Kondisi Saya Keluhan THT Cek Gejala Praktik Spesialis Tentang Artikel Booking Sekarang
Link disalin!
dr. Yanuar
Ditulis & Ditinjau oleh
dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.A.I.(K), M.Si.Med
Spesialis THT & Subspesialis Alergi-Imunologi · RS Columbia Asia Semarang · Diperbarui: 03 October 2026

Diterbitkan · Terakhir diperbarui

Apa Itu Keratosis Obturans?

Keratosis obturans adalah kondisi di mana terjadi penumpukan sel kulit mati (debris dan keratin) yang mengeras dan menempel di dinding liang telinga luar (external auditory canal). Kondisi ini berbeda dari serumen impaction, yaitu penumpukan kotoran telinga alami. Pada keratosis obturans, materi yang menumpuk berasal dari pengelupasan sel kulit yang tidak normal, sehingga konsistensinya lebih keras dan sulit dilepas secara spontan.

Keratosis obturans lebih jarang terjadi dibandingkan serumen impaction, namun dapat menyebabkan masalah yang lebih serius jika tidak ditangani karena potensinya merusak struktur tulang telinga luar.

Tanda dan Gejala

Gejala keratosis obturans biasanya berkembang secara bertahap seiring dengan penumpukan debris di dalam liang telinga. Beberapa tanda yang mungkin dialami meliputi:

  • Gangguan pendengaran atau mendengar suara menjadi lebih redup
  • Sensasi telinga penuh atau tersumbat
  • Nyeri telinga atau ketidaknyamanan di dalam liang telinga
  • Adanya cairan atau discharge dari telinga (jika terjadi infeksi sekunder)
  • Telinga berbunyi (tinnitus) pada beberapa kasus
  • Gatal-gatal di dalam telinga

Beberapa pasien tidak menyadari keratosis obturans karena gejalanya ringan, dan kondisi ini baru terdeteksi saat pemeriksaan untuk alasan lain.

Penyebab dan Faktor Risiko

Penyebab pasti keratosis obturans belum sepenuhnya dipahami, namun beberapa faktor diduga berkontribusi terhadap perkembangannya.

Liang telinga memiliki lapisan kulit yang secara normal mengelupas dan membersihkan diri. Pada beberapa orang, proses ini terganggu sehingga sel-sel kulit tidak terlepas dengan baik dan malah mengumpul. Faktor-faktor yang mungkin meningkatkan risiko meliputi riwayat pembersihan telinga yang terlalu agresif, dermatitis telinga luar kronis, atau abnormalitas anatomi liang telinga. Penggunaan alat bantu dengar atau earplug dalam waktu lama juga dapat menjadi faktor pemicu.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa keratosis obturans lebih sering terjadi pada orang dewasa dan lansia, meskipun dapat terjadi pada usia berapa pun.

Cara Diagnosis

Diagnosis keratosis obturans dilakukan melalui pemeriksaan langsung telinga oleh dokter THT menggunakan otoskop (alat khusus dengan cahaya dan lensa pembesar). Dokter akan melihat langsung adanya material keras yang menempel di dinding liang telinga.

Untuk menilai dampak terhadap pendengaran, dokter mungkin melakukan tes pendengaran (audiometri). Jika ada kecurigaan erosi tulang atau komplikasi lain, pemeriksaan imaging seperti CT scan mungkin diperlukan untuk melihat struktur tulang telinga secara detail.

Penanganan

Penanganan keratosis obturans tergantung pada tingkat keparahan dan gejala yang dialami. Pada kasus ringan tanpa gejala signifikan, dokter mungkin merekomendasikan observasi saja dengan pemeriksaan berkala.

Jika mengganggu pendengaran atau menyebabkan nyeri, pembersihan profesional diperlukan. Dokter akan mengeluarkan debris menggunakan instrumen khusus atau suction under direct visualization. Setelah pembersihan, pasien mungkin diberikan eardrops untuk mencegah infeksi dan mengurangi peradangan.

Pada kasus dengan infeksi sekunder atau peradangan, pengobatan antimikroba topikal dapat diberikan. Untuk kasus yang kambuh berulang atau dengan komplikasi erosi tulang, prosedur bedah mungkin diperlukan agar lebih efektif dan mencegah rekurensi.

Komplikasi dan Prognosis

Jika tidak ditangani, keratosis obturans dapat menyebabkan gangguan pendengaran konduktif yang menetap. Dalam kasus yang parah, material yang menumpuk dapat menyebabkan erosi pada tulang (osteitis), menciptakan liang telinga yang abnormal, atau bahkan perforasi gendang telinga.

Prognosis umumnya baik dengan penanganan yang tepat. Sebagian besar pasien mengalami perbaikan gejala setelah dibersihkan. Namun, beberapa pasien mengalami rekurensi (kambuh kembali), sehingga diperlukan pemeriksaan berkala dan perawatan tindak lanjut untuk mencegah penumpukan ulang.

Kapan Harus ke Dokter

Segera periksakan ke dokter THT jika Anda mengalami gangguan pendengaran yang berkembang gradual, telinga terasa penuh atau tersumbat, atau nyeri telinga yang tidak membaik dengan waktu. Jangan mencoba membersihkan telinga sendiri dengan benda tajam atau cotton bud karena dapat memperburuk kondisi atau melukai liang telinga.

FAQ

Apakah keratosis obturans sama dengan kotoran telinga yang menumpuk?
Tidak. Keratosis obturans adalah penumpukan sel kulit mati yang lebih keras dan sulit dilepas, berbeda dengan serumen impaction (kotoran telinga). Keratosis obturans juga lebih berpotensi menyebabkan kerusakan struktur tulang jika tidak ditangani.

Bisakah keratosis obturans sembuh dengan sendirinya?
Jarang. Pada sebagian kecil kasus, tubuh mungkin mampu mengeluarkan debris secara spontan. Namun, kebanyakan kasus memerlukan pembersihan profesional oleh dokter untuk hasil yang efektif dan aman.

Apakah pembersihan keratosis obturans sakit?
Pembersihan yang dilakukan dokter menggunakan teknik dan instrumen yang tepat cenderung dapat ditoleransi. Jika Anda khawatir nyeri, katakan kepada dokter sehingga dapat diberikan anestesi topikal jika diperlukan.

Bagaimana mencegah keratosis obturans kambuh?
Hindari membersihkan telinga terlalu dalam atau agresif. Jika menggunakan alat bantu dengar atau earplug, pastikan dibersihkan secara teratur dan tidak digunakan terlalu lama tanpa istirahat. Jangan masukkan benda apa pun ke dalam telinga dan segera periksakan jika ada gejala yang muncul kembali.

Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan atau konsultasi medis langsung. Hasil dan penanganan tiap pasien berbeda.

Konsultasi Spesialis THT di Semarang

Punya keluhan serupa? dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.THT-KL, Subsp. AI(K) berpraktik di RS Columbia Asia Semarang. Buat janji online via WhatsApp.

Buat Janji via WhatsApp

Lihat Juga

dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L.

Ditulis & ditinjau oleh dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.A.I. (K), M.Si.Med.

Dokter Spesialis THT (Telinga Hidung Tenggorok) & Konsultan Alergi-Imunologi · Semarang

Praktik di RS Columbia Asia Semarang dan RS Nasional Diponegoro, menangani keluhan THT umum hingga kasus alergi kompleks yang memerlukan penanganan subspesialis Konsultan Alergi-Imunologi.

Lihat profil lengkap & jadwal praktik dokter THT Semarang →