
Apa Itu Kista Duktus Tiroglosus?
Kista duktus tiroglosus adalah benjolan jinak yang terbentuk dari sisa saluran (duktus) yang seharusnya hilang saat perkembangan janin. Saluran ini normalnya mengalami penyerapan diri dan tidak meninggalkan bekas pada orang dewasa, namun pada sebagian orang, sisa saluran ini justru berkembang menjadi kista berisi cairan. Saluran ini terhubung dengan kelenjar tiroid saat perkembangan awal, dan sisanya dapat tetap ada sepanjang hidup.
Benjolan ini paling sering muncul di garis tengah leher, di antara area dagu dan tulang selangka, atau bisa juga di bawah lidah. Ukurannya bervariasi dari sebiji kacang hingga kelereng, dan berkembang perlahan tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari pada awal terbentuk.
Tanda dan Gejala
Banyak penderita tidak menyadari adanya kista ini karena tidak menimbulkan keluhan, terutama pada awal terbentuk. Kista sering ditemukan secara kebetulan saat pemeriksaan untuk alasan lain, atau ketika keluarga melihat ada pembengkakan di leher.
Ketika kista mulai membesar atau terinfeksi, barulah muncul gejala yang dapat diperhatikan:
- Benjolan atau pembengkakan di garis tengah leher yang terasa lembut saat diraba
- Rasa sakit atau nyeri di area kista, terutama jika terinfeksi
- Kesulitan menelan pada kasus tertentu
- Gangguan berbicara jika ukuran cukup besar
- Cairan atau kemerahan di kulit di atas kista jika terjadi infeksi
Infeksi terjadi ketika bakteri masuk ke dalam kista, sehingga penderita bisa mengalami demam, bengkak yang membesar dengan cepat, dan rasa nyeri yang lebih tajam. Pada situasi ini, benjolan pun terasa panas dan sangat sensitif saat disentuh.
Penyebab dan Faktor Risiko
Penyebab kista duktus tiroglosus adalah kelainan pada tahap perkembangan janin di dalam kandungan. Saat janin berkembang, saluran yang disebut duktus tiroglosus harusnya hilang secara alami saat usia kehamilan mencapai minggu ke-7 hingga ke-10. Pada beberapa individu, sebagian dari saluran ini tetap ada dan dapat berkembang menjadi kista di kemudian hari.
Hal ini bukan hasil dari kesalahan orang tua atau pengaruh luar selama kehamilan—terjadi murni karena variasi biologi normal. Kista dapat ditemukan pada siapa saja, namun lebih sering terdiagnosis pada anak-anak dan dewasa muda, dengan puncak kejadian antara usia 20–40 tahun.
Cara Diagnosis
Dokter THT biasanya mulai dengan pemeriksaan fisik langsung pada leher. Dokter akan meraba benjolan, mencatat lokasinya, ukurannya, tingkat kelunakannya, dan apakah terasa nyeri atau tidak. Ciri khas kista ini adalah benjolan yang terletak tepat di garis tengah leher dan bergerak ke atas ketika pasien menelan atau menjulurkan lidah.
Untuk memastikan diagnosis, dokter akan memesan pemeriksaan penunjang:
- Ultrasonografi (USG) leher: Alat genggam dengan gelombang suara untuk melihat struktur dalam leher. Kista akan tampak sebagai kantung berisi cairan jernih di gambar USG.
- CT scan atau MRI: Jarang diperlukan untuk diagnosis rutin, namun bisa dilakukan jika dokter ingin melihat detail lebih jelas atau jika ada rencana operasi.
Dalam beberapa kasus, dokter juga dapat mengambil sampel cairan dari kista dengan jarum halus (biopsi jarum halus) untuk memastikan tidak ada sel abnormal, khususnya untuk membedakan dari lesi lain yang mungkin muncul di area leher dan mulut.
Penanganan
Tidak semua kista duktus tiroglosus memerlukan penanganan segera. Jika kista tidak menimbulkan gejala dan tidak mengganggu penampilan, dokter biasanya merekomendasikan pemantauan berkala dengan pemeriksaan USG setiap beberapa bulan atau tahun untuk memastikan tidak ada perubahan.
