Kondisi Saya Keluhan THT Cek Gejala Praktik Spesialis Tentang Artikel Booking Sekarang
Link disalin!
dr. Yanuar
Ditulis & Ditinjau oleh
dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.A.I.(K), M.Si.Med
Spesialis THT & Subspesialis Alergi-Imunologi · RS Columbia Asia Semarang · Diperbarui: 05 October 2026

Diterbitkan · Terakhir diperbarui

Apa Itu Perikondritis Daun Telinga?

Perikondritis adalah infeksi pada perikondrium, yaitu lapisan jaringan yang membungkus tulang rawan (kartilago) daun telinga. Walaupun jarang, kondisi ini merupakan masalah serius karena dapat menyebabkan kerusakan permanen pada struktur telinga jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat.

Daun telinga memiliki struktur yang kompleks. Di bawahnya ada tulang rawan yang memberikan bentuk dan kelenturan. Lapisan perikondrium inilah yang dapat terinfeksi, biasanya oleh bakteri. Jika infeksi tersebut tidak ditangani, bisa menyebar dan merusak tulang rawan secara permanen, mengubah bentuk telinga atau bahkan menyebabkan gangguan pendengaran.

Tanda dan Gejala

Gejala perikondritis biasanya muncul tiba-tiba dan berkembang dengan cepat:

  • Nyeri hebat di daun telinga, bahkan saat disentuh ringan
  • Bengkak dan kemerahan pada daun telinga
  • Rasa panas atau sensasi terbakar di area yang terkena
  • Kemungkinan nanah atau cairan yang keluar dari telinga
  • Demam dan rasa tidak enak badan secara umum
  • Gangguan pendengaran ringan pada kasus tertentu

Gejala ini berbeda dari otitis media (infeksi telinga tengah), di mana nyeri terasa lebih dalam dan sering disertai cairan dari liang telinga. Pada perikondritis, nyeri dan bengkak terpusat pada daun telinga itu sendiri.

Penyebab dan Faktor Risiko

Perikondritis terjadi ketika bakteri masuk dan menginfeksi lapisan perikondrium. Beberapa penyebab umum meliputi:

  • Trauma atau luka pada daun telinga seperti dari tindik telinga, operasi telinga, atau cedera fisik
  • Infeksi pada liang telinga yang menyebar ke daun telinga
  • Tindik telinga yang tidak higienis atau penggunaan perhiasan yang kotor
  • Luka bakar atau dermatitis yang terinfeksi
  • Kondisi medis tertentu yang melemahkan sistem imun, seperti diabetes atau penyakit autoimun

Bakteri yang paling sering menyebabkan perikondritis adalah Pseudomonas aeruginosa, meskipun bakteri lain seperti Staphylococcus aureus juga dapat menjadi penyebabnya.

Cara Diagnosis

Dokter THT dapat mendiagnosis perikondritis melalui pemeriksaan fisik dengan cermat. Dokter akan melihat tanda-tanda khasnya, seperti pembengkakan dan kemerahan yang terbatas pada daun telinga, berbeda dengan otitis eksterna (infeksi liang telinga) yang lebih mengenai liang.

Untuk memastikan diagnosis dan mengidentifikasi jenis bakteri penyebab, dokter mungkin akan:

  • Mengambil sampel cairan (jika ada) untuk pemeriksaan laboratorium
  • Melakukan pemeriksaan darah jika diperlukan
  • Dalam kasus berat, melakukan imaging seperti CT scan untuk melihat luasnya infeksi

Deteksi dini sangat penting karena infeksi dapat berkembang dengan cepat.

Penanganan

Perikondritis memerlukan penanganan yang agresif dan tepat waktu. Penanganan umum meliputi:

  • Terapi antibiotik yang diberikan dokter, dipilih berdasarkan hasil pemeriksaan sampel atau antibiotik spektrum luas awal
  • Kompres hangat untuk mengurangi nyeri dan bengkak
  • Analgesik untuk mengatasi nyeri, sesuai rekomendasi dokter
  • Perawatan luka jika ada luka terbuka, dilakukan secara aseptis
  • Drainase nanah jika diperlukan, terutama pada kasus yang lebih parah
  • Dalam kasus berat, mungkin diperlukan perawatan intravena di rumah sakit

Penting untuk menyelesaikan seluruh rangkaian pengobatan sesuai petunjuk dokter, meskipun gejala sudah membaik. Berhenti prematur dapat menyebabkan infeksi kambuh atau menjadi kronis.

