejala Praktik Spesialis Tentang Artikel Booking Sekarang
Link disalin!
dr. Yanuar
Ditulis & Ditinjau oleh
dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.A.I.(K), M.Si.Med
Spesialis THT & Subspesialis Alergi-Imunologi · RS Columbia Asia Semarang · Diperbarui: 01 October 2026

Apa Itu Kanker Orofaring?

Kanker orofaring adalah kanker yang berkembang di jaringan orofaring — wilayah di belakang mulut dan atas tenggorokan, mencakup tonsil (amandel), akar lidah, dan dinding faring. Meski belum setinggi kanker nasofaring atau laring, kanker jenis ini semakin sering ditemukan pada kelompok usia lebih muda berkat faktor infeksi HPV (human papillomavirus) yang meningkat.

Tanda dan Gejala

Kanker orofaring pada tahap awal sering tidak menunjukkan gejala yang jelas, atau gejalanya mirip radang biasa sehingga mudah disepelekan. Gejala yang mungkin muncul antara lain:

  • Sakit tenggorokan yang tidak hilang dalam 3 minggu atau lebih
  • Kesulitan menelan (disfagia) atau terasa ada hambatan
  • Rasa sakit saat menelan, terutama makanan padat atau minuman hangat
  • Suara serak atau perubahan kualitas suara yang bertahan lama
  • Benjolan di tenggorokan atau leher yang terasa keras dan tidak hilang
  • Telinga terasa nyeri tanpa penyebab jelas (nyeri rujuk)
  • Bau mulut yang tidak hilang meski sudah menjaga kebersihan
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas

Gejala-gejala ini bukan berarti pasti kanker — infeksi biasa atau radang juga bisa memicu gejala serupa. Namun jika berlangsung lebih dari dua minggu, penting untuk memeriksakan diri.

Penyebab dan Faktor Risiko

Infeksi HPV, terutama tipe 16 dan 18, saat ini menjadi penyebab utama kanker orofaring di banyak negara. Paparan HPV dapat terjadi melalui hubungan seksual oral. Tidak semua orang yang terinfeksi HPV akan mengembangkan kanker — biasanya diperlukan kombinasi faktor lain.

Faktor risiko tambahan meliputi:

  • Merokok dan konsumsi alkohol — kebiasaan ini merusak sel-sel saluran napas dan pencernaan, meningkatkan risiko transformasi sel menjadi ganas
  • Usia — kanker orofaring dapat terjadi pada usia berapa pun, tetapi umumnya lebih banyak pada usia 50 tahun ke atas; namun kasus terkait HPV semakin banyak pada usia lebih muda
  • Jenis kelamin — laki-laki lebih sering terkena daripada perempuan
  • Riwayat keluarga — jika ada anggota keluarga dengan riwayat kanker kepala dan leher
  • Daya tahan tubuh yang lemah — kondisi imunodefisiensi dapat meningkatkan risiko infeksi HPV persisten
  • Paparan zat karsinogenik — termasuk asap rokok pasif dan polusi udara jangka panjang

Cara Diagnosis

Diagnosis dimulai dengan wawancara medis dan pemeriksaan fisik langsung menggunakan cermin atau fiberoptik untuk visualisasi area orofaring. Jika ditemukan lesi yang mencurigakan, biopsi (pengambilan jaringan kecil) dilakukan untuk pemeriksaan mikroskopis. Tes HPV juga dapat dilakukan pada sampel jaringan untuk mengidentifikasi keberadaan virus. Pencitraan seperti CT atau MRI membantu menentukan luas dan penyebaran tumor sebelum penanganan direncanakan.

Penanganan

Penanganan bergantung pada stadium kanker, lokasi, dan kondisi umum pasien. Opsi umum meliputi operasi untuk mengangkat tumor, radioterapi (penyinaran), dan kemoterapi, baik digunakan sendiri atau kombinasi. Untuk kanker stadium awal, operasi atau radioterapi saja mungkin cukup. Kanker stadium lanjut biasanya memerlukan pendekatan multimodal (operasi + radioterapi/kemoterapi). Efek samping pengobatan perlu dibicarakan dengan dokter untuk mempersiapkan diri secara fisik dan psikis.

