
Apa Itu Kolesteatoma Telinga Luar?
Kolesteatoma telinga luar adalah penumpukan kulit mati yang abnormal dan terus berkembang di dalam liang telinga luar—saluran yang menghubungkan daun telinga dengan gendang telinga. Kondisi ini juga disebut kolesteatoma eksterna. Berbeda dengan kolesteatoma di telinga tengah yang sering berkaitan dengan infeksi kronis, kolesteatoma eksterna adalah penyakit kulit yang terbentuk akibat iritasi atau trauma berulang pada liang telinga.
Meski istilah “kista” sering digunakan, sebenarnya ini adalah penumpukan material berkeratinisasi—kulit yang mati dan mengeras—bukan kista sejati dengan selaput pembungkus.
Tanda dan Gejala
Kolesteatoma telinga luar sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Namun, seiring berkembangnya kondisi, pasien mungkin mengalami:
- Nyeri telinga yang progresif, terutama saat mengunyah atau menekan area telinga
- Keluarnya cairan dari telinga (yang mungkin berbau tidak sedap)
- Suara denging di telinga (tinnitus)
- Pendengaran berkurang di telinga yang terkena
- Rasa penuh atau tersumbat di telinga
- Gatal di liang telinga
Intensitas gejala bervariasi tergantung ukuran penumpukan dan ada tidaknya infeksi sekunder.
Penyebab dan Faktor Risiko
Kolesteatoma telinga luar terbentuk karena beberapa faktor pemicu:
- Iritasi kronis dari pembersihan telinga berlebihan, penggunaan earplug atau earphone dalam waktu lama, atau benda asing yang masuk ke liang telinga
- Kelembaban tinggi di liang telinga, khususnya pada iklim tropis atau pada orang yang sering berenang dan tidak mengeringkan telinga dengan tepat
- Trauma atau cedera di liang telinga, misalnya saat pembersihan telinga yang tidak hati-hati atau kecelakaan
- Dermatitis telinga atau kondisi kulit yang menyebabkan gatal-gatal berulang
- Infeksi berulang di liang telinga (otitis eksterna) yang menyebabkan kerusakan jaringan dan perubahan kulit
Risiko lebih tinggi pada orang yang sering berenang, pekerja di lingkungan berdebu atau lembab, atau yang memiliki kebiasaan membersihkan telinga terlalu dalam dengan benda tajam.
Cara Diagnosis
Dokter THT akan melakukan pemeriksaan otoskopi—melihat ke dalam telinga dengan alat khusus—untuk melihat penumpukan material di liang telinga. Pada beberapa kasus, dokter mungkin merekomendasikan:
- Tes pendengaran untuk menilai gangguan fungsi pendengaran
- CT scan atau MRI, jika dicurigai penumpukan sudah besar atau melibatkan struktur tulang sekitar telinga
Diagnosis biasanya cukup dengan pemeriksaan klinis, tetapi imaging membantu menentukan strategi penanganan yang paling tepat.
Penanganan
Pilihan penanganan tergantung ukuran kolesteatoma, gejala yang dialami, dan ada tidaknya infeksi:
Observasi dan perawatan lokal. Jika kolesteatoma kecil dan tidak menimbulkan gejala, dokter mungkin hanya memantau tanpa tindakan, sambil memberikan nasehat tentang menjaga telinga tetap kering dan menghindari trauma.
Pembersihan dan terapi topikal. Dokter dapat membersihkan penumpukan sebagian menggunakan instrumen khusus dan meresepkan tetes telinga untuk mencegah infeksi dan mengurangi gejala.
Operasi (ekstraksi surgikal). Jika penumpukan terus membesar, menimbulkan gejala berat, atau tidak responsif terhadap terapi konservatif, dokter akan merekomendasikan operasi pengangkatan. Prosedur ini dilakukan di bawah anestesi, tergantung kondisi pasien.
Komplikasi dan Prognosis
Pada umumnya, prognosis kolesteatoma telinga luar baik. Namun, jika tidak ditangani, dapat terjadi infeksi berulang yang mengganggu, kerusakan jaringan tulang liang telinga pada kasus lanjut, gangguan pendengaran yang permanen, atau dalam kasus sangat jarang, penyebaran infeksi ke jaringan sekitar telinga.
Setelah penanganan, kebanyakan pasien mengalami perbaikan gejala, meskipun risiko kambuh ada jika pencegahan tidak dilakukan dengan baik.
Kapan ke Dokter
Segera konsultasikan diri ke dokter THT jika Anda mengalami nyeri telinga yang tidak kunjung hilang lebih dari satu minggu, keluar cairan dari telinga dengan atau tanpa bau, kehilangan pendengaran yang progresif, atau gejala-gejala di atas tidak membaik. Jangan tunda jika ada tanda infeksi serius seperti demam tinggi atau pembengkakan di belakang telinga.
FAQ
Apa bedanya kolesteatoma telinga luar dengan kolesteatoma telinga tengah?
Kolesteatoma telinga luar terbentuk di liang telinga luar akibat iritasi kulit, sedangkan kolesteatoma telinga tengah terbentuk di rongga telinga tengah, biasanya karena infeksi kronis atau perforasi gendang telinga yang berulang. Kedua kondisi berbeda dalam penyebab, lokasi, dan penanganannya.
Apakah kolesteatoma bisa hilang dengan sendirinya tanpa operasi?
Kolesteatoma telinga luar tidak akan hilang dengan sendirinya, karena merupakan penumpukan kulit yang terus berkembang. Namun, gejala dapat dikontrol dengan perawatan lokal. Operasi diperlukan jika penumpukan terus membesar atau gejala semakin mengganggu.
Bisakah kolesteatoma kambuh setelah dioperasi?
Ada risiko kambuh jika faktor penyebabnya tidak diatasi, seperti terus menerus berenang tanpa proteksi atau membersihkan telinga dengan cara traumatik. Pencegahan yang baik dapat meminimalkan risiko kambuh.
Bagaimana cara mencegah kolesteatoma telinga luar?
Hindari trauma pada telinga, jangan membersihkan telinga terlalu dalam, gunakan pelindung telinga saat berenang atau berada di lingkungan lembab, dan segera tangani infeksi telinga berulang dengan konsultasi ke dokter.
Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan atau konsultasi medis langsung. Hasil dan penanganan tiap pasien berbeda.
Konsultasi Spesialis THT di Semarang
Punya keluhan serupa? dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.THT-KL, Subsp. AI(K) berpraktik di RS Columbia Asia Semarang. Buat janji online via WhatsApp.
Lihat Juga
- Anatomi Telinga Luar: Daun Telinga & Liang Telinga
- Telinga Sakit Setelah Berenang? Kenali Otitis Eksterna dan Cara Mengatasinya
- Kolesteatoma: Kista Berbahaya di Telinga Tengah
- Spesialis THT Semarang
- Konsultasi Dokter THT Semarang
- Jadwal Dokter THT Semarang
- Biaya Konsultasi THT Semarang
- → Manifestasi Telinga pada Penyakit Autoimun: Tanda dan Penanganan
- → Paraganglioma Timpanikum (Tumor Glomus): Tumor Jinak Telinga Tengah
- → Gangguan Telinga pada HIV dan Sifilis: Penanganan Pendengaran
- → Eksostosis Liang Telinga (Surfer’s Ear): Gejala dan Penanganan
- → Konsultasi Dokter THT Semarang
- → Jadwal Praktik dr. Yanuar