Kondisi Saya Keluhan THT Cek Gejala Praktik Spesialis Tentang Artikel Booking Sekarang
Link disalin!
dr. Yanuar
Ditulis & Ditinjau oleh
dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.A.I.(K), M.Si.Med
Spesialis THT & Subspesialis Alergi-Imunologi · RS Columbia Asia Semarang · Diperbarui: 01 October 2026

Apakah Anda mengalami nyeri wajah, ingus berwarna kuning, dan hidung tersumbat? Jangan selalu anggap itu hanya pilek biasa. Bisa jadi itu adalah sinusitis yang disebabkan oleh infeksi gigi—kondisi yang sering terlewatkan karena gejalanya mirip dengan peradangan sinus lainnya.

Apa Itu Sinusitis Akibat Infeksi Gigi?

Sinusitis akibat infeksi gigi, dikenal juga sebagai sinusitis odontogenik, adalah peradangan sinus (rongga udara di dalam tulang wajah) yang berasal dari infeksi pada gigi atau struktur sekitar gigi. Kondisi ini terjadi ketika bakteri dari gigi yang terinfeksi atau berlubang menyebar ke sinus maksila—ruang berongga di atas gigi-geligi belakang atas.

Sinus maksila terletak sangat dekat dengan akar-akar gigi, terutama gigi molar bawah. Jarak yang singkat ini membuat infeksi gigi mudah merambat ke sinus. Itulah mengapa sinusitis jenis ini sering dikaitkan dengan masalah kesehatan gigi dan memerlukan penanganan khusus yang melibatkan dokter gigi sekaligus dokter THT.

Tanda dan Gejala

Gejala sinusitis odontogenik hampir mirip dengan sinusitis lainnya, tetapi ada ciri khasnya:

  • Hidung tersumbat—terutama di satu sisi, sesuai dengan gigi yang terinfeksi
  • Nyeri atau rasa penuh di pipi, di bawah mata
  • Nyeri gigi—tidak membaik meski telah diberi obat sakit gigi biasa
  • Ingus berwarna kuning atau hijau, kadang berbau tidak sedap
  • Ingus mengalir ke belakang tenggorokan (post-nasal drip)
  • Sakit kepala, terutama di daerah dahi atau pipi
  • Demam ringan (biasanya tidak tinggi)
  • Pembengkakan wajah atau gusi ringan di sekitar gigi yang bermasalah

Gejala bisa muncul secara tiba-tiba atau bertahap, tergantung seberapa cepat infeksi berkembang.

Penyebab dan Faktor Risiko

Penyebab utama sinusitis odontogenik adalah infeksi yang ada pada atau di sekitar akar gigi. Beberapa situasi yang meningkatkan risiko:

  • Gigi berlubang (karies) yang dalam—jika dibiarkan, bakteri masuk ke ruang pulpa (bagian dalam gigi yang mengandung saraf dan pembuluh darah)
  • Akar gigi yang tertinggal setelah pencabutan
  • Perawatan saluran akar yang kurang sempurna—infeksi tetap tersisa di dalam atau di luar akar
  • Gusi yang berdarah atau infeksi gusi kronis
  • Trauma pada gigi, misalnya karena kecelakaan atau benturan
  • Implan gigi atau kawat gigi yang bermasalah
  • Daya tahan tubuh yang lemah atau penyakit lain yang memudahkan infeksi

Faktor tambahan seperti kebiasaan merokok, kebersihan mulut yang buruk, dan diabetes juga meningkatkan risiko.

Cara Diagnosis

Dokter THT akan memulai dengan mendengarkan keluhan Anda dan memeriksa hidung serta sinus. Pemeriksaan fisik biasanya meliputi penekanan pada area sinus untuk mengetahui apakah terasa nyeri.

Untuk memastikan diagnosis, diperlukan:

  • Foto rontgen sinus atau CT scan—menunjukkan adanya cairan di dalam sinus
  • Foto gigi atau CBCT gigi—untuk melihat akar gigi mana yang mungkin jadi sumber infeksi
  • Pemeriksaan gigi oleh dokter gigi—mengidentifikasi gigi mana yang terinfeksi atau bermasalah

Ciri khas sinusitis odontogenik di hasil imaging adalah cairan atau tanda infeksi hanya muncul di sinus maksilaris sisi satu saja, sesuai dengan gigi yang bermasalah.

