
Diterbitkan · Terakhir diperbarui
ASSR adalah teknik pemeriksaan yang menggunakan gelombang suara khusus untuk mengukur fungsi pendengaran. Berbeda dengan pemeriksaan pendengaran biasa yang membutuhkan respons aktif dari pasien (seperti mengangkat tangan saat mendengar suara), ASSR bekerja secara otomatis melalui sinyal listrik kecil yang dihasilkan telinga saat menerima stimulasi.
Apa Itu ASSR?
ASSR singkatan dari Auditory Steady State Response. Ini adalah pemeriksaan pendengaran objektif yang mengukur kemampuan telinga mendeteksi suara melalui respons biologis, tanpa memerlukan respons sadar dari pasien.
Saat suara frekuensi tertentu masuk ke telinga, bagian saraf pendengaran menghasilkan sinyal listrik yang stabil atau “steady” (tidak berfluktuasi). Sinyal ini disebut respons steady state. Pemeriksaan ini menangkap sinyal tersebut melalui elektroda kecil yang ditempel di kepala, lalu komputer menganalisisnya untuk menentukan ambang pendengaran—level suara terendah yang masih terdengar.
Untuk Siapa ASSR Dilakukan?
ASSR sangat berguna dalam beberapa situasi:
- Bayi dan anak sangat kecil yang belum bisa mengikuti perintah pemeriksaan biasa
- Anak dengan gangguan perkembangan atau komunikasi yang sulit bekerja sama
- Pasien dengan dugaan gangguan pendengaran kongenital (sejak lahir)
- Evaluasi pendengaran pada bayi sebelum usia 3 bulan (sebelum pemeriksaan behavioral bisa dilakukan)
- Konfirmasi hasil pemeriksaan awal atau pemeriksaan yang meragukan
Persiapan
Persiapan ASSR sangat sederhana:
- Tidak perlu puasa atau persiapan khusus
- Pasien cukup dalam keadaan tenang, sebaiknya duduk atau berbaring nyaman
- Rambut di daerah kepala dicuci bersih dan dikeringkan (elektroda perlu melekat baik)
- Lingkungan pemeriksaan harus tenang untuk hasil terbaik
- Untuk bayi, persiapan ideal adalah saat bayi mengantuk atau tertidur (tidak perlu tidur pulas)
Jika pasien gugup, dokter atau teknisi akan menjelaskan prosesnya terlebih dahulu untuk mengurangi kecemasan.
Tahapan Prosedur
Pemeriksaan ASSR berlangsung sekitar 20–30 menit, dengan tahapan singkat:
- Pembersihan kulit – area di dahi dan belakang telinga dibersihkan ringan agar elektroda menempel dengan baik
- Pemasangan elektroda – elektroda kecil (seperti stiker atau pasta) ditempel di beberapa titik di kepala dengan gel khusus
- Stimulasi suara – pasien mendengarkan rangkaian nada atau klik suara melalui speaker atau headphone yang ditempatkan di telinga. Suara ini berbeda-beda frekuensi dan intensitasnya
- Perekaman sinyal – komputer merekam dan menganalisis respons listrik dari saraf pendengaran terhadap suara
- Analisis hasil – sistem otomatis mendeteksi di frekuensi mana dan level suara berapa terjadi “respons steady state”
Pasien tetap diam dan rileks selama prosedur. Tidak ada rasa sakit atau ketidaknyamanan.
Risiko dan Pemulihan
ASSR adalah pemeriksaan yang sangat aman dan non-invasif (tidak menembus kulit). Tidak ada obat yang diberikan, tidak ada radiasi, dan tidak ada efek samping yang serius.
Satu-satunya “risiko” minor:
- Iritasi kulit ringan di tempat elektroda menempel (jarang terjadi, hilang dalam beberapa jam)
- Jika pasien sangat sensitif terhadap gel elektroda, bisa dibilas dengan air hangat setelah selesai
Tidak ada masa pemulihan. Pasien langsung bisa kembali beraktivitas setelah pemeriksaan selesai.
