Kondisi Saya Keluhan THT Cek Gejala Praktik Spesialis Tentang Artikel Booking Sekarang
Link disalin!
dr. Yanuar
Ditulis & Ditinjau oleh
dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.A.I.(K), M.Si.Med
Spesialis THT & Subspesialis Alergi-Imunologi · RS Columbia Asia Semarang · Diperbarui: 30 September 2026

Apa itu BERA?

BERA, singkat dari Brainstem Evoked Response Audiometry, adalah tes pendengaran khusus yang mengukur aktivitas gelombang otak ketika merespons suara. Berbeda dengan tes audiometri biasa yang memerlukan pasien memberi sinyal aktif (menaikkan tangan, menekan tombol), BERA tidak membutuhkan respons sadar dari pasien. Tes ini merekam sinyal listrik kecil dari otak melalui elektroda yang ditempel di kulit kepala, tanpa ada rasa sakit atau bahaya radiasi.

Prosedur ini sering disebut juga ABR (Auditory Brainstem Response) dan menjadi standar emas untuk mengukur pendengaran pada bayi baru lahir dan anak kecil yang belum bisa komunikasi verbal. Bagi dokter THT-KL, BERA memberikan informasi objektif tentang fungsi pendengaran seseorang—tidak bergantung pada kesadaran atau kerja sama pasien.

Untuk Siapa BERA Dilakukan?

BERA terutama ditujukan untuk:

  • Bayi baru lahir dalam program skrining pendengaran universal
  • Anak kecil (usia di bawah 3–4 tahun) yang diduga mengalami gangguan pendengaran
  • Pasien dengan gangguan perkembangan intelektual atau spektrum autisme yang tidak bisa menjalani tes pendengaran biasa
  • Orang dewasa dengan cedera kepala atau penyakit saraf untuk menilai fungsi batang otak
  • Pasien yang dicurigai memiliki retakoklea (tumor kecil di saraf pendengaran)
  • Pasien dengan gangguan pendengaran mendadak yang perlu konfirmasi diagnosis cepat

Dokter akan mempertimbangkan indikasi BERA berdasarkan riwayat kesehatan, hasil tes pendengaran awal, dan tujuan diagnostik. Jika bayi lahir dengan faktor risiko tuli kongenital, tes BERA sangat penting untuk deteksi dini dan intervensi tepat waktu.

Persiapan Sebelum BERA

Persiapan untuk BERA tergolong sederhana dibanding prosedur lainnya:

  • Cuci rambut dan kulit kepala dengan baik 1–2 hari sebelumnya agar elektroda menempel dengan optimal
  • Hindari produk rambut berminyak atau hair spray pada hari tes
  • Pakakan pakaian yang nyaman dan mudah dilepas di bagian atas tubuh
  • Untuk bayi, sebaiknya datang dalam kondisi lelah atau siap tidur, karena BERA lebih mudah dilakukan saat pasien tertidur atau tenang
  • Tidak ada larangan makan atau minum sebelum BERA
  • Jika pasien sedang demam atau sakit parah, konsultasikan ke dokter apakah prosedur perlu ditunda

Tahapan BERA

Prosedur BERA berlangsung kurang lebih 30–60 menit, tergantung kualitas sinyal yang terekam:

Pasien dibaringkan di ranjang yang nyaman di dalam ruang khusus berpendingin. Untuk bayi, orang tua boleh berada di dekat untuk menenangkan. Kulit kepala dibersihkan dengan cairan khusus, lalu beberapa elektroda kecil ditempel menggunakan pasta konduktif di lokasi tertentu—biasanya di dahi, di belakang telinga, dan di leher. Elektroda ini tidak mengirimkan arus listrik ke tubuh; hanya merekam aktivitas listrik alami otak.

Selanjutnya, pasien akan mendengarkan rangkaian klik atau bunyi nada pendek melalui earphone atau speaker kecil yang dimasukkan ke telinga. Suara ini tidak menyakitkan dan tidak memicu kejutan. Alat BERA merekam respons gelombang otak terhadap setiap suara yang diberikan. Biasanya diperlukan beberapa pengulangan untuk memastikan hasil yang konsisten dan akurat. Selama tes, penting pasien tetap rileks atau tidur agar hasil lebih stabil dan teknisi dapat merekam gelombang otak dengan jelas.

