
Apa itu Kista Brankial?
Kista brankial adalah kantung berisi cairan yang terbentuk di leher, biasanya sejak lahir. Istilah “brankial” merujuk pada sisa perkembangan embrio dari celah atau kantung branchia (insang) yang normalnya menutup sebelum bayi dilahirkan. Ketika celah ini tidak menutup sempurna, dapat terbentuk kantung berisi cairan. Dalam beberapa kasus, celah ini tetap terbuka sebagai saluran abnormal yang disebut fistula brankial, memungkinkan cairan keluar melalui lubang kecil di leher.
Tanda dan Gejala
Banyak orang dengan kista brankial tidak menyadari kondisi mereka karena tidak menimbulkan gejala. Saat terdapat keluhan, tanda-tanda yang dapat dirasakan antara lain:
- Pembengkakan di samping leher, biasanya di bawah sudut rahang
- Benjolan lembut yang dapat dirasakan di bawah kulit
- Kadang keluar cairan jernih atau bernanah dari lubang kecil di leher (jika terbentuk fistula)
- Rasa sakit atau pembengkakan yang membesar ketika terjadi infeksi
- Demam yang dapat menyertai infeksi akut
Gejala sering muncul atau memburuk ketika terjadi infeksi, yang dapat dipicu oleh infeksi saluran pernapasan atas atau cedera ringan di area tersebut. Perubahan ukuran benjolan juga sering diperhatikan setelah anak demam atau sedang pilek.
Penyebab dan Faktor Risiko
Kista brankial terbentuk karena kelainan perkembangan embrionik yang bukan akibat tindakan orang tua saat hamil, cedera, atau infeksi. Celah brankial normalnya menutup saat janin berusia 8 minggu. Jika sel-sel pada celah ini tidak hilang sepenuhnya, dapat membentuk kantung berisi cairan atau saluran abnormal. Kondisi ini adalah malformasi kongenital yang dapat terjadi pada siapa saja, tanpa pembedaan jenis kelamin atau riwayat keluarga khusus. Benjolan dapat muncul sejak bayi, namun sering kali baru disadari saat anak lebih besar atau dewasa, terutama setelah infeksi pertama.
Cara Diagnosis
Diagnosis dimulai dengan pemeriksaan fisik oleh dokter spesialis THT-KL yang meraba benjolan dan menanyakan riwayat perkembangannya. Untuk memastikan diagnosis dan mengevaluasi ukuran serta hubungannya dengan struktur sekitarnya, diperlukan pemeriksaan pencitraan:
- Ultrasonografi (USG): metode awal yang cepat, aman, dan tidak menggunakan radiasi, sangat berguna pada anak-anak
- CT scan atau MRI: memberikan gambaran detail tentang anatomi dan membantu perencanaan operasi
Pada kasus khusus dengan fistula, pemeriksaan seperti fistulografi mungkin diperlukan untuk menentukan jalur dan kedalaman saluran abnormal sebelum operasi dilakukan.
Penanganan
Tidak semua kista brankial memerlukan tindakan segera. Jika benjolan tidak menimbulkan gejala dan tidak terjadi infeksi, dokter mungkin menyarankan observasi rutin dengan pemeriksaan berkala. Namun, penanganan definitif adalah operasi pengangkatan (eksisi) untuk mencegah infeksi berulang dan meminimalkan risiko komplikasi. Jika terbentuk fistula, operasi juga mencakup perbaikan saluran abnormal tersebut untuk mencegah infeksi kembali.
Pada infeksi akut, antibiotik diberikan terlebih dahulu untuk mengatasi peradangan. Jika terbentuk penumpukan nanah (abses), dokter dapat melakukan drainase untuk meredakan gejala sebelum operasi definitif direncanakan beberapa minggu kemudian, setelah peradangan mereda.
Komplikasi dan Prognosis
Risiko utama adalah infeksi berulang yang menyebabkan peradangan, pembengkakan, rasa sakit, dan memerlukan antibiotik atau drainase. Jarang terjadi, namun kanker (karsinoma sel skuamosa) dapat berkembang dari sel-sel di dalam kista, terutama pada usia lebih tua. Setelah pengangkatan operasi, kista brankial jarang kambuh dengan tingkat rekurensi sekitar 5–10 persen. Pemulihan pasca-operasi biasanya lancar dengan waktu istirahat pendek, dan mayoritas pasien tidak mengalami masalah jangka panjang setelah pengangkatan yang adekuat.
Kapan Harus ke Dokter
Segera hubungi dokter THT jika Anda menemukan benjolan baru di leher atau benjolan yang sudah ada menunjukkan perubahan. Cari pertolongan darurat jika disertai kesulitan menelan, kesulitan bernapas, atau demam tinggi tiba-tiba, karena dapat menunjukkan infeksi serius yang memerlukan penanganan segera.
FAQ
Apakah kista brankial berbahaya?
Kista brankial sendiri bukan kondisi yang mengancam nyawa. Risiko utama adalah infeksi berulang yang mengganggu kualitas hidup, dan dalam kasus sangat jarang, dapat berkembang menjadi kanker sel skuamosa.
Bisakah kista brankial hilang sendiri?
Kista brankial adalah malformasi struktural dan tidak akan hilang dengan sendirinya. Meskipun tidak menimbulkan gejala, penanganan definitif adalah operasi pengangkatan untuk mencegah infeksi dan komplikasi lainnya.
Apakah operasi meninggalkan bekas luka yang terlihat?
Dokter THT membuat sayatan sekecil mungkin, biasanya di lipatan alami leher untuk meminimalkan tampilan bekas. Dengan teknik bedah modern, bekas luar cenderung tidak mencolok setelah beberapa bulan penyembuhan.
Bisakah kista brankial kambuh setelah dioperasi?
Risiko kambuh cukup rendah, sekitar 5–10 persen. Jika kambuh, biasanya disebabkan sisa jaringan tertinggal saat operasi pertama. Pemilihan dokter bedah berpengalaman sangat penting untuk hasil optimal.
Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan atau konsultasi medis langsung. Hasil dan penanganan tiap pasien berbeda.
Konsultasi Spesialis THT di Semarang
Punya keluhan serupa? dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.THT-KL, Subsp. AI(K) berpraktik di RS Columbia Asia Semarang. Buat janji online via WhatsApp.
Lihat Juga
- Kolesteatoma: Kista Berbahaya di Telinga Tengah
- Tympanometry: Tes Fungsi Telinga Tengah
- Spesialis THT Semarang
- Konsultasi Dokter THT Semarang
- Jadwal Dokter THT Semarang
- Biaya Konsultasi THT Semarang
- → Karsinoma Sel Basal Kulit Wajah: Kanker Kulit Paling Sering
- → Karsinoma Sel Skuamosa Kepala dan Leher: Tanda Awal dan Penanganan
- → Melanoma Kepala dan Leher: Tanda, Penyebab, dan Kapan Harus ke Dokter
- → Ameloblastoma: Tumor Jinak Rahang yang Perlu Diperhatikan
- → Konsultasi Dokter THT Semarang
- → Jadwal Praktik dr. Yanuar