Alternatif Pemeriksaan
Jika ASSR tidak memungkinkan atau dokter ingin konfirmasi, ada beberapa pemeriksaan lain:
- BERA (Brainstem Evoked Response Audiometry) – mirip ASSR tapi menggunakan stimulus klik tunggal, lebih cepat tapi kurang detail
- Tympanometry – mengukur fungsi telinga tengah, bukan pendengaran itu sendiri
- Audiometri behavioral – pemeriksaan tradisional dengan respons aktif, hanya bisa dilakukan anak lebih dari 3–4 tahun yang kooperatif
Dokter akan memilih pemeriksaan paling sesuai berdasarkan usia dan kondisi pasien.
Kapan Konsultasi ke Dokter?
Bawa anak atau anggota keluarga ke spesialis THT untuk ASSR jika:
- Bayi tidak ada respons terhadap bunyi keras di bulan pertama kehidupan
- Ada kekhawatiran gangguan pendengaran sejak bayi
- Hasil skrining awal (newborn hearing screening) meragukan atau positif
- Perkembangan bicara anak terlambat
- Anak sering tidak merespons saat dipanggil
- Ada riwayat gangguan pendengaran dalam keluarga
- Bayi lahir prematur atau dengan faktor risiko gangguan pendengaran
FAQ
Apakah ASSR boleh dilakukan pada bayi baru lahir?
Ya, ASSR bisa dilakukan sejak bayi usia beberapa hari hingga bulan pertama. Ini sangat berguna untuk deteksi dini gangguan pendengaran kongenital. Bayi tidak perlu dalam keadaan tidur pulas; cukup tenang atau mengantuk saja.
Berapa lama hasil ASSR diketahui?
Biasanya hasil bisa langsung diketahui hari yang sama atau beberapa hari setelah pemeriksaan, tergantung kebijakan klinik. Dokter akan menjelaskan hasilnya dan langkah selanjutnya jika ada kecurigaan gangguan pendengaran.
Apa perbedaan ASSR dengan tes pendengaran biasa yang menggunakan kepala atau tombol?
Pemeriksaan biasa memerlukan pasien merespons secara aktif (mengangkat tangan, menekan tombol). ASSR tidak membutuhkan respons sadar, melainkan mengukur sinyal listrik alami dari telinga. Oleh karena itu, ASSR lebih andal untuk bayi, anak kecil, atau pasien yang tidak bisa bekerja sama.
Apakah ada efek jangka panjang dari pemeriksaan ASSR?
Tidak ada. ASSR adalah pemeriksaan aman yang tidak meninggalkan efek jangka panjang. Suara yang digunakan berada dalam level aman untuk telinga, dan tidak ada stimulasi berbahaya lainnya.
Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan atau konsultasi medis langsung. Hasil dan penanganan tiap pasien berbeda.
Konsultasi Spesialis THT di Semarang
Punya keluhan serupa? dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.THT-KL, Subsp. AI(K) berpraktik di RS Columbia Asia Semarang. Buat janji online via WhatsApp.
Lihat Juga
- BERA (Brainstem Evoked Response Audiometry)
- Tympanometry: Tes Fungsi Telinga Tengah
- Tuli Kongenital: Penyebab dan Deteksi Dini
- Spesialis THT Semarang
- Konsultasi Dokter THT Semarang
- Jadwal Dokter THT Semarang
- Biaya Konsultasi THT Semarang
- → Mapping Pasca Implan Koklea: Penyesuaian Alat untuk Pendengaran Optimal
- → Timpanometri Frekuensi Tinggi pada Bayi: Periksa Telinga Sejak Awal
- → Tuli Genetik dan Sindrom Terkait: Waardenburg dan Pendred
- → Epidemiologi Gangguan Pendengaran di Indonesia: Fakta dan Tren Kesehatan
- → Konsultasi Dokter THT Semarang
- → Jadwal Praktik dr. Yanuar