Komplikasi dan Prognosis

Komplikasi dapat timbul dari kanker itu sendiri (kesulitan menelan, malnutrisi) atau dari pengobatan (kekeringan mulut, kesulitan berbicara, atau perubahan rasa). Prognosis tergantung pada stadium saat diagnosis, tipe histologi, dan status HPV. Kanker orofaring yang terkait HPV umumnya mempunyai prognosis lebih baik daripada yang tidak terkait HPV, meskipun masih memerlukan pengobatan intensif. Deteksi dini secara signifikan meningkatkan peluang kesintasan jangka panjang.

Kapan Harus ke Dokter

Segera konsultasikan jika Anda mengalami:

  • Sakit tenggorokan yang tidak hilang dalam 2-3 minggu
  • Kesulitan menelan yang terus-menerus
  • Benjolan di leher yang tidak hilang
  • Penurunan berat badan yang tidak direncanakan
  • Nyeri telinga tanpa infeksi telinga yang jelas

Jangan menunggu gejala memburuk. Konsultasi lebih awal memungkinkan diagnosis dan penanganan yang lebih tepat, sehingga meningkatkan peluang hasil yang lebih baik.

FAQ

Apakah setiap infeksi HPV akan menjadi kanker?
Tidak. Sebagian besar infeksi HPV dapat hilang sendiri dalam 1-2 tahun. Hanya infeksi HPV yang persisten, ditambah faktor risiko lain seperti merokok atau konsumsi alkohol, yang meningkatkan risiko perkembangan menjadi kanker. Vaksinasi HPV sebelum paparan virus memberikan perlindungan yang sangat efektif.

Bisakah kanker orofaring dicegah?
Ya, hingga tingkat tertentu. Vaksin HPV (tersedia untuk laki-laki dan perempuan) memberikan perlindungan terhadap tipe HPV berisiko tinggi. Menghindari merokok, membatasi alkohol, menjaga kebersihan mulut, dan menerapkan hubungan seksual yang aman juga membantu menurunkan risiko. Deteksi dini lesi prakanker melalui pemeriksaan rutin juga penting bagi kelompok risiko tinggi.

Apakah kanker orofaring selalu fatal?
Tidak. Meski kanker ini serius, prognosis telah membaik berkat peningkatan teknik pengobatan dan identifikasi status HPV. Kanker yang terdeteksi pada stadium awal umumnya memiliki tingkat kesintasan yang lebih tinggi. Dukungan medis, rehabilitasi, dan gaya hidup sehat pasca-pengobatan memainkan peran penting dalam kualitas hidup jangka panjang.

Dapatkah seseorang yang pernah mengalami kanker orofaring kambuh?
Ada risiko kekambuhan, terutama dalam 2 tahun pertama setelah pengobatan. Oleh karena itu, pemantauan berkelanjutan dan pemeriksaan berkala dengan dokter spesialis sangat diperlukan. Menjaga gaya hidup sehat dan menghindari faktor risiko juga penting untuk mengurangi kemungkinan kekambuhan atau kanker sekunder.

Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan atau konsultasi medis langsung. Hasil dan penanganan tiap pasien berbeda.

Konsultasi Spesialis THT di Semarang

Punya keluhan serupa? dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.THT-KL, Subsp. AI(K) berpraktik di RS Columbia Asia Semarang. Buat janji online via WhatsApp.

Buat Janji via WhatsApp

Lihat Juga

dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L.

Ditulis & ditinjau oleh dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.A.I. (K), M.Si.Med.

Dokter Spesialis THT (Telinga Hidung Tenggorok) & Konsultan Alergi-Imunologi · Semarang

Praktik di RS Columbia Asia Semarang dan RS Nasional Diponegoro, menangani keluhan THT umum hingga kasus alergi kompleks yang memerlukan penanganan subspesialis Konsultan Alergi-Imunologi.

Lihat profil lengkap & jadwal praktik dokter THT Semarang →