Namun, penanganan bedah dianjurkan dalam situasi berikut:
- Kista terus membesar
- Penderita merasa terganggu secara estetika
- Ada gangguan pada fungsi menelan atau berbicara
- Kista terinfeksi berulang kali
Prosedur operasi disebut eksisi dengan maneuver Sistrunk, yang melibatkan pengangkatan kista beserta sebagian jaringan di sekitarnya untuk mencegah kista tumbuh kembali. Operasi dilakukan di bawah anestesi umum dan biasanya tidak memerlukan rawat inap lama. Pasien dapat kembali ke aktivitas normal dalam beberapa minggu dengan petunjuk dokter.
Komplikasi dan Prognosis
Risiko komplikasi jarang terjadi namun tetap perlu diketahui. Infeksi adalah komplikasi paling umum, terutama jika kista memiliki koneksi dengan mulut atau permukaan kulit. Infeksi berulang dapat menyebabkan drainase nanah dan pembentukan jaringan parut yang membuat benjolan terasa lebih kencang atau tidak rata di kulit.
Kista duktus tiroglosus adalah lesi jinak dan tidak akan berkembang menjadi kanker. Tingkat keberhasilan operasi cukup tinggi dalam mencegah kembalinya kista, meskipun rekurensi dapat terjadi pada sebagian kecil kasus jika teknik operasi tidak optimal atau jika jaringan sisa tidak terangkat sempurna.
Kapan Harus ke Dokter
Segera periksakan diri jika Anda menemukan:
- Benjolan baru atau pembengkakan di garis tengah leher
- Benjolan yang terus membesar dalam beberapa minggu
- Keluar cairan atau nanah dari kulit di atas kista
- Demam disertai bengkak di leher yang tidak kunjung hilang
- Kesulitan menelan atau berbicara yang baru timbul
Jika sudah pernah didiagnosis kista namun sebelumnya tidak memerlukan operasi, lakukan kontrol rutin sesuai saran dokter untuk memantau perkembangan.
FAQ
Apakah kista duktus tiroglosus akan hilang dengan sendirinya?
Sebagian kecil kista memang bisa tetap stabil atau tidak berkembang lagi. Namun, kebanyakan kista tidak hilang tanpa penanganan. Pemantauan berkala dengan USG adalah langkah awal yang bijaksana untuk memastikan tidak ada perubahan yang memerlukan tindakan lebih lanjut.
Apakah operasi pengangkatan kista permanen?
Operasi eksisi dengan maneuver Sistrunk memiliki tingkat keberhasilan tinggi dalam mencegah kembalinya kista. Namun, rekurensi dapat terjadi pada beberapa kasus, sehingga follow-up setelah operasi tetap penting untuk memantau area bekas operasi.
Bisakah kista duktus tiroglosus menjadi kanker?
Tidak. Kista duktus tiroglosus adalah lesi jinak dan tidak memiliki potensi untuk berubah menjadi kanker seiring waktu.
Apakah anak-anak bisa terkena kista ini?
Ya, kista dapat ditemukan pada anak-anak dan remaja. Jika terdeteksi dan tidak menimbulkan gejala, dokter biasanya merekomendasikan pemantauan terlebih dahulu sebelum memutuskan operasi, mengingat pertumbuhan tubuh anak masih berlanjut.
Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan atau konsultasi medis langsung. Hasil dan penanganan tiap pasien berbeda.
Konsultasi Spesialis THT di Semarang
Punya keluhan serupa? dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.THT-KL, Subsp. AI(K) berpraktik di RS Columbia Asia Semarang. Buat janji online via WhatsApp.
Lihat Juga
- Struma (Gondok)
- Leukoplakia dan Lesi Prakanker di Mulut
- Adenoma Pleomorfik: Tumor Jinak Kelenjar Parotis
- Spesialis THT Semarang
- Konsultasi Dokter THT Semarang
- Jadwal Dokter THT Semarang
- Biaya Konsultasi THT Semarang
- → Kista Brankial: Benjolan di Leher sejak Lahir — Apa yang Harus Anda Ketahui
- → Karsinoma Sel Basal Kulit Wajah: Kanker Kulit Paling Sering
- → Karsinoma Sel Skuamosa Kepala dan Leher: Tanda Awal dan Penanganan
- → Melanoma Kepala dan Leher: Tanda, Penyebab, dan Kapan Harus ke Dokter
- → Konsultasi Dokter THT Semarang
- → Jadwal Praktik dr. Yanuar