
Kepala berat, hidung tersumbat, dan nyeri di sekitar wajah yang tak kunjung sembuh — ini adalah keluhan yang sering membuat pasien bertanya-tanya: “Apakah ini sinusitis akut atau sudah menjadi kronis?” Perbedaannya bukan sekadar soal durasi — tapi juga tentang pendekatan penanganan yang berbeda.
Apa Itu Sinusitis?
Sinusitis adalah peradangan pada mukosa yang melapisi rongga sinus — ruang berisi udara di sekitar rongga hidung. Terdapat empat pasang sinus: maksilaris (pipi), frontalis (dahi), etmoidalis (di antara mata), dan sfenoidalis (belakang hidung).
Klasifikasi Berdasarkan Durasi
| Jenis | Durasi | Karakteristik |
|---|---|---|
| Akut | < 4 minggu | Onset mendadak, sering setelah ISPA, umumnya sembuh sempurna |
| Subakut | 4–12 minggu | Transisi, gejala menetap tapi belum kronis |
| Kronis | > 12 minggu | Gejala persisten, perlu evaluasi penyebab struktural/alergi |
| Rekuren akut | ≥4 episode/tahun | Kambuh berulang, perlu evaluasi faktor predisposisi |
Sinusitis Akut — Gambaran Klinis
Sinusitis akut umumnya dipicu infeksi virus (90%) atau bakteri. Gejala muncul mendadak dan terasa intens:
- Hidung tersumbat dan keluar ingus kental (bening → kuning/hijau)
- Nyeri atau tekanan di wajah — terutama saat membungkuk
- Demam (lebih sering pada sinusitis bakteri)
- Nyeri kepala
- Penciuman berkurang
- Batuk, terutama malam hari
Sebagian besar sinusitis akut viral membaik sendiri dalam 7–10 hari. Antibiotik tidak diperlukan untuk sinusitis viral — hanya dipertimbangkan jika gejala memburuk setelah 5 hari atau tidak membaik setelah 10 hari. Baca lebih lanjut di artikel sinusitis akut.
Sinusitis Kronis — Gambaran Klinis
Sinusitis kronis berbeda — gejalanya lebih ringan tapi persisten, berlangsung lebih dari 12 minggu. Pasien sering tidak merasa “sakit parah” tapi selalu merasa tidak nyaman:
- Hidung tersumbat persisten
- Postnasal drip (lendir menetes ke tenggorokan) — batuk kronis terutama pagi hari
- Nyeri wajah ringan atau kepala “berat”
- Penurunan penciuman yang menetap
- Kelelahan
- Napas bau (halitosis)
Apa yang Menyebabkan Sinusitis Menjadi Kronis?
Ada beberapa faktor yang membuat sinusitis tidak sembuh-sembuh:
- Rinitis alergi yang tidak tertangani — peradangan mukosa persisten (cek risiko alergi di PilekAlergi.id)
- Septum deviasi atau konka hipertrofi — sumbatan anatomis yang mengganggu drainase sinus. Baca: Septum Deviasi dan Konka Hipertrofi
- Polip hidung — pertumbuhan jinak yang menyumbat ostium sinus. Lihat: Polip Hidung
- Imunodefisiensi atau kondisi sistemik tertentu
Perbedaan Pendekatan Terapi
Sinusitis Akut
- Istirahat cukup dan hidrasi
- Nasal saline irrigation
- Dekongestan (jangka pendek)
- Antibiotik hanya jika ada indikasi bakteri
Sinusitis Kronis
- Nasal corticosteroid spray jangka panjang
- Identifikasi dan tata laksana penyebab (alergi, polip, kelainan struktural)
- Irigasi hidung rutin
- Jika tidak membaik: pertimbangkan FESS (Functional Endoscopic Sinus Surgery) untuk membuka ostium sinus yang tersumbat
Evaluasi sinusitis kronis memerlukan CT scan sinus untuk memetakan kondisi seluruh sinus dan merencanakan tata laksana yang tepat. Lihat layanan di dokterthtsemarang.com/sinusitis.
Artikel ini bersifat edukatif. Penentuan jenis sinusitis dan pilihan terapi memerlukan pemeriksaan langsung oleh dokter.