Komplikasi dan Prognosis

Jika ditangani dengan cepat dan tepat, sebagian besar pasien perikondritis dapat sembuh tanpa komplikasi serius. Namun, jika infeksi tidak ditangani atau ditangani terlambat, beberapa komplikasi dapat terjadi:

  • Deformitas telinga permanen akibat kerusakan tulang rawan
  • Penyebaran infeksi ke struktur telinga yang lebih dalam atau bahkan ke otak (kasus sangat jarang)
  • Gangguan pendengaran yang persisten

Prognosis baik jika pasien mencari pertolongan medis segera dan mematuhi penanganan yang direkomendasikan.

Kapan Harus ke Dokter

Segera konsultasikan ke dokter THT jika Anda mengalami:

  • Nyeri mendadak dan berat pada daun telinga
  • Pembengkakan dan kemerahan yang berlangsung lebih dari beberapa jam
  • Cairan atau nanah yang keluar dari telinga
  • Demam yang menyertai gejala telinga
  • Riwayat tindik telinga baru atau trauma pada telinga sebelum gejala muncul

Jangan menunda-nunda konsultasi, karena infeksi pada telinga dapat berkembang dengan cepat dan memerlukan penanganan segera.

FAQ

Apakah perikondritis bisa hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan?
Tidak. Perikondritis adalah infeksi bakteri yang memerlukan penanganan medis segera dengan antibiotik. Tanpa penanganan, infeksi dapat menyebar dan menyebabkan kerusakan permanen pada tulang rawan telinga. Jangan mengandalkan pengobatan rumahan.

Apakah tindik telinga berisiko tinggi menyebabkan perikondritis?
Tindik telinga dapat meningkatkan risiko jika tidak dilakukan secara steril atau jika perawatan pasca-tindik tidak higienis. Namun, perikondritis juga bisa terjadi tanpa tindik, misalnya dari trauma atau infeksi lainnya. Jika melakukan tindik, pastikan dilakukan oleh profesional terlatih dengan peralatan steril dan ikuti panduan perawatan pasca-tindik dengan ketat.

Berapa lama waktu pemulihan dari perikondritis?
Waktu pemulihan bervariasi tergantung keparahan infeksi dan respons pasien terhadap penanganan. Kasus ringan mungkin membaik dalam 1–2 minggu dengan pengobatan, sementara kasus lebih serius dapat memakan waktu lebih lama. Penting untuk menyelesaikan seluruh pengobatan antibiotik yang direkomendasikan dokter, meskipun gejala sudah membaik.

Apakah perikondritis bisa kambuh?
Jika pengobatan tidak dijalani dengan sempurna atau jika penyebab awal (seperti luka atau trauma) tidak sepenuhnya teratasi, perikondritis dapat kambuh. Pencegahan dengan menjaga kebersihan telinga, menghindari trauma, dan melakukan tindik hanya pada tempat profesional sangat penting untuk mengurangi risiko kambuhnya infeksi.

Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan atau konsultasi medis langsung. Hasil dan penanganan tiap pasien berbeda.

Konsultasi Spesialis THT di Semarang

Punya keluhan serupa? dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.THT-KL, Subsp. AI(K) berpraktik di RS Columbia Asia Semarang. Buat janji online via WhatsApp.

Buat Janji via WhatsApp

Lihat Juga

dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L.

Ditulis & ditinjau oleh dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.A.I. (K), M.Si.Med.

Dokter Spesialis THT (Telinga Hidung Tenggorok) & Konsultan Alergi-Imunologi · Semarang

Praktik di RS Columbia Asia Semarang dan RS Nasional Diponegoro, menangani keluhan THT umum hingga kasus alergi kompleks yang memerlukan penanganan subspesialis Konsultan Alergi-Imunologi.

Lihat profil lengkap & jadwal praktik dokter THT Semarang →