Risiko dan Pemulihan

BERA adalah prosedur yang sangat aman dan non-invasif. Tidak ada jarum, tidak ada radiasi, dan tidak ada obat yang disuntikkan. Risiko sangat minimal, tetapi beberapa hal yang mungkin terjadi:

  • Iritasi kulit ringan di tempat elektroda karena pasta konduktif atau plester, terutama jika kulit sensitif
  • Pada bayi dengan kulit sangat sensitif, terkadang terjadi kemerahan kecil yang hilang dalam beberapa jam
  • Ketidaknyamanan minimal jika pasien merasa gelisah karena suara atau lingkungan baru

Tidak ada waktu pemulihan khusus. Pasien langsung bisa pulang setelah tes selesai. Jika ada iritasi kulit, cukup bilas dengan air hangat dan oleskan pelembab biasa.

Alternatif untuk BERA

Bergantung pada usia dan kondisi pasien, dokter mungkin mempertimbangkan tes lain:

  • OAE (Otoacoustic Emission): tes pendengaran yang lebih cepat dan sederhana, cocok untuk skrining bayi baru lahir awal
  • Tympanometry: tes untuk fungsi telinga tengah, bukan pendengaran inti, tapi sering dikombinasikan dengan BERA untuk penilaian menyeluruh
  • Audiometri Nada Murni: standar untuk anak berusia 4 tahun ke atas dan orang dewasa yang bisa kerja sama dengan instruksi
  • Audiology Behavioral: observasi respons perilaku anak terhadap suara (untuk usia 6 bulan–3 tahun)

Pilihan tergantung pada usia, kondisi kognitif, dan tujuan diagnostik pasien. Dokter akan merekomendasikan tes yang paling sesuai untuk situasi spesifik.

Kapan Konsultasi dengan Dokter?

Setelah hasil BERA keluar, penting untuk berkonsultasi dengan dokter THT-KL atau ahli audiologi untuk memahami hasil tes dan interpretasinya, mengetahui apakah ada gangguan pendengaran dan tingkat keparahannya, serta merencanakan langkah berikutnya seperti terapi, alat bantu dengar, atau intervensi perkembangan bahasa. Jangan ragu bertanya tentang hasil yang kurang jelas atau ingin tahu lebih detail tentang langkah lanjutan.

FAQ

Apakah BERA menyakitkan atau membahayakan bayi?
Tidak. BERA tidak menyakitkan, tidak mengirimkan arus listrik, dan tidak ada radiasi. Hanya merekam aktivitas otak alami. Bayi hanya mendengarkan suara lembut melalui earphone kecil.

Berapa lama hasil BERA keluar?
Alat BERA memberikan hasil langsung setelah pemeriksaan selesai. Dokter biasanya menjelaskan hasil dalam hitungan hari atau minggu setelah interpretasi lengkap dilakukan, tergantung kebijakan klinik tempat tes dilakukan.

Bolehkah BERA dilakukan jika bayi sedang flu atau pilek?
Sebaiknya tunda jika bayi demam atau kondisi kesehatan terganggu berat. Cairan di telinga tengah akibat pilek ringan biasanya tidak mempengaruhi hasil BERA signifikan, tapi konsultasikan ke dokter untuk keputusan terbaik bagi bayi Anda.

Apakah BERA bisa mendeteksi semua jenis gangguan pendengaran?
BERA sangat akurat untuk mendeteksi gangguan pendengaran di bagian saraf pendengaran dan batang otak. Namun, untuk penilaian fungsi telinga tengah, mungkin perlu tes tambahan seperti tympanometry untuk hasil yang lebih lengkap dan diagnosis yang tepat.

Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan atau konsultasi medis langsung. Hasil dan penanganan tiap pasien berbeda.

Konsultasi Spesialis THT di Semarang

Punya keluhan serupa? dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.THT-KL, Subsp. AI(K) berpraktik di RS Columbia Asia Semarang. Buat janji online via WhatsApp.

Buat Janji via WhatsApp

Lihat Juga

dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L.

Ditulis & ditinjau oleh dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.A.I. (K), M.Si.Med.

Dokter Spesialis THT (Telinga Hidung Tenggorok) & Konsultan Alergi-Imunologi · Semarang

Praktik di RS Columbia Asia Semarang dan RS Nasional Diponegoro, menangani keluhan THT umum hingga kasus alergi kompleks yang memerlukan penanganan subspesialis Konsultan Alergi-Imunologi.

Lihat profil lengkap & jadwal praktik dokter THT Semarang →