Penanganan

Penanganan sinusitis odontogenik melibatkan dua fokus sekaligus: mengatasi infeksi gigi dan mengatasi peradangan sinus.

Perawatan gigi: Ini adalah langkah paling penting. Jika gigi berlubang dalam, dokter gigi akan membersihkan dan merawat gigi (biasanya perawatan saluran akar). Jika gigi sudah tidak bisa diselamatkan, pencabutan adalah pilihan. Akar gigi yang tertinggal juga harus diangkat.

Penanganan sinusitis: Dokter akan memberikan obat-obatan untuk mengurangi peradangan, membantu drainase sinus, dan membunuh bakteri. Obat cuci hidung juga membantu membersihkan sinus. Pada kasus yang lebih berat atau tidak membaik dengan obat, prosedur drainase sinus mungkin diperlukan.

Koordinasi antara dokter THT dan dokter gigi sangat penting untuk hasil yang optimal. Jangan hanya merawat salah satu aspek saja.

Komplikasi dan Prognosis

Jika ditangani dengan cepat dan tepat, sinusitis odontogenik biasanya membaik dengan baik. Namun, jika dibiarkan, dapat berkembang menjadi komplikasi serius seperti selulitis orbital (infeksi di jaringan sekitar mata), abses otak, meningitis, atau osteomielitis (infeksi tulang rahang).

Dengan penanganan yang tepat dan cepat, mayoritas pasien pulih sepenuhnya dalam beberapa minggu. Kunci adalah tidak menunda-nunda ketika curiga ada infeksi gigi.

Kapan Harus ke Dokter

Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami kombinasi nyeri gigi dan gejala sinusitis, gejala sinusitis yang tidak membaik dalam 7–10 hari atau semakin memburuk, nyeri mata atau perubahan penglihatan, pembengkakan wajah atau mata, atau demam tinggi dengan sakit kepala parah. Tanda-tanda ini memerlukan pemeriksaan segera untuk mencegah komplikasi.

FAQ

Apakah sinusitis akibat infeksi gigi bisa sembuh sendiri?
Tidak disarankan. Infeksi gigi yang menyebabkan sinusitis memerlukan perawatan khusus dari dokter gigi untuk menghilangkan sumber infeksi. Tanpa penanganan, sinusitis akan terus berulang atau bahkan memburuk.

Apakah harus mencabut gigi jika ada sinusitis odontogenik?
Tidak selalu. Jika gigi masih bisa diselamatkan, dokter gigi akan mencoba perawatan saluran akar terlebih dahulu. Pencabutan adalah pilihan jika gigi sudah tidak dapat diperbaiki atau jika akar gigi menjadi sumber infeksi yang persisten.

Berapa lama gejala sinusitis akan hilang setelah gigi dirawat?
Waktu pemulihan berbeda-beda untuk setiap orang. Biasanya, gejala mulai membaik dalam 1–2 minggu setelah gigi dirawat dan obat diminum sesuai resep. Namun, pemulihan penuh bisa memakan waktu beberapa minggu.

Bagaimana cara mencegah sinusitis akibat infeksi gigi?
Jaga kesehatan gigi dengan menyikat gigi dua kali sehari, menggunakan benang gigi, dan membatasi makanan manis. Lakukan pemeriksaan gigi rutin setiap 6 bulan sekali. Jika ada gigi berlubang, segera periksa ke dokter gigi jangan sampai infeksi menyebar ke sinus.

Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan atau konsultasi medis langsung. Hasil dan penanganan tiap pasien berbeda.

Konsultasi Spesialis THT di Semarang

Punya keluhan serupa? dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.THT-KL, Subsp. AI(K) berpraktik di RS Columbia Asia Semarang. Buat janji online via WhatsApp.

Buat Janji via WhatsApp

Lihat Juga

dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L.

Ditulis & ditinjau oleh dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.A.I. (K), M.Si.Med.

Dokter Spesialis THT (Telinga Hidung Tenggorok) & Konsultan Alergi-Imunologi · Semarang

Praktik di RS Columbia Asia Semarang dan RS Nasional Diponegoro, menangani keluhan THT umum hingga kasus alergi kompleks yang memerlukan penanganan subspesialis Konsultan Alergi-Imunologi.

Lihat profil lengkap & jadwal praktik dokter THT Semarang →